Curhatan Gibran Rakabuming Tentang Duka Jadi Anak Presiden

Jum'at, 09 Agustus 2019 11:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Curhatan Gibran Rakabuming Tentang Duka Jadi Anak Presiden
Gibran Rakabuming © Instagram/chillipari


Kapanlagi Plus - Adakah dari kalian yang pernah membayangkan rasanya jadi anak dari seorang Presiden? Mungkin banyak yang beranggapan jika itu adalah hal yang enak dan menyenangkan, bahkan begitu diimpi-impikan. Meskipun memang ada sisi positifnya, namun jangan salah, menjadi anak presiden juga banyak risiko dan nggak enaknya.

Setidaknya hal itulah yang dirasakan oleh sosok Gibran Rakabuming, putra sulung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ayah satu anak ini tak menampik jika dirinya kerap merasakan pengalaman pahit selama sang ayah menjabat jadi orang nomor 1 di Indonesia.

Hal itu diceritakan Gibran ketika diundang jadi bintang tamu di salah satu program televisi bertajuk Unlock Metro TV. Menurutnya, jadi anak presiden itu tak seindah yang dibayangkan orang-orang.

1. Jadi Anak Presiden Banyak Nggak Enaknya

Seperti diketahui, semasa jabatannya, Jokowi kerap dicaci-maki dan difitnah oleh banyak pihak. Hujatan pun kadang merembet hingga semua anggota keluarga lain, tak terkecuali Gibran.

"Orang-orang tahunya anak presiden itu enak ya, tapi sebenarnya banyak nggak enaknya. Yang enak itu jadi cucu presiden. Si Ethes loncat-loncat, lari-lari semuanya senang. Coba kalau saya dan Kaesang yang kaya gitu. Apalagi bapak saya, dari dulu sering dibully, diejek, dikatain PKI," curah Gibran.

2. Gibran Manfaatkan Hujatan Jadi Keuntungan

Meski berstatus anak presiden, Gibran sejatinya punya beberapa usaha sendiri yang sudah dijalankannya sejak lama. Ketika hujatan datang padanya, kakak dari Kaesang Pangarep itupun memanfaatkannya untuk jadi keuntungan pribadi.

"Karena dengan bullyan itu bisa mendatangkan keuntungan buat saya. Jadi misalnya ada seseorang yang ngatain kita jawab dengan produk Sang Pisang. Itu benar-benar ngefek ke penjualan. Jadi sangat menguntungkan untuk kita. Dari dulu saya sama Kaesang kalau ada bullyan ke saya, ke bapak, kita nggak pernah replay dengan reaktif pasti kita bales dengan hal-hal seperti itu," sambungnya.

3. Gibran Merasa Sakit Hati Saat Jokowi Dibully

Keluarga Jokowi selama ini memang cenderung menanggapi kritikan, bully-an, hingga fitnah yang datang dengan santai. Meskipun begitu, tak bisa dipungkiri jika jauh dalam lubuk hatinya suami dari Selvi Ananda itu merasa sakit hati.

"Kalau sakit hati pasti sakit hati. Tapi kita tanggapi santai, nggak usah terlalu reaktif, nggak usah bikin drama di media sosial. Yang paling penting buat saya itu hujatan-hujatannya itu nggak bener, jadi saya nanggepinnya santai. Yang kaya PKI kan itu nggak bener," jelas pria berusia 31 tahun itu.

4. Petuah dan Saran dari Jokowi

Sebagai seorang ayah, Jokowi sendiri tak pernah lupa untuk memberikan nasihat dan saran untuk para buah hatinya. Pria asal Solo itu berharap agar Gibran dan juga anak-anak lainnya bisa jadi pengusaha yang mandiri, memulai semua dari 0 dan selalu jujur.

"Kalau saran dari bapak masalah pekerjaan, saya dididik untuk memulai sesuatu itu dari nol. Saya pelaku UMKM, bukan yang punya bisnis besar atau mega proyek tapi semuanya yang saya jalankan UMKM. Tapi memang bapak dari kecil menyarankan semua harus dimuali dari nol, dari bawah harus turun ke lapangan, tahu situasi. Dan yang paling penting adalah jujur. Jujur kepada diri sendiri, customer dan jujur kepada pegawai kita," tutup Gibran.

(kpl/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI