Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Ramadan telah berlalu, namun bagi sebagian umat Muslim, ada tugas penting yang masih menanti untuk diselesaikan, yaitu melunasi hutang puasa. Hutang puasa ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti sakit, perjalanan jauh, atau datang bulan. Lalu, bagaimana cara tepat untuk melunasinya?
Ada dua cara utama untuk menuntaskan hutang puasa Ramadan: qadha dan fidyah. Qadha berarti mengganti puasa yang terlewat dengan berpuasa di hari lain, sementara fidyah adalah pemberian makanan kepada fakir miskin sebagai bentuk denda.
Pemilihan antara kedua cara ini bergantung pada alasan seseorang meninggalkan puasa dan kondisi fisiknya. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan waktu pelaksanaannya, agar ibadah kita diterima di sisi Allah SWT. Baik qadha maupun fidyah memiliki aturan dan prosedur yang berbeda.
Advertisement
Memahami dengan baik kedua metode ini akan membantu kita menunaikan kewajiban agama dengan tepat. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ulama atau ahli agama jika ada keraguan mengenai kondisi tertentu. Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang tata cara melunasi hutang puasa Ramadan melalui qadha dan fidyah, serta perbedaan antara keduanya.
Qadha adalah cara utama untuk membayar hutang puasa Ramadan. Caranya cukup sederhana: Anda harus berpuasa di hari lain dengan niat mengganti puasa yang telah ditinggalkan. Niat ini cukup dibaca dalam hati. Jumlah hari puasa yang Anda ganti harus sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan. Misalnya, jika Anda meninggalkan 5 hari puasa, maka Anda wajib mengganti 5 hari puasa tersebut.
Walaupun disarankan untuk mengqadha puasa secara berurutan, hal ini tidaklah wajib. Anda bisa mengqadha puasa kapan saja, asalkan sebelum Ramadan berikutnya tiba. Jika karena alasan syar'i (seperti sakit, perjalanan jauh, atau haid) Anda tidak dapat melaksanakan qadha sebelum Ramadan berikutnya, Anda diperbolehkan untuk melakukannya setelah Ramadan berikutnya.
Namun, jika Anda mampu berpuasa namun menunda tanpa alasan yang sah hingga Ramadan berikutnya, maka Anda tetap wajib melakukan qadha dan mungkin juga diwajibkan untuk membayar fidyah. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk segera merencanakan dan menunaikan qadha puasa Anda sebaik mungkin agar kewajiban ini dapat diselesaikan dengan sempurna.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Fidyah adalah keringanan yang diberikan oleh Allah SWT bagi mereka yang tidak mampu berpuasa karena uzur syar'i yang berkepanjangan, seperti sakit kronis, usia lanjut, atau kondisi kesehatan yang terus menerus menghalangi mereka untuk berpuasa. Fidyah berupa pemberian makanan pokok kepada fakir miskin, yang biasanya setara dengan satu mud (sekitar 7 ons) makanan pokok per hari puasa yang ditinggalkan.
Pemberian fidyah bisa dilakukan sekaligus atau dibagi-bagi setiap hari selama bulan Ramadan. Niat untuk membayar fidyah sebaiknya juga dibaca. Fidyah dapat dibayarkan kapan saja sebelum Ramadan berikutnya tiba. Namun, perlu diingat bahwa pemberian fidyah tidak menghapus kewajiban qadha jika di masa depan seseorang sudah mampu berpuasa.
Yang perlu digarisbawahi, fidyah bukanlah pengganti qadha. Jika seseorang sudah mampu mengqadha puasa, maka ia tetap wajib melakukannya, meskipun telah membayar fidyah. Fidyah hanya diberikan sebagai keringanan bagi mereka yang benar-benar tidak mampu berpuasa karena uzur syar'i yang berkepanjangan.
Advertisement
Perbedaan utama antara qadha dan fidyah terletak pada kemampuan fisik dan alasan meninggalkan puasa. Qadha wajib dilakukan bagi siapa saja yang meninggalkan puasa Ramadan tanpa uzur syar'i yang berkepanjangan. Sementara itu, fidyah merupakan keringanan bagi mereka yang tidak mampu berpuasa karena uzur syar'i yang berkepanjangan.
Jika Anda mampu mengqadha, maka Anda wajib mengqadha. Fidyah hanya sebagai pelengkap jika memang kondisi kesehatan Anda tidak memungkinkan untuk berpuasa. Konsultasikan dengan ulama atau ahli agama untuk memastikan cara terbaik dalam membayar hutang puasa Anda.
Jangan menunda kewajiban ini. Allah SWT Maha Pengampun dan selalu membuka pintu taubat, namun tetaplah berusaha untuk menunaikan kewajiban agama sebaik mungkin. Segera rencanakan dan laksanakan qadha atau fidyah sesuai dengan kondisi Anda.
1. Bagaimana niat untuk mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan?
Niat untuk qadha puasa Ramadan adalah:
"Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'i fardhi syahri Ramadh�na lillâhi ta'âlâ."
Artinya: "Aku niat puasa esok hari sebagai ganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta'ala."
2. Kapan waktu yang tepat untuk melafalkan niat qadha puasa?
Niat qadha puasa harus dilafalkan pada malam hari sebelum fajar, sama seperti niat puasa Ramadan.
3. Apakah puasa qadha harus dilakukan secara berturut-turut?
Tidak, puasa qadha tidak wajib dilakukan secara berturut-turut. Namun, dianjurkan untuk segera menyelesaikannya sebelum datangnya Ramadan berikutnya.
4. Siapa saja yang diperbolehkan membayar fidyah sebagai pengganti puasa?
Orang yang tidak mampu berpuasa karena alasan seperti usia lanjut atau penyakit kronis yang tidak memungkinkan untuk berpuasa diperbolehkan membayar fidyah sebagai pengganti.
5. Bagaimana cara membayar fidyah bagi yang tidak mampu berpuasa?
Fidyah diberikan dalam bentuk makanan pokok, seperti beras sebanyak 1,5 kg per hari puasa yang ditinggalkan, atau sesuai dengan kebiasaan setempat.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/mni)
Advertisement
Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Jantung pada Urine? Yuk Waspada, Ini Penjelasannya
Aktor Hollywood Val Kilmer, Rekan Main Tom Cruise dalam Film 'TOP GUN' Meninggal Dunia
Apa Itu Post-Holiday Bues Usai Libur Lebaran? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya
Rendang hingga Opor, Ini Deretan Masakan Pelengkap Ketupat yang Wajib Ada saat Lebaran
Cara Memasak Rendang agar Daging Empuk dan Santan Tidak Pecah, Tips Sajian Matang Sempurna