Bukan Cuma Kasih Uang Jajan, Yuk Ajarkan Anak Nabung dan Atur Keuangan dengan wondrZ
Ilustrasi anak menabung sejak dini. (c) szeyuen/DepositphotosKapanlagi.com - Ada masanya anak cukup senang ketika diberi uang jajan dan memasukkannya ke celengan. Tapi seiring bertambahnya usia, cara mereka menggunakan uang ikut berubah. Mulai beli makanan sendiri, menerima uang dari orang tua, menabung uang THR, sampai akhirnya mengenal transaksi digital.
Di fase inilah orang tua punya kesempatan untuk mulai memberikan tanggung jawab finansial secara bertahap. Alih-alih selalu mengatur setiap pengeluaran anak, orang tua bisa mulai mengajak mereka memahami pertanyaan sederhana: uang yang dimiliki mau digunakan untuk apa, berapa yang ingin ditabung, dan apakah barang yang ingin dibeli memang dibutuhkan
Pengalaman seperti ini bisa menjadi langkah pertama bagi anak untuk mengenal pengelolaan uang dalam kehidupan sehari-hari. BNI mencoba menjembatani kebutuhan tersebut melalui wondrZ, produk simpanan berbentuk tabungan bagi nasabah berusia di bawah 17 tahun.
Advertisement
Produk yang dikembangkan dari BNI Taplus Anak ini dilengkapi peningkatan kapabilitas transaksi digital melalui wondr by BNI. Anak berusia minimal 12 tahun dapat menggunakan wondr di ponselnya sendiri dengan rekening yang tetap terhubung dengan akun wondr milik orang tua.
Belajar Kelola Uang Bisa Dimulai dari THR

Nggak perlu menunggu anak punya penghasilan sendiri untuk mengajarkan kebiasaan finansial yang baik. Bagi anak usia 0-11 tahun, orang tua bisa memulainya dari sesuatu yang sangat dekat dengan keseharian. Misalnya, memisahkan uang anak dari uang rumah tangga.
Uang THR dan hadiah ulang tahun bisa dikumpulkan ke dalam tabungan khusus milik anak. Dari sini, orang tua dapat mengenalkan konsep bahwa uang yang diterima nggak harus langsung dihabiskan.
Anak juga dapat diberikan kartu debit ketika orang tua merasa mereka sudah siap dan dapat dipercaya untuk mulai belajar melakukan transaksi sendiri. Kelihatannya sederhana, tetapi pengalaman tersebut bisa menjadi latihan pertama untuk mengenalkan rasa memiliki sekaligus tanggung jawab terhadap uang.
Usia 12 Tahun, Anak Bisa Mulai Punya Ruang Sendiri

Memasuki usia 12 hingga di bawah 17 tahun, kebutuhan anak tentu berbeda. Mereka mulai punya aktivitas yang lebih leluasa. Ada kebutuhan membeli sesuatu sendiri, menabung untuk barang yang diinginkan, hingga menerima uang dari orang tua.
Pada fase inilah wondrZ memberikan ruang lebih luas. Anak yang sudah berusia minimal 12 tahun dapat melakukan registrasi wondr dan menggunakannya melalui ponsel sendiri. Fitur yang tersedia meliputi QRIS, Lifestyle, transfer dan e-wallet.
Anak juga dapat mengecek mutasi rekening dan detail kartu debit, mengganti PIN atau password, mengaktifkan biometric login, hingga menggunakan asisten keuangan melalui fitur Insight.
Jadi, belajar mengelola uang nggak lagi sebatas melihat angka yang tersimpan di tabungan. Anak bisa mulai berhadapan langsung dengan keputusan sederhana tentang kapan uang digunakan dan kapan sebaiknya disimpan.
Anak Dikasih Kepercayaan, Orang Tua Nggak Kehilangan Kontrol
Nah, ini biasanya yang bikin orang tua berpikir dua kali. Memberikan kebebasan bertransaksi kepada anak tentu berbeda dengan membiarkan mereka menggunakan uang tanpa pengawasan.
Konsep wondrZ justru memberi ruang kepada anak sambil tetap menempatkan orang tua sebagai pendamping. Orang tua dapat membuka Tabungan wondrZ untuk anak melalui wondr, dan rekening anak akan otomatis terhubung dengan rekening orang tua.
Akses wondr bisa diberikan ketika anak telah berusia di atas 12 tahun. Ketika anak melakukan transaksi, orang tua mendapatkan notifikasi secara real-time melalui email.
Kalau dibutuhkan, orang tua juga mempunyai akses untuk memblokir atau membuka kembali blokir akun wondr anak. Dengan cara ini, anak mendapatkan kesempatan untuk belajar atur keuangan sendiri tanpa membuat orang tua sepenuhnya kehilangan visibilitas terhadap aktivitas finansial mereka.
Bisa jadi Bahan Ngobrol Soal Uang Bareng Anak
Menariknya, catatan transaksi anak sebenarnya bisa menjadi bahan obrolan finansial di rumah.
Misalnya, daripada langsung menegur ketika pengeluaran anak terlalu besar, orang tua bisa mengajak mereka melihat kembali mutasi rekening.
Dari sana, anak dapat belajar menghitung berapa banyak uang yang digunakan untuk jajan, berapa yang masih tersimpan, dan berapa yang perlu disisihkan kalau sedang mengincar sesuatu.
Fitur asisten keuangan di Insight juga dapat melengkapi pengalaman tersebut. Dengan demikian, teknologi nggak mengambil alih peran orang tua dalam memberikan pendidikan finansial. Sebaliknya, teknologi bisa menjadi alat bantu agar pembicaraan mengenai uang terasa lebih dekat dengan kehidupan anak sehari-hari.
Mau Mulai? Cukup Siapkan KIA atau KK

Untuk membuka tabungan wondrZ, dokumen yang perlu dipersiapkan juga cukup sederhana.
Orang tua hanya membutuhkan salah satu dokumen berupa Kartu Identitas Anak (KIA) atau Kartu Keluarga (KK) dapat berupa fisik/digital sebagai syarat pembukaan tabungan. Setelah itu, pastikan data diri anak telah dilengkapi dengan benar.
Setoran awal pembukaan wondrZ adalah Rp100.000. Rekening ini tidak mengenakan biaya pengelolaan rekening, tidak memiliki minimum saldo, serta bebas biaya administrasi kartu.
Adapun biaya penutupan rekening sebesar Rp10.000, sementara biaya penggantian kartu sebesar Rp25.000.
Ada Bunga Tabungan Sesuai Jumlah Saldo
wondrZ juga memiliki tingkat bunga yang disesuaikan dengan jumlah saldo. Untuk saldo di bawah Rp100 ribu, tingkat bunganya 0,00 persen. Saldo mulai Rp100 ribu sampai di bawah Rp10 juta memperoleh bunga 0,25 persen.
Saldo lebih dari Rp10 juta sampai di bawah Rp50 juta memperoleh bunga 0,50 persen. Kemudian, saldo lebih dari Rp50 juta sampai di bawah Rp100 juta sebesar 0,75 persen. Sementara untuk saldo lebih dari Rp100 juta, tingkat bunga yang diberikan sebesar 1,00 persen.
Struktur ini sekaligus dapat dimanfaatkan orang tua untuk mulai mengenalkan kepada anak bagaimana uang yang disimpan di rekening bekerja.
Bukan Sekadar Punya Rekening Sendiri

Punya rekening atas nama sendiri tentu bisa menjadi pengalaman menyenangkan bagi anak. Namun, nilai yang lebih penting justru datang dari proses di baliknya. Anak mulai belajar bahwa uang jajan punya batas. Kalau ingin membeli sesuatu dengan harga lebih mahal, ada proses menabung yang harus dijalani. Kalau terlalu banyak dibelanjakan hari ini, saldo untuk kebutuhan berikutnya ikut berkurang.
Orang tua pun perlahan bisa bergeser dari sosok yang sepenuhnya mengatur uang anak menjadi pendamping yang membantu mereka mengambil keputusan. Itulah pendekatan yang coba dibawa BNI melalui wondrZ: memberikan ruang bagi anak untuk melakukan langkah finansial pertamanya, sambil tetap memberi orang tua kendali untuk mendampingi perjalanan tersebut.
Jadi, ketika anak mulai bertanya, "Aku boleh pegang uang sendiri nggak?", mungkin jawabannya nggak harus langsung iya atau tidak. Bisa jadi, itu justru momen yang tepat untuk mulai mengajarkan bagaimana cara mengelolanya.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(kpl/wri)
Advertisement
D Academy 8
- Lesti Kejora Berita TerbaruPotret Lesti Kejora - Alexa di Panggung Dangdut Academy 8, Cantik dan Glamor












































