International Global Network Rayakan 10 Tahun: Komitmen Kuat untuk Mencetak Pemimpin Masa Depan!

International Global Network Rayakan 10 Tahun: Komitmen Kuat untuk Mencetak Pemimpin Masa Depan!
AYIMUN komitmen mencetak pemimpin masa depan. / copyright partnership

Kapanlagi.com - Sepuluh tahun bukan sekadar angka; itu adalah sebuah perjalanan panjang yang dipenuhi dengan mimpi, proses, dan transformasi. International Global Network (IGN) merayakan satu dekade perjalanan luar biasa sebagai organisasi pendidikan internasional yang setia mendampingi generasi muda dalam mengembangkan diri menjadi pemimpin global yang berkarakter, berwawasan luas, dan penuh empati.

Didirikan dengan keyakinan bahwa mimpi anak muda tidak seharusnya terhalang oleh jarak, latar belakang, atau akses, IGN meyakini bahwa pendidikan sejati tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas. Kepemimpinan pun tidak lahir dari teori semata. Dengan bimbingan yang tepat, anak muda mampu menciptakan perubahan nyata—baik bagi diri mereka sendiri, komunitas, hingga dunia.

"Merupakan kehormatan bagi kami untuk merayakan satu dekade perjalanan International Global Network bersama rekan-rekan media, orang tua, pendidik, alumni, dan mitra sekolah. Sepuluh tahun ini bukan hanya tentang pencapaian kami, tetapi juga tentang jutaan mimpi anak muda yang tumbuh dan berkembang bersama kami," ungkap Muhammad Fahrizal, Presiden International Global Network.

Mari kita rayakan perjalanan ini dan terus dukung generasi muda untuk mewujudkan mimpi mereka!

1. Berkembang untuk Membangun Nilai Pikir Kritis

AYIMUN / copyright partnership

Selama sepuluh tahun terakhir, IGN telah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar serangkaian acara; ia kini merupakan sebuah organisasi pendidikan internasional yang mengedepankan sistem pembelajaran berkelanjutan. Melalui beragam program inovatif seperti konferensi Model United Nations (MUN), akademi, dan pelatihan kepemimpinan, IGN mengajarkan nilai-nilai berpikir kritis, komunikasi yang terstruktur, kolaborasi antarbudaya, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab.

Di dalam ruang-ruang belajar IGN, para peserta tidak sekadar hadir sebagai individu asing, tetapi sebagai kolaborator yang siap bersinergi. Banyak di antara mereka yang untuk pertama kalinya berdiri di depan ratusan pasang mata, menyampaikan ide-ide brilian, bernegosiasi mengenai isu-isu global, dan menyadari bahwa kepemimpinan sejati ditentukan oleh karakter, bukan sekadar jabatan. Dalam satu dekade perjalanan yang inspiratif ini, konferensi IGN telah menjangkau berbagai negara dan menyatukan ribuan delegasi dari Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia.

Banyak yang datang dengan keraguan dan rasa percaya diri yang minim, namun pulang dengan keyakinan baru bahwa suara mereka memiliki arti. Kini, alumni IGN telah tumbuh menjadi pemimpin di organisasi sekolah, penerima beasiswa, mentor, relawan, hingga pembicara di forum nasional dan internasional, membuktikan bahwa perjalanan ini benar-benar mengubah hidup.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Peluncuran AYIMUN Chapter

Perayaan satu dekade IGN bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga tonggak baru yang menginspirasi langkah lebih jauh. Dalam momen bersejarah ini, IGN meluncurkan AYIMUN Chapter, sebuah inisiatif Model United Nations yang mendekatkan pengalaman MUN kepada pelajar di komunitas mereka.

Dengan pendekatan regional, AYIMUN Chapter menawarkan suasana belajar yang lebih akrab dan berkelanjutan, di mana peserta berkesempatan terlibat langsung dalam simulasi diplomasi dan mendiskusikan isu-isu penting, baik di tingkat regional maupun global, untuk mempersiapkan diri melangkah lebih percaya diri ke panggung nasional dan internasional. Tak hanya itu, IGN juga mengumumkan rencana ambisius untuk ekspansi global di dekade mendatang dengan menggelar konferensi internasional di dua lokasi ikonis: Maldives dan Geneva. Konferensi Asia World Model United Nations (AWMUN) di Maldives, yang didukung oleh Pemerintah setempat dan dihadiri oleh Presiden Mohamed Muizzu, diharapkan menjadi pengalaman diplomasi yang tak terlupakan, dengan latar belakang alam yang menambah kedalaman diskusi isu-isu global.

3. Menghadirkan Pendidikan Diplomasi yang Lebih Nyata

AYIMUN Geneva akan digelar di Palais des Nations, jantung diplomasi global dan tempat lahirnya berbagai keputusan krusial PBB. Dalam pengalaman berharga ini, generasi muda diajak untuk merasakan langsung dinamika dunia diplomasi yang selama ini hanya mereka kenal dari buku dan layar. Dua lokasi yang berbeda bersatu dalam satu visi: menciptakan pendidikan diplomasi yang lebih hidup, dekat, dan bermakna bagi para calon pemimpin masa depan.

"Dekade berikutnya adalah tentang memperluas dampak. Bukan hanya mencetak delegasi yang siap berbicara, tetapi melahirkan pemimpin yang siap berkontribusi, mulai dari daerahnya, untuk dunia," tegas Muhammad Fahrizal.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(kpl/jje)

Rekomendasi
Trending