"Alibaba akan melakukan segala upaya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur perangkat keras cloud dan AI guna mendorong perkembangan seluruh industri," ujar CEO Alibaba Group, Eddie Wu, dilansir dari ANTARA.
Investasi Alibaba Group Senilai USD53 Miliar untuk Cloud dan AI, Apa Rencana Besar Mereka?
Logo Alibaba (credit: wikipedia)
Kapanlagi.com - Alibaba Group baru saja menggemparkan dunia teknologi dengan pengumuman rencana investasi yang luar biasa, mencapai USD53 miliar (setara dengan Rp826 triliun) dalam tiga tahun ke depan! Ini bukan sekadar angka, melainkan langkah strategis yang akan memperkuat infrastruktur cloud computing dan kecerdasan buatan (AI) mereka. Investasi ini menandai salah satu komitmen terbesar yang pernah dilakukan oleh perusahaan swasta di China dalam sektor teknologi, dan menunjukkan ambisi Alibaba untuk meraih dominasi di pasar AI global.
Dengan dana segar ini, Alibaba berencana membangun pusat data canggih, mengembangkan chip AI teranyar bernama Hanguang 900, serta mempercepat inovasi di dunia komputasi awan. Namun, tak hanya itu! Langkah ini juga dipandang sebagai strategi China untuk memperkuat posisinya dalam perlombaan kecerdasan buatan, bersaing langsung dengan raksasa seperti Amerika Serikat dan Eropa.
Lalu, bagaimana rencana Alibaba dalam mengalokasikan investasi ini? Apa dampaknya bagi industri AI global? Berikut ulasannya, dirangkum Kapanlagi.com, Selasa (25/2).
Advertisement
1. Investasi Alibaba Group Sebesar USD53 Miliar untuk Cloud dan AI
Alibaba Group baru saja mengumumkan langkah ambisius dengan investasi sebesar 380 miliar yuan (sekitar USD53 miliar) untuk membangun infrastruktur cloud computing dan kecerdasan buatan (AI) dalam tiga tahun ke depan. Angka ini bukan hanya sekadar angka, melainkan sebuah pernyataan tegas dari Alibaba untuk mengukuhkan posisinya sebagai raja industri ini, melampaui total pengeluaran mereka di bidang cloud dan AI selama satu dekade terakhir!
Langkah ini diambil setelah diskusi strategis antara para pemimpin Alibaba dan pejabat tinggi pemerintah China, yang semakin mendorong sektor teknologi domestik untuk bersaing dengan raksasa AI global seperti OpenAI, Google, dan Microsoft.
Dengan pertumbuhan pendapatan Alibaba Cloud yang melonjak 13% secara tahunan, didorong oleh permintaan yang menggebu terhadap layanan cloud dan AI, perusahaan ini terus berinovasi, termasuk peluncuran model AI Qwen yang siap bersaing dengan model-model dari Barat.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
2. Mendukung Pembangunan Infrastruktur Teknologi Digital dan AI di China
Alibaba tengah menggelontorkan dana investasi besar-besaran untuk membangun pusat data generasi baru yang akan mendukung komputasi AI skala besar dan mempercepat pengembangan perangkat keras khusus AI. Salah satu proyek bintang yang akan dibiayai adalah chip Hanguang 900, yang dirancang untuk mempercepat pemrosesan data dalam model AI.
Selain itu, perusahaan ini juga berkomitmen mengembangkan teknologi cloud computing yang lebih efisien dan hemat energi, sebagai respons terhadap tingginya konsumsi daya sistem AI berbasis komputasi awan.
Langkah ini sejalan dengan tren global menuju penggunaan green AI computing yang lebih ramah lingkungan. Dengan memperkuat infrastruktur ini, Alibaba berharap dapat meningkatkan daya saing teknologinya di pasar global dan menawarkan solusi AI yang lebih terjangkau bagi perusahaan dan pengembang di seluruh dunia.
"Kami akan terus berfokus pada tiga kategori bisnis, yaitu e-commerce domestik dan internasional, komputasi AI+cloud, serta bisnis platform internet," katanya.
3. Membentengi dari Pesaing
Investasi besar Alibaba di bidang AI bukan hanya bertujuan memperkuat posisi mereka, tetapi juga bagian dari strategi China dalam mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat. Dengan semakin ketatnya pembatasan ekspor chip dan perangkat AI dari Amerika Serikat ke China, perusahaan-perusahaan teknologi seperti Alibaba semakin terdorong untuk mengembangkan ekosistem AI yang lebih mandiri.
Keputusan ini juga didorong oleh persaingan yang semakin ketat di pasar AI global. Sementara perusahaan-perusahaan di Eropa dan AS juga meningkatkan investasi di bidang AI, China tidak ingin tertinggal dalam perlombaan ini. Prancis, misalnya, telah mengumumkan rencana investasi USD112,5 miliar dalam AI, sementara SoftBank dari Jepang berencana mengucurkan dana USD100 miliar untuk proyek chip AI di AS.
Dengan membangun infrastruktur AI yang lebih kuat, Alibaba tidak hanya berusaha memimpin pasar dalam negeri, tetapi juga menargetkan ekspansi ke pasar global, khususnya di Asia dan negara-negara berkembang yang semakin membutuhkan teknologi AI untuk transformasi digital mereka.
"Kami yakin bahwa strategi kami yang terfokus ini akan mendorong pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan untuk Alibaba Group." tambah Eddie Wu.
4. China Mengungguli AS Lewat DeepSeek
Selain langkah investasi besar dari Alibaba, China kini semakin menunjukkan taringnya dalam pengembangan model AI generasi baru yang menarik perhatian dunia, yaitu DeepSeek. Model AI ini hadir sebagai pesaing tangguh bagi OpenAI dan Google, menawarkan efisiensi pemrosesan yang lebih unggul serta biaya operasional yang lebih rendah.
Dengan peluncuran model open-source yang siap bersaing dengan raksasa teknologi Barat, DeepSeek dirancang untuk beroperasi dengan daya komputasi yang lebih minimal, menjadikannya lebih efisien dibandingkan dengan ChatGPT atau Gemini milik Google.
Keberhasilan DeepSeek menandakan bahwa dominasi AI tidak lagi monopolistik di tangan Amerika Serikat; China kini memberikan perlawanan yang signifikan. Dengan dukungan investasi besar dari Alibaba dan pemerintah, industri AI di China diprediksi akan melesat pesat dalam beberapa tahun mendatang.
5. Alibaba dan Inovasi di Bidang Teknologi Kecerdasan Buatan
Alibaba tidak hanya berinvestasi di bidang AI dan cloud, tetapi juga terus berinovasi di berbagai sektor teknologi lainnya. Perusahaan raksasa ini telah meluncurkan layanan AI generatif yang revolusioner untuk e-commerce, memberikan pengalaman belanja yang lebih personal dan interaktif bagi pengguna.
Dalam upaya memperkuat layanan cloud-nya, Alibaba berkomitmen untuk menerapkan teknologi keamanan terkini, mengingat meningkatnya ancaman serangan siber terhadap sistem berbasis cloud. Tak hanya itu, Alibaba juga aktif menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi di Asia untuk mempercepat penerapan AI di industri dan manufaktur.
Melalui langkah-langkah cerdas ini, Alibaba tidak hanya memperkokoh posisinya sebagai pemimpin AI dan cloud computing di Asia, tetapi juga menunjukkan ambisi besarnya untuk bersaing di kancah global melawan raksasa teknologi dari AS dan Eropa.
6. FAQ
1. Mengapa Alibaba berinvestasi besar di AI dan cloud?
Alibaba ingin memperkuat posisinya di pasar teknologi global dan mengurangi ketergantungan China pada teknologi AS, sambil menangkap peluang pertumbuhan AI.
2. Apa dampak investasi USD53 miliar Alibaba terhadap industri AI?
Investasi ini akan mempercepat inovasi AI, meningkatkan daya saing China di sektor teknologi, dan memicu persaingan lebih ketat dengan AS dan Eropa.
3. Apa itu DeepSeek dan bagaimana hubungannya dengan AI China?
DeepSeek adalah model AI buatan China yang dirancang sebagai pesaing OpenAI dan Google, dengan keunggulan dalam efisiensi dan biaya operasional.
4. Bagaimana investasi ini memengaruhi bisnis Alibaba di masa depan?
Alibaba akan semakin fokus pada teknologi AI dan cloud, menggeser strategi bisnisnya dari e-commerce ke sektor teknologi berbasis AI.
5. Apakah Alibaba bisa menyaingi Microsoft dan Google dalam AI?
Dengan investasi besar dan dukungan pemerintah China, Alibaba berpotensi menyaingi raksasa teknologi AS dalam pengembangan AI dan cloud computing.
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/rmt)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
