Donggala Palu Terkena Gempa & Tsunami, Mensos Gerak Cepat Mengirim Bantuan

Sabtu, 29 September 2018 06:01 Penulis: Sanjaya Ferryanto
Donggala Palu Terkena Gempa & Tsunami, Mensos Gerak Cepat Mengirim Bantuan
PRCPB Marinir © Liputan6.com/HO/Dispen Kormar


Kapanlagi Plus - Pemerintah langsung bergerak cepat dalam menangani gempa dan tsunami yang menghantam Donggala, Palu dan beberapa daerah di Sulawesi Tengah. Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan jika Kementeriannya telah melakukan beberapa upaya tanggap darurat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan identifikasi. Mensos juga telah berkoordinasi dengan Panglima TNI untuk mobilisasi barang bantuan dan peralatan evakuasi yang disiapkan dari Gudang Pusat Kemensos di Bekasi.

"Kita sudah lakukan identifikasi sumber daya yang dimiliki Kementerian Sosial dan mengaktivasi sistem penanggulangan bencana bidang sosial. Baik bufferstok bantuan darurat, peralatan evakuasi, personil relawan Tagana, maupun kendaraan siaga bencana," kata Agus di Jakarta, Sabtu (28/9/2018) seperti dilansir Liputan 6.

1. Koordinasi Dengan Panglima TNI

"Untuk hal tersebut Kemensos sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI untuk menyiapkan pesawat Hercules untuk pengiriman bantuan darurat dari gudang pusat. Kemensos juga telah memerintahkan mobilisasi bantuan darurat dari stok yang ada di Gudang Regional Timur melalui jalur darat,” tambahnya lagi.

Bantuan yang dikirimkan dari Jakarta adalah 1.000 kardus makanan cepat saji, 2.000 velbed, 25 tenda serbaguna, 3000 tenda gulung, 2 paket perlengkapan dapur umum lapangan, 1.000 matras, dan 1.500 kasur.

Sementara bantuan dari Gudang Kemensos Regional Timur yang ada di Makassar, terdiri dari 100 velbed, 2 tenda serbaguna keluarga, 1500 matras, 3000 selimut, 200 family kit, 200 kids ware. Ada juga 100 tenda gulung, 345 food ware dan 100 paket sandang.

2. Berkekuatan 7,4 SR

Sebelumnya sempat terjadi gempa bumi dengan kekuatan 7,4 skala richter di Donggala, Palu, dan Mamuju. Karena gempa tersebut, sempat terjadi tsunami di Palu.

Rahmat Triyono yang merupakan Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono membenarkan kalau tsunami memang sempat terjadi di Palu. Namun pihak mereka tidak bisa memastikan berapa tinggi gelombang tsunami tersebut.

"Ini tsunami sudah terjadi, BMKG bilang sudah berakhir, artinya tsunami sudah enggak ada lagi, daerah pantai Palu sudah aman, tsunami sudah terjadi beberapa waktu lalu, kemungkinan 1,5 meter sampai 2 meter," ungkap Rahmat Triyono, Jumat (28/9).

3. Masyarakat Bisa Kembali ke Rumah Masing-Masing

Dari penuturan Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG ini diketahui kalau gempa tidak akan datang kembali. Masyarakat pun bisa dengan aman kembali ke rumah masing-masing.

"Tsunami terjadi saat terjadi gempa, waktu tempuh (tsunami) hanya beberapa KM dan waktu tiba kurang dari 30 menit, artinya lebih dari itu tsunami sudah sampai. Itu (tsunami) sudah terjadi menghantam di kota Palu, dan air sudah kembali ke laut, artinya masyarakat bisa kembali ke rumah-rumah lagi karena tsunami sudah enggak terjadi," tandasnya seperti yang dilansir Merdeka.

(kpl/lip/frs)



MORE STORIES




REKOMENDASI