Fenomena Klitih, Potret Kenakalan Remaja Yang Mengkhawatirkan

Jum'at, 17 Maret 2017 13:18 Penulis: Agista Rully
Fenomena Klitih, Potret Kenakalan Remaja Yang Mengkhawatirkan
© ilustrasi

Kapanlagi Plus - Dilihat dari kacamata demografi Indonesia, penduduk usia remaja mencapai angka 30%. Hal ini membuktikan bahwa jumlah remaja di Indonesia cukup besar. Sayangnya berdasarkan data Badan Narkotika Nasional, justru 50-60% remaja malah jadi pengguna narkoba. 48% dari jumlah tersebut merupakan pecandu sementara sisanya hanya mencoba penggunaan narkoba.

Kenyataan ini diperparah oleh fakta lapangan bahwa 90% video porno yang beredar dalam beberapa tahun terakhir diperankan oleh remaja. Tingginya tingkat seks bebas ni juga turut meningkatkan angka aborsi. Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2012, sekitar 21.2% remaja SMP dan SMA di 17 kota besar Indonesia pernah melakukan aborsi. Menyedihkan bukan?

Data-data tersebut masih berupa statistik kenakalan remaja yang terbilang merugikan diri sendiri belum termasuk merugikan orang lain. Masalahnya, belakangan terdapat sebuah fenomena kenakalan remaja di Yogyakarta yang mulai mengkhawatirkan dan mengancam nyawa yakni Klitih. Fenomena Klitih ini semakin menjadi pada tahun 2016 lalu tapi hal ini tak berarti bahwa fenomena ini telah berakhir.

Klitih, bentuk penyerangan yang dilakukan karena tawuran antar pelajar. Telah banyak korban berjatuhan © ilustrasiKlitih, bentuk penyerangan yang dilakukan karena tawuran antar pelajar. Telah banyak korban berjatuhan © ilustrasi

Selasa (14/03) salah seorang pelaku Klitih, yakni pelajar yang menyerang pelajar dari sekolah yang berbeda, berhasil ditangkap oleh Polisi Yogyakarta. Pelaku yang ditangkap ini dilaporkan telah menewaskan seorang pelajar berusia 17 tahun di lokasi yang dekat dengan Kantor Walikota Yogyakarta.

Meski fenomena Klitih pada mulanya menarget para pemuda yang mengenakan seragam sekolah, beberapa kasus penyerangan terhadap wisatawan dan juga warga biasa yang keluar di malam hari juga terjadi. Tak tanggung-tanggung, para pelaku membawa serta senjata tajam seperti pisau, clurit, dan pedang untuk menyerang korban saat pergi di malam hari.

Saat ini aparat Yogyakarta memang tengah getol merazia para pelaku Klitih namun ada baiknya juga untuk senantiasa waspada dan menjaga diri sebelum menjadi korban kekerasan akibat kenakalan remaja ini. Salah satu pencegahan yang sangat mungkin dilakukan adalah tidak keluar di malam hari dan senantiasa melewati jalan yang ramai. Sebab insiden Klitih sering terjadi di daerah yang sepi dan jarang dilewati orang. Semoga para pelaku Klitih ini segera ditangkap ya KLovers!

(kpl/agt)

Editor:

Agista Rully



MORE STORIES




REKOMENDASI