Byon 5 Mendarat di Bandung 3 Oktober, Panggung Terakhir Menuju World Grand Prix

Byon 5 Mendarat di Bandung 3 Oktober, Panggung Terakhir Menuju World Grand Prix
BYON Madness 5. (Vidio)

Kapanlagi.com - BYON Madness yang dikenal dengan rasio knockout tertinggi dalam sejarah BYON kembali hadir dalam skala lebih besar. Byon 5 untuk pertama kalinya digelar di Bandung, tepatnya di Bandung Arena, pada 3 Oktober 2026. Gelaran ini menjadi panggung terakhir sebelum era BYON World Grand Prix dimulai, sekaligus kesempatan terakhir para petarung mengamankan placement menuju turnamen tersebut.

Fight card Byon 5 memuat 12 pertarungan boxing dan kickstriking. Laga puncak mempertemukan Yearmie Lee "Sun Go Kong" dengan Redho Rocky, disertai deretan duel yang menampilkan jagoan-jagoan dari Jawa Barat. Sejumlah pertarungan juga berstatus monumental, termasuk perebutan placement terakhir wakil Indonesia dan Malaysia untuk kelas 61KG serta 67KG.

1. Lima Duel Panas di Byon 5

Yearmie Lee "Sun Go Kong" dan Redho Rocky kembali bertemu lima tahun setelah pertemuan mereka di level amatir yang dimenangkan Yearmie. Kali ini keduanya naik ring di panggung profesional dengan aturan kickstriking, menjadi ajang pembuktian siapa yang berkembang paling jauh sejak duel pertama.

Di pertandingan lain, Turkish Boy yang telah menjanjikan KO di ronde pertama akan menantang Adam Maulana. Adam tercatat belum pernah mengalami KO sepanjang kariernya dan bahkan pernah mengalahkan Jhon, sosok yang sebelumnya menaklukkan Turkish Boy.

Kabilan Jelevan, yang berada di peringkat ke-4, dijadwalkan rematch melawan Umarusman yang menempati peringkat 6. Duel ini bukan sekadar ulangan, melainkan pertaruhan posisi di ranking, mempertemukan gaya pressure Kabilan dengan footwork milik Umar.

Amir Zolfi akan mempertahankan posisi puncak dari ambisi Aman Koboi. Pertarungan ini diproyeksikan menjadi adu siku, elbow vs elbow, untuk menentukan siapa yang berhak tetap berada di atas.

Dari kubu tuan rumah, Hegyzy siap menghadapi Krystel Angel. Laga ini mempertemukan pengalaman tinju Hegyzy dengan jam terbang Muay Thai Krystel, yang semakin panas oleh psywar terkait luka sobek dan ancaman bahwa salah satu dari mereka akan "tertidur".

2. Tujuh Laga Lain Melengkapi Kartu Pertarungan

Selain lima partai utama, Byon 5 menyajikan tujuh pertarungan lain yang krusial untuk perebutan placement menuju World Grand Prix. Rachmat Rizal Gozali akan berhadapan dengan Rendi Singgih demi tiket terakhir wakil Indonesia di kelas 61KG.

Ardiansyah ditantang Aditya Armadani untuk kesempatan terakhir mewakili Indonesia di kelas 67KG. Dua duel internasional lainnya, Topnoi melawan Meven Jourdain dan Iman Rakib menghadapi Muhammad Adib, akan menentukan wakil terbaik masing-masing negara.

Di kelas 57KG, Fatkur Rozi bersua Tovan Nopian untuk memperebutkan posisi puncak ranking. Mitra Waruwu bertemu Hendrikus Lelo dan berpeluang mencatat sejarah tampil di tiga kelas berbeda, sementara Amin Guliyev melawan Hakim Bah memperebutkan tiket menuju World Grand Prix di kelas 67KG.

Dengan rangkaian ini, fight card BYON Madness 5 resmi berjumlah 12 laga yang siap digelar di Bandung.

3. Eksklusif Melalui PPV Vidio

Seluruh rangkaian BYON Madness 5 dapat disaksikan eksklusif lewat layanan Pay-Per-View (PPV) di Vidio.

Harga paket PPV tersedia langsung di aplikasi Vidio, mulai dari Rp49.000 untuk Indonesia, RM15 untuk Malaysia, dan USD5 untuk negara lain, belum termasuk pajak.

Dhini W Prayogo, SVP Content Acquisition & Partnership Vidio, menegaskan komitmen Vidio terhadap pengalaman menonton ajang ini. "Sejalan dengan visi BYON dalam membangun ekosistem olahraga kombat yang berkelanjutan di Indonesia menjangkau Sabang sampai Merauke, untuk pertama kalinya hadir di Bandung, BYON Madness 5 menjadi langkah penting dalam membawa kompetisi olahraga tarung lebih dekat kepada para petarung dan penggemarnya di berbagai daerah. Sebagai Official Broadcaster, Vidio berkomitmen mendukung perjalanan BYON dengan menghadirkan rangkaian pertandingannya kepada audiens yang lebih luas, sekaligus turut mendorong pertumbuhan olahraga kombat di Indonesia," ujarnya.

(kpl/jje)

Rekomendasi

Trending