Hyppe Kenalkan Teknologi Fingerprint Combat Sebagai Solusi Pembajakan Konten
Credit: Dokumentasi Pribadi
Kapanlagi.com - Di era serba digital ini, fungsi dari sosial media mulai mengalami revolusi besar-besaran. Jika dulunya hanya dipakai untuk sarana komunikasi jarak jauh, kini mulai banyak konten kreator yang memanfaatkan sosial media sebagai ajang bisnis, membuat karya, mengadakan meeting dan masih banyak lainnya.
Seiring dengan itu, muncul juga berbagai permasalahan yang kerap ditemui para konten kreator, seperti salah satunya pembajakan konten yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab. Berangkat dari fakta tersebut, sebuah aplikasi media sosial baru bernama Hyppe dikenalkan sebagai solusinya.
Hyppe mengusung teknologi Fingerprint Combat sebagai basis teknologinya untuk menjaga konten dari pembajakan. Teknologi ini dapat membantu para content creator dalam memberikan proteksi kepada setiap konten jika terjadi indikasi pembajakan konten.
Advertisement
"Kami menerapkan Blockchain dan Fingerprint Combat sebagai basis teknologi di aplikasi Hyppe agar para content creator dapat menjaga hak kepemilikan konten mereka sekaligus dapat melakukan transaksi jual beli konten kepada sesama pengguna aplikasi Hyppe," tutur Magin M, Chief Strategy Officer Hyppe Teknologi Indonesia.
1. Teknologi Blockchain
Selain Fingerprint Combat, Hyppe juga menyertakan Blockchain ke dalam basis teknologinya. Blockchain berfungsi untuk mencatat data berdasarkan jaringan peer to peer yang terdesentralisasi, efisien dan aman karena dilindungi oleh penerapan algoritma kriptografi yang kuat.
Penerapan teknologi Blockchain terhadap berbagai macam teknologi pun sudah mulai dilakukan di berbagai sektor. Dan Indonesia adalah negara pertama yang secara aktif memanfaatkan teknologi Blockchain. Dengan adanya BaaS atau yang lebih dikenal dengan Blockchain as a Service, maka tingkat security layer pada sebuah teknologi aplikasi bisa ditingkatkan hingga tahap mustahil untuk dibobol, setidaknya hingga saat ini.
Blockchain juga memberikan transparansi yang lebih baik, karena sifatnya yang immutable atau tidak bisa diubah dan aman.
Dengan teknologi Blockchain dan Fingerprint Combat yang diusungnya, Hyppe akan menjaga kepemilikan hak cipta untuk semua konten yang diunggah ke dalam aplikasi, dan mereka pun dapat memonetisasi atau menguangkan konten mereka.
Hal tersebut tentu akan sangat membantu para content creator dalam mengembangkan sekaligus menjaga konten yang mereka ciptakan. Melihat segala keunggulan dan keamanan yang ditawarkan oleh Blockchain dan Fingerprint Combat, tentu teknologi ini akan semakin diminati, seiring dengan perkembangan teknologi digital Tanah Air.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
2. Masih Dalam Tahap Develop
Ke depannya, Hyppe Teknologi Indonesia juga akan terus mengembangkan berbagai platform digital lainnya dalam menyongsong era akses internet 5G yang saat ini ekosistemnya sedang dipersiapkan secara menyeluruh oleh pemerintah. Sebagai aplikasi media sosial yang mengusung teknologi Blockchain dan Fingerprint Combat sebagai basis teknologinya, tentu akan menjadi keunggulan tersendiri bagi Hyppe. Oleh karena itu, ini menjadi peluang besar bagi Hyppe untuk bersaing di tingkat global.
"Saat ini masih kami develop, jadi tunggu aja ya. Kita upayakan aplikasi Hyppe ini dapat siap diluncurkan tahun ini," ungkap Sammy Goh, selaku Chief Operating Officer PT Hyppe Teknologi Indonesia.
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/gtr)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba