Presented by A-Mild

Deretan Tren Karya Baru yang Bisa Dijadikan Sumber Inspirasi Seni

Jum'at, 30 September 2022 18:00 Penulis: Iwan Tantomi
Deretan Tren Karya Baru yang Bisa Dijadikan Sumber Inspirasi Seni
Credit: AWAKE

Kapanlagi Plus - Tren karya baru bisa datang dari bidang apa saja, termasuk karya seni. Selama berabad-abad lamanya, seni dipandang sebagai salah satu bagian penting yang tidak bisa terpisahkan dari masyarakat. Beberapa seniman bahkan meyakini jika sejak awal kemunculannya, manusia sejatinya telah mampu menemukan cara baru dalam mengekspresikan diri melalui seni.

Sebagai buktinya, lukisan di dinding-dinding gua sudah ada sejak era manusia purba. Begitu juga saat era sebelum masehi, banyak kerajinan seni hadir dalam bentuk patung, ukiran sampai pahatan. Demikian di masa kerajaan, seni turut dihadirkan dalam bentuk prosa maupun puisi oleh para pujangga. Sedangkan di masa modern seperti sekarang, seni bisa ditampilkan lewat foto hingga sketsa.

Dari situ bisa dipahami, jika karya seni sejatinya bisa berupa apa saja. Terlebih ada banyak jenis medium, aliran seni dan teknik yang digunakan dalam berkesenian yang telah populer sepanjang sejarah. Supaya bisa memahaminya lebih dalam, ulik lebih lanjut tentang tren karya baru di bidang seni berikut ini.

Seperti Apa Tren Karya Baru di Bidang Seni Sekarang?

Credit: Shutterstock.comCredit: Shutterstock.com

Seperti dijelaskan sebelumnya, ada banyak cara, medium, aliran seni dan teknik atau metode dalam mengekspresikan jenis karya seni sepanjang sejarah. Namun, bicara seni yang paling populer saat ini, maka akan direferensikan pada seni kontemporer. Tren karya baru dalam bidang seni ini mencakup banyak aliran kesenian, seperti seni modern, abstrak, impresionisme, pop art, kubisme, surealisme, fantasi, grafiti, serta fotorealisme.

Sementara jika dipandang dari medium yang digunakan, seni kontemporer yang populer sekarang ini bisa hadir dalam bentuk lukisan, patung, campuran beragam media dan digital art. Malah tak dipungkiri, inovasi teknologi amat mempengaruhi tren karya baru di bidang seni belakangan ini. Tak jarang, berkat adanya teknologi ini, para seniman bisa menghasilkan karya baru yang out of the box.

Kenapa Orang Suka dengan Tren Karya Baru Semacam Itu?

Credit: Shutterstock.comCredit: Shutterstock.com

Sebuah tren terjadi, ketika sesuatu amat disukai oleh masyarakat. Hal ini menghadirkan minat yang spesifik pada hal tertentu, tak terkecuali dalam karya seni. Seperti dijelaskan sebelumnya, seni kontemporer menjadi yang paling banyak diminati dewasa ini, karena para pelaku seni bisa mengekspresikan gaya keseniannya lewat beragam medium.

Bahkan, anak muda yang lekat dengan inovasi teknologi, bisa mulai melahirkan aliran seninya sendiri dengan mengekspresikan gaya kesenian yang digelutinya dalam bentuk digital art. Medium satu ini nyaris tak mengharuskan pelaku seni untuk memegang kuas dan cat warna, tanah liat untuk membuat patung, dan bahan lainnya yang identik dengan kesenian tradisional.

Dengan pakaian tetap bersih dan duduk di tempat yang nyaman, anak muda bisa mengekspresikan karya seni yang digelutinya lewat gawai canggih di genggaman. Menariknya lagi, mereka bisa dengan mudah mempublikasikannya di media sosial untuk mendapatkan respon publik. Langkah ini bahkan mempermudah sang seniman dalam mengkurasi karya seni yang dibuatnya, apakah sudah sesuai tren yang diminati atau belum, sebelum benar-benar ditampilkan di ajang pameran seni.

Daya Tarik dari Karya Baru yang Jadi Tren

Credit: Shutterstock.comCredit: Shutterstock.com

Tidak semua orang bisa menikmati dan memahami seni. Hal inilah yang kadang menimbulkan dilema tersendiri. Di satu sisi sang seniman ingin mempertahankan idealismenya dalam berkesenian, tetapi di satu sisi juga ingin menarik pasar yang lebih besar, agar mampu mendatangkan keuntungan lewat penjualan tiket pameran.

Bagi seniman besar yang sudah punya nama, hal semacam itu tidaklah susah dilakukan, tetapi bagi seniman pemula butuh usaha keras untuk meraihnya. Sementara masyarakat umumnya hanya akan mengikuti tren karya baru yang tengah viral di internet.

Museum tersebut juga menghadirkan banyak karya seni kontemporer tak hanya karya seniman lokal dan nusantara, tetapi juga dari mancanegara. Konsep pameran yang modern dan kekinian turut menjadi daya tarik tersendiri. Dari situ, dapat diketahui jika seni kontemporer memang tengah diminati beragam kalangan, tak hanya eksklusif para pecinta seni, tetapi juga turut menarik minat masyarakat umum untuk belajar tentang seni lebih jauh.

Tak sampai di situ, kehadiran seni kontemporer dewasa ini juga untuk membingkai beragam topik yang ingin diekspresikan lewat seni, seperti isu identitas, kekeluargaan, komunitas, dan juga nasionalisme. Bahkan, lewat seni kontemporer inilah, topik-topik yang sensitif dapat tetap diangkat tanpa menyinggung pihak manapun secara langsung melalui medium seni yang begitu unik dan kreatif.

Daya tarik lainnya dari seni kontemporer ini adalah tidak terfokus pada satu konsep atau idealisme semata. Seni kontemporer juga tidak terbatas waktu. Meski seni kontemporer ini diketahui telah ada antara 1960-an dan 1970-an, tetapi keberadaannya tetap tak lekang zaman. Asas kebebasan yang tersemat dalam seni kontemporer inilah yang membuat banyak anak muda kini tertarik untuk menekuni bidang ini.

Cara Mengulik Beragam Tren Karya Baru

Credit: Shutterstock.comCredit: Shutterstock.com

Tentunya untuk memahami tren karya baru, khususnya di bidang seni ini, para seniman pemula perlu banyak-banyak membaca referensi, di samping juga harus rajin-rajin berkunjung ke pameran seni. Lebih lanjut, berikut cara mengulik beragam karya baru yang tengah menjadi tren saat ini:

1. Datang ke Pameran atau Galeri Seni

Bersyukurlah pandemi telah berakhir, sehingga museum-museum sudah dibuka kembali. Manfaatkan momen tersebut untuk memperkaya inspirasi, guna menghasilkan karya baru yang lebih unik dan kreatif, serta mampu menarik minat masyarakat.

Bila berkesempatan ke luar negeri, manfaatkan untuk berkunjung ke museum-museum di sana. Sebab, ada banyak karya seni dari berbagai seniman kenamaan lintas zaman yang bisa dinikmati. Tak sedikit yang selepas berkunjung dari sana, bisa mendapatkan banyak inspirasi dan ide untuk membuat karya baru yang unik.

Selain datang ke museum, jangan lupa untuk datang ke pameran seni karya berbagai seniman. Biasanya, pameran seni ini dilangsungkan dalam periode tertentu dan dengan koleksi terbatas. Namun, keuntungan dari berkunjung ke pameran seni, karya yang ditampilkan biasanya lebih relevan dengan perkembangan zaman atau bahasa kerennya lebih kekinian. Hal ini bisa menjadi inspirasi yang amat berguna bagi kamu yang suka berkreasi dalam seni kontemporer.

2. Mengikuti Workshop Seniman Kenamaan

Di samping mengunjungi museum atau pameran seni, tren karya baru dalam bidang kesenian ini juga bisa didapatkan dengan rajin mengikuti workshop seniman kenamaan. Workshop yang diadakan pun kadang juga online, jadi lebih fleksibel jika ingin bergabung. Sebab, hal terpenting yang bisa didapatkan dari workshop ini adalah ilmu dan pengalaman dari seniman yang lebih senior.

Mereka tahu seni tema seperti apa yang bisa diekspresikan dalam karya seni saat ini, sehingga bisa menarik perhatian banyak orang. Begitu juga dengan elemen penting harus dimasukkan, entah itu unsur budaya, keyakinan, dan lainnya, seniman senior tahu betul dalam bentuk apa sebaiknya hal-hal tersebut diwujudkan. Tentunya dengan komposisi yang tepat dan tidak berlebihan.

3. Memperbarui Referensi Seni Lewat Dunia Maya

Mengingat sudah ada kemudahan internet, jangan sampai disia-siakan. Perbarui referensi tentang seni maupun yang berkaitan dengannya dengan terus update informasi lewat dunia maya. Apalagi cara satu ini terbilang gratis, jadi jangan sampai disia-siakan untuk terus menggali informasi dan inspirasi, agar selalu bisa menelurkan karya baru.

Hal ini bisa kamu lakukan dengan berselancar di media sosial, maupun mengikuti tur online ke museum-museum seni terkenal di dunia. Misalnya, beberapa museum seni terkenal di Spanyol, Inggris dan New York, AS, selain bisa dikunjungi langsung, juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk ikutan tur online. Sudah begitu ada pemandunya pula, sehingga seperti ikut tur museum sungguhan. Apabila belum berkesempatan mengunjungi langsung, maka bisa ikutan tur online museum-museum tersebut lebih dulu.

Manfaatkan Tren Karya Baru Sebagai Sumber Inspirasi

Credit: Shutterstock.comCredit: Shutterstock.com

Kebebasan berekspresi membuat para seniman dewasa ini bisa menelurkan banyak tren karya baru yang begitu diminati. Karya-karya yang tak hanya bisa dinikmati segelintir orang, melainkan orang awam pun turut terpukau dan menyukainya. Berikut beberapa karya seni kontemporer yang begitu terkenal saat ini dan bisa dijadikan sumber inspirasi:

1. Seni Modern

Seni modern dan modernisme dapat didefinisikan sebagai cara baru yang kreatif dan bereksperimen untuk memodernisasi seni tradisional. Meski tengah diminati pelaku seni kontemporer, nyatanya seni modern sudah ada sejak tahun 1860-an hingga 1970-an. Salah satu museum seni modern yang amat terkenal hingga saat ini di dunia ada di New York.

2. Seni Abstrak

Seni abstrak menjadi seni klasik yang juga digemari para pelaku seni kontemporer di era sekarang. Aliran seni ini fokus pada penggunaan efek, daripada menggambarkan realitas visualnya secara akurat. Umumnya, sang seniman menggunakan bentuk geometris dan menyeimbangkannya dengan garis hitam dalam karyanya. Seni abstrak juga acap bermain dengan warna-warna cerah dan menggunakan pola atau bentuk. Karya seni ini populer pada 1940-an dan 1950-an pasca Perang Dunia II.

3. Seni Impresionisme

Adapula seni impresionisme yang dianggap sebagai cikal bakal seni modern pertama. Namun, kenyataannya, impresionisme sebenarnya praktek seni formal yang pertama kali dikenalkan pada 1860-an di Paris, sebelum tersebar Eropa dan Amerika Serikat. Umumnya, impresionisme menceritakan sebuah kisah dengan ilustrasi yang sesuai kesan senimannya. Hal ini ditandai dengan sapuan kuas kecil dan tipis yang dimainkan dengan cahaya dan gerakan.

4. Pop Art

Muncul sejak 1950-an, sampai sekarang pop art masih menjadi salah satu karya seni favorit segala usia. Berbeda dengan seni rupa tradisional, pop art justru lekat dengan citra budaya populer dalam menyampaikan ironi. Di awal-awal kemunculannya, pop art juga hadir sebagai bentuk reaksi aliran seni ekspresionisme abstrak yang begitu dominan kala itu.

5. Kubisme

Karya seni ini pertama kali dikenalkan di awal 1900-an. Kubisme digambarkan sebagai bentuk ekspresi abstrak realisme yang mewakili realitas terbaru. Sang seniman kubisme akan menggunakan geometris, simultanitas dan pola tertentu untuk menciptakan karya seni satu ini.

6. Surealisme

Credit: Shutterstock.comCredit: Shutterstock.com

Selanjutnya ada surealisme yang menekankan pada objek yang seolah-olah tidak bisa ditempatkan. Aliran seni ini dibuat oleh sang seniman seakan-akan untuk mengekspresikan mimpinya saat tidur. Surealisme banyak diterapkan pada 1920-an dan 1950-an.

7. Fantasy Art

Berikutnya adalah fantasy art atau yang juga disebut sebagai seni fantastis. Aliran seni ini digunakan untuk mengilustrasikan narasi dari sastra atau dongeng. Karya seni ini mengeksplorasi fantasi, mimpi, fiksi dan visi. Meski populer pada 1900-an, nyatanya aliran seninya jarang diajarkan di sekolah seni maupun dipajang di galeri seni rupa.

8. Grafiti

Seni jalanan ini dapat dianggap sebagai pengembangan dari pop art. Grafiti ini sudah ada sejak akhir 1960-an. Ciri khas dari aliran seni adalah penggunaan huruf dan lukisan yang mediumnya di tempat-tempat terbuka.

9. Fotorealisme

Last but not least, ada fotorealisme yang menekankan pada penyalinan gambar sampai detail terkecil dalam sebuah lukisan. Karya seni ini dipopulerkan pada 1980-an. Fotorealisme banyak digunakan di sekolah-sekolah seni untuk meningkatkan teknik melukis seorang seniman secara keseluruhan.

Manfaatkan beberapa tren karya baru tersebut sebagai sumber inspirasi untuk mengasah bakat seni yang dimiliki. Yang terpenting, jangan mudah menyerah dan teruslah wujudkan mimpi untuk menjadi seniman besar sekaligus pionir di bidang yang kamu geluti.

 

(kly/tmi)

Reporter:

Iwan Tantomi



MORE STORIES




REKOMENDASI