Heboh Soal Saracen, Otak di Balik Ujaran Kebencian di Kalangan Netizen

Kamis, 24 Agustus 2017 16:18 Penulis: Agista Rully
Heboh Soal Saracen, Otak di Balik Ujaran Kebencian di Kalangan Netizen
© istimewa

Kapanlagi Plus - Selama beberapa tahun terakhir, pernah tidak sih kamu merasa terganggu dengan konten hoax serta ujaran kebencian yang bertebaran di timeline? Mungkin awalnya kamu mengira itu hanyalah user yang mengganggu. Namun siapa sangka bahwa segala ujaran kebencian tersebut ternyata dilakukan secara terorganisir?

Seperti yang kita tahu, ujaran kebencian yang dilontarkan oleh berbagai user berakibat pada adu domba dan perpecahan bangsa. Dan kelompok yang tengah ramai diperbincangkan yakni Saracen merupakan otak di balik pertengkaran di kalangan netizen setelah salah seorang koordinatornya dibekuk aparat kepolisian.

Kelompok Saracen yang menjadi otak di balik hate speech di internet © merdeka.comKelompok Saracen yang menjadi otak di balik hate speech di internet © merdeka.com

"Kelompok Saracen memiliki struktur layaknya organisasi pada umumnya dan telah melakukan aksi mereka sejak bulan November 2015," ujar Kombes Pol Irwan Anwar selaku kepala tindak pidana siber Polri dikutip dari merdeka.com.

Kelompok Saracen memiliki sejumlah petugas dengan fungsi yang berbeda. Ada yang memiliki kemampuan recovery akun yang diblokir, ada yang memproduksi dan menyebarkan kontan ujaran kebencian berbau SARA, ada juga yang membuat akun bersifat real, semi anonim maupun anonim.

"Mereka menyiapkan proposal. Dalam satu proposal yang kami temukan, nilai jualnya puluhan juta rupiah," imbuh Irwan. Meski demikian, Kombes Pol Irwan belum mau mengungkap siapa saja yang menggunakan jasa Saracen ini. "Masih dalam pendalaman tapi kurang lebih melalui sistem pemesanan," lanjutnya.

Kelompok Saracen mendapatkan pesanan dari pengguna jasa dengan nilai Rp 75-100 juta © merdeka.comKelompok Saracen mendapatkan pesanan dari pengguna jasa dengan nilai Rp 75-100 juta © merdeka.com

Untuk memviralkan ujaran kebencian, kelompok Saracen berternak akun. Ada lebih dari 2.000 akun menjelek-jelekkan kaum Islam ada juga 2.000 akun yang menjelek-jelekkan kaum Kristiani. "Dia menawarkan sebesar Rp 75 juta sampai Rp 100 juta, itu di proposal ya," terang Kombes Irwan.

Kelompok Saracen ini baru terungkap setelah seorang koordinator Jawa Barat berinisial SRN ditangkap pada 5 Agustus 2017 lalu. Diketahui, Ibu paruh baya ini menjelek-jelekkan Joko Widodo melalui akun Facebook. Dirinya juga menyebarkan hate speech, SARA, dan hoax melalui akun Facebook miliknya. Itulah mengapa netizen makin ngeri sekarang, jadi bijaklah dalam menggunakan sosial media dan tetap berkepala dingin agar tak mudah terprovokasi ya KLovers.

(mdk/agt)

Editor:

Agista Rully



MORE STORIES




REKOMENDASI