Cerita Peserta Kirab Pemuda yang Kini Bangga Pada Negeri Sendiri

Jum'at, 30 November 2018 07:58 Penulis: Iwan Tantomi
Cerita Peserta Kirab Pemuda yang Kini Bangga Pada Negeri Sendiri
© Merdeka

Kapanlagi Plus - Pertumbuhan pembangunan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir begitu pesat. Pemerataan sangat terasa, terutama untuk daerah-daerah perbatasan. Pengalaman menikmati indahnya daerah perbatasan Indonesia ini benar-benar dirasakan dan diingat oleh para peserta Kirab Pemuda 2018. Mereka berkesempatan mengunjungi kota-kota yang berbatasan langsung dengan negara lain, seperti Merauke dan Atambua.

Menurut peserta Kirab Pemuda 2018, kini Indonesia boleh berbangga diri karena gerbang negara sekarang jauh lebih megah, indah, dan modern dari sebelumnya.

"Kami bangga Indonesia, gerbang negara kita lebih megah dan indah," seru peserta.

Pengalaman menjadi peserta Kirab Pemuda 2018 bukan hanya tentang keseruan saja. Simak petualangan para peserta saat memasuki Sulawesi Tengah, bersamaan setelah terjadinya gempa dan tsunami yang memporak-porandakan provinsi tersebut.

Karena situasi dan kondisi yang nggak memungkinkan, akhirnya titik singgah terpaksa dipindahkan ke daerah lain yang lebih aman. Namun tetap saja suasana mencekam tetap dirasakan oleh para peserta. Hal tersebut juga mereka ceritakan saat bertemu langsung dengan Menpora Imam Nahrawi.

"Iya, karena situasi dan kondisi yang belum memungkinkan saat itu. Saya instruksikan untuk mengalihkan titik singgah ke Poso lanjut Parepare," ujar Menpora Imam Nahrawi.

Begitu banyak petualangan dan pengalaman para peserta Kirab Pemuda 2018 ketika diajak keliling Nusantara oleh Kemenpora. Saking berkesannya, banyak peserta yang nggak rela acara ini berakhir. Bukan hanya karena keseruan yang terjadi, jalinan pertemanan baru juga membuat kata perpisahan semakin berat untuk diucapkan.

Salah satu peserta yang merasakannya adalah Linda Sugiarto, perwakilan OKP Gema Budhi, yang nggak rela berpisah dengan teman-temannya. Selama 73 hari dirinya bersama-sama dengan peserta-peserta lain, mengunjungi berbagai titik singgah dan berbagi rasa, duka, dan bahagia. Meski harus berpisah, Linda yakin bahwa Kirab Pemuda 2018 bukanlah akhir, melainkan awal dari segalanya.

"Pertemuan kami dengan saudara-saudara baru dan orang tua baru kami di mana kami tinggal di rumah-rumah mereka akan menjadi network, jejaring, pemersatu, pemacu kreativitas kami sebagaimana pesan Pak Menpora sejak awal kami dilepas," tegas Linda.

Begitu banyak pengalaman berharga yang dirasakan oleh para peserta Kirab Pemuda 2018. Kalau diadakan lagi tahun depan, pastikan untuk ambil bagian dan menjadi garda terdepan untuk persatuan Indonesia.

(kly/tmi)

Reporter:

Iwan Tantomi



MORE STORIES




REKOMENDASI