Hindari Kepunahan, Bangsawan Indonesia Tekstil Lestarikan Warisan Nusantara di Kota yang Nggak Punya Akar Perbatikan

Rabu, 24 Februari 2021 07:30 Penulis: Jeffrey Winanda
Hindari Kepunahan, Bangsawan Indonesia Tekstil Lestarikan Warisan Nusantara di Kota yang Nggak Punya Akar Perbatikan
Instagram.com/batik.bangsawan


Kapanlagi Plus - Sebagai salah satu warisan nusantara yang sudah mendapat pengakuan dari kancah internasional, Batik adalah simbol dari kebudayaan Jawa. Keberadaannya memang perlu dilestarikan mengingat perkembangan teknologi industri membawa tren yang melunturkan kebudayaan daerah.

Untuk melestarikan warisan Nusantara ini, Bangsawan Tekstil yang dipimpin oleh Nur Kholis bertekad untuk berjuang meskipun mereka lahir dari kota yang sama sekali tidak identik dengan batik, yakni Gresik, Jawa Timur. Bangsawan Tekstil memulai perjalanannya sejak Februari 2011 dengan bermodalkan Rp 10 juta.

1. Menyelamatkan Tradisi yang Melegenda

Motivasi terbesar Nur Kholis dalam menggagas Bangsawan Tekstil adalah untuk menyelamatkan tradisi turun temurun yang telah diwariskan. Salah satunya adalah batik lukis lampion Damar Kurung yang telah melegenda di wilayah Gresik dan sebagian besar Jawa Timur.

Nggak cuma untuk bisa tetap dinikmati keindahan dan sejarahnya, melestarikan batik dan kebudayaan ini tentunya juga bisa memberi peluang pada anak-anak untuk mengenal tradisi dan budaya mereka sendiri. Dengan aktivitas ini, diharapkan arus informasi dan teknologi yang cepat tidak akan menghalangi generasi penerus untuk mempelajari kesenian daerah.

2. Memiliki Motif Batik yang Khas

Bangsawan Indonesia Tekstil memiliki motif batik yang unik dan menggambarkan kebudayaan Gresik. Bernama Kawulo Alit, motif ini menampilkan lebih dari 50 fragmen masyarakat pesisir Gresik, seperti kegiatan ngangsu (menimba air sumur), pedagang di pasar, anak-anak mengaji, memancing ikan, kegiatan pencak silat, dan masih banyak lagi.

3. Telah Memasarkan Produk Secara Digital

Walaupun pada awalnya dipasarkan secara offline untuk kalangan sekitar wilayah Gresik, Bangsawan Indonesia Tekstil juga telah menjajakan karya nasional ini secara online. Telah berbisnis melalui website tahun 2016, Nur Kholis melanjutkan bisnisnya melalui jejaring sosial Facebook, Instagram, dan market place.

4. Memberikan Dampak Positif Bagi Lingkungan Sekitarnya

Adanya usaha untuk tetap melestarikan kekayaan budaya seperti Bangsawan Indonesia Tekstil ini tentunya berimbas pada terhindarnya batik dari kepunahan. Tak hanya itu, Nur Kholis juga mampu menggerakkan ekonomi lokal dengan memperkerjakan 13 karyawan yang berasal dari sekitar Gresik.

Total 13 karyawan yang ada di Bangsawan Indonesia Tekstil merupakan pembatik, penjahit, penjaga toko, pengurus toko online dan beberapa divisi yang lain. Atas kegigihannya dalam melestarikan batik dan menggerakkan ekonomi lokal, tak heran jika Bangsawan Indonesia Tekstil mampu menjadi finalis dalam Festival Kreatif Lokal 2020 yang diadakan oleh Adira Finance.

Bekerjasama dengan Kemenparekraf RI, Festival Kreatif Lokal adalah agenda Corporate Social Responsibility (CSR) dari Adira Finance. Tema #BangkitBersamaSahabat yang diangkat dalam kegiatan ini diadakan sejak Agustus 2020 dan mencapai puncaknya pada bulan Januari 2021 lalu. Nggak cuma itu aja, Adira Finance juga menggalang donasi yang ditujukan bagi para pelaku UMKM terdampak pandemi.

(kpl/jef)

Reporter:

Jeffrey Winanda



MORE STORIES




REKOMENDASI