Gara-Gara Twit Elon Musk, Saham Tesla Turun

Jum'at, 28 September 2018 12:01 Penulis: Mahardi Eka Putra
Gara-Gara Twit Elon Musk, Saham Tesla Turun
CEO Tesla, Elon Musk. Foto: AFP


Kapanlagi Plus - Mulutmu harimaumu. Frasa tersebut pas menggambarkan apa yang sedang dialami oleh Elon Musk, CEO Tesla. Saham perusahaan yang memproduksi kendaraan listrik, batere, dan juga panel tenaga surya ini turun sampai 12 persen pasca gugatan hukum yang dilayangkan oleh U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) atau Komisi Pasar Modal AS.

Dalam laporannya, Badan independen AS yang menangani sekuritas nasional tersebut menyebut bahwa Elon telah membuat  twit yang menyesatkan para investor. Dalam twit yang diunggah 7 Agustus tersebut, Elon mengungkap niatannya untuk privatisasi perusahaan tersebut. Disebutnya, ia akan menjual saham Tesla seharga US$ 420 per lembar. Jika benar begitu, maka saham Tesla tidak akan lagi diperjualkanbelikan kepada publik di pasar bursa. Menurut SEC, Musk tidak berhenti pada satu twit itu saja.

Hal tersebut diyakini SEC telah menyesatkan para investor karena Elon tidak memiliki cukup bukti terkait pernyataannya itu. Ditambahkan SEC, ketika menuliskan twit tersebut, Elon sadar bahwa belum ada transaksi apapun serta sumber dana apapun atau dari manapun terkait privatisasi tersebut. 

1. Gara-Gara Nyinyir

Musk juga pernah mendapatkan tuntutan karena twit yang ditulisnya. Dilansir oleh Marketwatch.com, ia juga sedang diselidiki atas tuduhan tindakan kriminal. Disebut dalam laporan tersebut, Musk disebut telah melakukan pencemaran nama baik kepada salah satu penyelamat tim pemain sepakbola Thailand yang terjebak dalam gua.

Pasalnya dalam Twitter ia menyebut Unsworth Vernon, penyelamat tersebut dengan kata "pedo", yang adalah kependekan dari pedofil. 

2. Respon Musk

Lewat pernyataan resmi, Musk mengaku sedih dan menyebut SEC tidak adil. "Tindakan tidak adil SEC membuat saya sangat sedih dan kecewa. Saya selalu bertindak untuk kepentingan kebenaran, transparansi, dan investor," sebut Musk.

Sementara dewan direksi Tesla terus mendukung Elon dalam hal ini. Mereka percaya sepenuhnya akan integritas Elon dan kepemimpinannya dalam perusahaan tersebut. "Hasilnya seperti diliha, Tesla menjadi perusahaan otomat paling sukses di AS selama satu abad terakhir," ungkap perwakilan direksi Tesla. 

Dalam statemennya Tesla akan terus mengembangkan produksi Model 3 dan akan terus memanjakan para konsumen, pemegang saham, serta pekerja mereka. 

(kpl/dka)



MORE STORIES




REKOMENDASI