Kulit Eksim Butuh Pelembap yang Tepat, Ini Tips Memilihnya

Kulit Eksim Butuh Pelembap yang Tepat, Ini Tips Memilihnya
Kulit eksim butuh pelembap yang tepat. (Cetapil)

Kapanlagi.com - Kulit kering, kasar, dan gatal merupakan keluhan yang sering menyertai eksim. Gejala tersebut bukan hanya terasa mengganggu, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas harian. Menjaga kelembapan kulit dan mempertahankan fungsi skin barrier menjadi langkah penting dalam perawatan eksim.

Pemakaian pelembap secara rutin membantu menahan kadar air di kulit dan memberi perlindungan tambahan dari faktor pemicu iritasi. Pemilihan produk tidak cukup mengandalkan tekstur atau sensasi sesaat, melainkan perlu mempertimbangkan kondisi kulit, tingkat kekeringan, komposisi, serta kenyamanan penggunaan agar konsisten dipakai setiap hari.

Dalam penjelasannya, Senior Brand Manager PT Galderma Indonesia, Firdha Wanda, menekankan bahwa pendekatan yang tepat membantu menjaga kulit tetap nyaman sekaligus mendukung pertahanan alami kulit. Berikut panduan memilih pelembap untuk kulit eksim beserta cara membangun rutinitas yang terarah.

1. Peran Skin Barrier Pada Eksim

Menurut Firdha Wanda, kulit dengan eksim membutuhkan perhatian lebih karena fungsi pelindungnya lebih rentan terganggu. Ia menekankan pentingnya menjaga kelembapan sebagai bagian dari upaya mempertahankan kondisi skin barrier, bukan semata agar kulit terasa halus.

"Ketika skin barrier tidak bekerja secara optimal, kulit lebih mudah kehilangan kelembaban dan menjadi lebih sensitif terhadap berbagai faktor dari lingkungan. Karena itu, menjaga kelembapan bukan sekadar membuat kulit terasa lembut, tetapi merupakan bagian dari upaya mempertahankan kondisi skin barrier," ujar Firdha.

Ia menjelaskan, lapisan terluar kulit dapat dianalogikan seperti dinding yang terbentuk dari batu bata dan perekat. Sel kulit berperan sebagai batu bata, sementara lipid seperti ceramide mengisi celah di antaranya. Pada kulit eksim, struktur ini lebih mudah terganggu sehingga air lebih cepat menguap dan iritan lebih mudah masuk.

"Bayangkan skin barrier seperti pagar pertahanan kulit. Ketika pertahanannya melemah, kulit menjadi lebih mudah kehilangan air sekaligus lebih rentan terhadap iritan. Pelembab membantu memberikan dukungan agar pertahanan tersebut tetap terjaga," jelasnya.

2. Pilih Kandungan dan Tekstur yang Tepat

Kebutuhan setiap orang dengan eksim bisa berbeda. Produk yang nyaman untuk kulit agak kering belum tentu cukup bagi kulit yang sangat kering atau saat flare. Firdha mengingatkan agar mencermati formula, terutama menghindari tambahan pewangi yang berpotensi mengiritasi kulit sensitif.

"Yang paling penting bukan mencari produk yang paling berat atau paling mahal, tetapi menemukan formula yang sesuai dengan kondisi kulit dan bisa digunakan secara konsisten. Konsistensi justru menjadi salah satu kunci dalam perawatan kulit kering dan sensitif," katanya.

Selain formula bebas pewangi, bahan seperti glycerin dan ceramide dapat dipertimbangkan karena berperan membantu mempertahankan kelembapan serta mendukung skin barrier. Penyesuaian kandungan idealnya ditautkan dengan keluhan dan tingkat kekeringan yang dirasakan.

Tekstur juga perlu disesuaikan. Lotion umumnya lebih ringan dan praktis untuk area tubuh luas, krim memiliki tekstur lebih kaya sehingga cocok pada bagian yang lebih kering, sementara ointment bersifat lebih oklusif dan terasa lebih berat saat dipakai.

"Tidak ada satu tekstur yang otomatis paling baik untuk semua kondisi. Kulit yang sangat kering mungkin membutuhkan krim yang lebih intensif, sementara lotion bisa lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari pada area yang lebih luas. Prinsipnya adalah menyesuaikan kebutuhan kulit," tutur Firdha.

3. Susun Rutinitas yang Bisa Dipertahankan

Pelembap idealnya digunakan secara teratur, terutama setelah mandi saat kulit masih lembap, lalu diulang ketika kulit mulai terasa kering. Dalam perawatan kulit kering dan sensitif, pendekatan cleanse, repair, moisturize, dan protect membantu menyusun rutinitas yang jelas.

Salah satu rangkaian yang dikembangkan untuk kebutuhan tersebut adalah Cetaphil Pro AD Derma. Rangkaian ini mencakup Skin Restoring Wash untuk membersihkan secara lembut, Pro AD Derma Repair Cream untuk merawat area yang sangat kering dan gatal, serta Skin Restoring Moisturizer untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit.

"Perawatan kulit itu bukan perlombaan mencari produk yang paling banyak kandungannya. Yang lebih penting adalah apakah produknya sesuai dengan kebutuhan kulit, nyaman digunakan, dan memungkinkan seseorang mempertahankan rutinitasnya setiap hari," ujar Firdha.

4. Amati Respons Kulit dan Waktu Tepat ke Dokter

Respons kulit terhadap produk bisa berbeda. Penggunaan produk baru sebaiknya dilakukan bertahap, dimulai dengan uji pada area kecil. Jika muncul sensasi terbakar, kemerahan yang memburuk, pembengkakan, atau gatal berat, hentikan pemakaian dan evaluasi kondisi kulit.

"Kenali kulit sendiri. Jika muncul respons yang tidak biasa setelah menggunakan produk, jangan dipaksakan. Kulit memberikan sinyal ketika ada sesuatu yang tidak sesuai," kata Firdha.

Ia mengingatkan, pelembab memiliki peran membantu mengatasi kekeringan dan mendukung skin barrier, namun tidak menggantikan terapi medis. "Pelembab adalah bagian dari perawatan, bukan pengganti diagnosis atau obat dari dokter. Jika eksim sedang mengalami flare berat, mengeluarkan cairan, berkerak, terasa nyeri, mengganggu tidur, atau tidak membaik dengan perawatan dasar, sebaiknya konsultasikan dengan dokter," tegasnya.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan dengan dokter kulit untuk penanganan eksim yang sesuai dengan kondisi Anda.

(kpl/jje)

Rekomendasi

Trending