Cara Cek Tanggal Kedaluwarsa Bumbu Kemasan yang Sudah Memudar, Ini Triknya

Penulis: Lailatul Faizah

Diperbarui: Diterbitkan:

Cara Cek Tanggal Kedaluwarsa Bumbu Kemasan yang Sudah Memudar, Ini Triknya
Ilustrasi bumbu instan (Image from Royco)

Kapanlagi.com - Bumbu kemasan seperti lada, ketumbar, dan saus sambal adalah bintang utama di dapur kita. Namun, sering kali kita mendapati tanggal kedaluwarsa yang samar pada kemasan, membuat kita ragu untuk menggunakannya. Tapi jangan terburu-buru membuangnya! KapanLagi.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (24/3/2025) tentang beberapa trik sederhana untuk memastikan apakah bumbu tersebut masih layak pakai.

Langkah pertama yang dapat kamu lakukan adalah mencium aroma bumbu. Aroma adalah penentu utama kesegaran. Untuk bumbu kering seperti lada dan kunyit, seharusnya mereka memancarkan aroma tajam yang menggugah selera. Jika aromanya sudah lemah atau tercium bau apek, itu tanda bahwa kualitasnya menurun. Sementara itu, untuk bumbu cair seperti kecap, aroma segar yang khas harus tetap terjaga. Jika tercium bau asam atau tengik, lebih baik bumbu tersebut segera dibuang.

Setelah aroma, jangan lupa untuk memeriksa warna dan tekstur bumbu. Bumbu kering seharusnya memiliki warna yang cerah dan tidak memudar. Contohnya, kunyit bubuk harus tetap berwarna kuning cerah. Jika kamu menemukan bintik-bintik putih atau hitam, itu bisa jadi tanda adanya jamur. Untuk bumbu cair, pastikan tidak ada pemisahan lapisan atau jamur yang terbentuk. Jika ada, sebaiknya bumbu tersebut tidak digunakan.

Dengan langkah-langkah ini, kamu bisa memastikan bumbu kesayanganmu tetap aman dan lezat untuk digunakan dalam setiap masakan!

1. Memeriksa Aroma Bumbu

Aroma bumbu adalah kunci utama dalam menentukan kesegarannya! Bayangkan saja, bumbu kering bubuk seperti lada dan ketumbar yang masih memancarkan aroma tajamnya, menandakan bahwa mereka siap memanjakan lidah Anda. Namun, jika wangi khasnya mulai memudar atau bahkan tercium bau apek, saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal. Begitu pula dengan bumbu cair seperti kecap dan saus sambal; aroma segar dan menggugah selera adalah sinyal bahwa mereka masih dalam kondisi prima. Hati-hati, jika Anda mencium bau asam atau tengik, jangan ragu untuk membuangnya demi menjaga cita rasa masakan Anda!

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Mengamati Warna dan Tekstur

Perhatikan baik-baik bumbu dapur Anda! Perubahan warna dan tekstur bisa jadi sinyal bahwa bumbu tersebut sudah tidak layak untuk dinikmati. Bumbu kering seharusnya memancarkan warna cerah yang menggoda; kunyit bubuk yang seharusnya kuning cerah dan cabai bubuk yang tetap merah menyala. Jika Anda mendapati warna bumbu memudar atau muncul bintik-bintik mencurigakan, itu bisa jadi pertanda adanya kontaminasi yang tak diinginkan. Begitu pula dengan bumbu cair, pastikan konsistensinya tetap stabil tanpa perubahan kekentalan atau tanda-tanda jamur.

3. Memeriksa Kemasan Bumbu

Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan bumbu, jangan lupa untuk memeriksa kemasannya! Kemasan yang rusak, seperti yang robek atau bocor, bisa menjadi tanda adanya kontaminasi yang berbahaya. Jika Anda melihat kemasan yang menggembung atau bocor, sebaiknya jangan ambil risiko dan tinggalkan saja.

4. Menguji Rasa Bumbu

Jika Anda ingin memastikan bumbu di dapur tetap prima, mulailah dengan mencium aroma dan memeriksa warna bumbu tersebut. Jika semuanya tampak normal, saatnya untuk mencicipi sedikit. Bumbu kering seharusnya menggugah selera dengan rasa yang kuat; jika terasa hambar atau aneh, itu bisa jadi tanda bahwa kualitasnya sudah menurun. Begitu pula dengan bumbu cair seperti kecap dan saus, rasanya harus tetap mempertahankan karakter khasnya. Jika mendadak terasa terlalu asam atau pahit, sebaiknya bumbu tersebut tidak digunakan lagi.

5. Memeriksa Tanda Kontaminasi

Bumbu kemasan yang tersimpan terlalu lama bisa menjadi sarang bagi serangga atau kutu bumbu yang tidak diundang. Kehadiran kutu kecil atau serangga di dalam wadah adalah sinyal bahwa bumbu tersebut sudah tak layak pakai. Begitu pula dengan bumbu cair; jika Anda menemukan lapisan lendir atau kotoran di dalam botolnya, itu bisa jadi pertanda bahwa bakteri telah menginvasi. Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu memeriksa bagian dalam kemasan sebelum Anda memasak, agar hidangan tetap aman dan lezat!

6. Tips Penyimpanan Bumbu

Agar bumbu kemasan Anda tetap segar dan aman digunakan, simpanlah di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari. Setelah membuka kemasan, gunakan wadah kedap udara untuk menjaga kualitasnya. Hindari mencampur bumbu lama dan baru dalam satu wadah, agar cita rasanya tetap terjaga. Jangan lupa untuk memberi label tanggal pembelian, sehingga Anda bisa dengan mudah memantau kesegaran bumbu yang Anda miliki!

7. FAQ Seputar Bumbu Kemasan

Apakah Anda pernah bertanya-tanya tentang keamanan bumbu kemasan setelah tanggal kedaluwarsa? Sebelum memutuskan untuk menggunakannya, pastikan untuk memeriksa aroma, warna, dan teksturnya; jika masih tampak normal, bumbu tersebut mungkin masih layak pakai untuk waktu singkat. Meskipun bumbu bubuk tidak akan basi seperti makanan segar, simpanlah dengan bijak agar rasa dan aromanya tetap terjaga. Jangan panik jika saus atau kecap Anda berubah tekstur; ini bisa jadi akibat fermentasi atau oksidasi setelah terpapar udara. Jika bumbu menggumpal, Anda bisa mengayaknya jika hanya disebabkan oleh kelembapan, tetapi jika ada tanda jamur, lebih baik buang saja. Untuk menjaga bumbu tetap awet, simpanlah dalam wadah tertutup di tempat sejuk, jauh dari sinar matahari langsung dan udara.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/lfz)

Reporter:

Lailatul Faizah