Ini Lho Langkah Penting yang Bisa Lindungi Ibu dan Anak dari Risiko Tercemar BPA
(c) Shutterstock
Kapanlagi.com - Kemasan AMDK yang berpotensi mengandung senyawa Bisphenol A (BPA) memang masih terus jadi topik perbincangan. Pemerintah pun mengeluarkan regulasi pelabelan lewat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kini, regulasi pelabelan galon bekas pakai BPA tersebut masih berada di kantor Setneg, menunggu disahkan oleh Presiden Joko Widodo.
Aturan soal regulasi BPA memang dianggap penting, mengingat ada kelompok rentan yang perlu dilindungi seperti ibu dan anak. Informasi tentang dampak BPA sendiri juga bisa diakses secara terbuka lewat internet agar masyarakat lebih mengenal kemasan produk yang dikonsumsi.
Perhatian Khusus Komnas PA
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menjadi salah satu pihak yang memberikan perhatian serius terhadap masalah yang satu ini. Pengesahan regulasi BPA dianggap penting sebagai langkah melindungi kaum ibu dan anak, karena kemasan tanpa label rentan dikonsumsi kelompok rentan tersebut.
Advertisement
“Kemasan yang tidak dilabeli peringatan bahaya BPA dan dikonsumsi oleh anak-anak dan ibu-ibu, pastinya berbahaya,” katanya. “Oleh karena itu, dibutuhkan regulasi yang dapat mengatur label BPA pada pada pangan.”
Selain itu, Arist juga mengungkapkan jika Komnas PA menulis surat terbuka kepada Presiden Jokowi untuk mendorong peraturan BPOM No. 31 tahun 2018 tentang label pangan olahan agar segera ditandatangani.
“Wajib hukumnya industri menggunakan label. Peraturan Kepala BPOM No. 31 tahun 2018 sudah disusun dengan persetujuan DPR, dan sudah diserahkan ke Setneg untuk mendapatkan persetujuan Presiden,” kata Arist.
“Regulasi itu lahir untuk melindungi ibu-ibu dan anak-anak dari bahaya BPA,” katanya.
Pelabelan Jadi Hal yang Wajar dalam Industri
Regulasi untuk memberikan label dengan tulisan 'Berpotensi Mengandung BPA' menjadi hal yang wajar dalam industri. Apalagi karena regulasi hanya mengatur untuk menggunakan label pada galon plastik AMDK, bukan dilarang total.
Pelabelan juga terjadi pada industri lain, sebut saja rokok. Label peringatan dan ilustrasi bisa dilihat dalam kemasan rokok. Faktanya, pengaruh Covid-19, kenaikan harga BBM, serta kenaikan cukai rokok 10% pada 2023 dan 2024 menjadi dampak dominan yang mempengaruhi penjualan rokok dibandingkan pelabelan itu sendiri.
Berbagai studi internasional di banyak negara selama beberapa tahun terakhir juga sudah banyak yang membahas pengaruh BPA terhadap kesehatan. BPA sendiri merupakan senyawa yang mempengaruhi cara kerja hormon sehingga berdampak pada proses tubuh secara menyeluruh. Dampak BPA terhadap kesehatan bisa dialami terutama janin, balita dan orang dewasa. Sementara itu, plastik BPA sendiri sudah dilarang di berbagai negara seperti Uni Eropa, Perancis, Kanada, Jepang, Malaysia, dan 11 negara bagian di Amerika Serikat.
(*)
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(kpl/wri)
Advertisement
