Jadi Destinasi Super Prioritas, Ini Potret Kerennya Mandalika dan Labuan Bajo

Sabtu, 30 November 2019 11:00 Penulis: Wuri Anggarini
Jadi Destinasi Super Prioritas, Ini Potret Kerennya Mandalika dan Labuan Bajo
┬ęShutterstock/Sony Herdiana

Kapanlagi Plus - Punya potensi wisata yang luar biasa, nggak heran jika banyak wisatawan mancanegara yang terpikat dengan keindahan yang ditawarkan. Jika nama Bali yang lebih dulu mendunia, kini ada destinasi wisata super prioritas lainnya yang tengah diproyeksikan untuk dikembangkan. Dua di antaranya adalah Mandalika dan Labuan Bajo. Punya keindahan alam yang unik, kedua daerah ini punya daya tariknya masing-masing, lho.

Mandalika misalnya, tengah menjadi daerah yang dipersiapkan untuk menjadi lokasi MotoGP 2021. Saat ini, persiapan yang dilakukan adalah infrastruktur pendukung dan street circuit di Mandalika yang kini sedang dibangun.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio dan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo melakukan kunjungan kerja ke dua destinasi tersebut pada 27-29 November 2019.

Saat mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Rabu (27/11/2019), Wishnutama melihat langsung perkembangan pembangunan KEK Pariwisata, infrastruktur pendukung, dan street circuit di Mandalika yang akan dipersiapkan sebagai lokasi MotoGP pada 2021.

"MotoGp tentunya akan jadi salah satu event internasional terbaik yang pernah ada. Untuk itu, masyarakat sekitar juga harus bisa merasakan dampak dari event tersebut,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap kawasan Mandalika bukan hanya sekadar menjadi destinasi wisata baru, tapi akan menjadi ruang ekosistem untuk tumbuh, hidup, dan berkembangnya industri kreatif.

“Bagi kami, Mandalika akan membawa dampak terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif, dan yang paling utama adalah membawa manfaat nyata untuk kesejahteraan masyarakat setempat,” ujarnya.

Setelah dari Mandalika, Menparekraf beserta rombongan bertolak ke Labuan Bajo, juga untuk melihat pengembangan infrastruktur dan menggali potensi-potensi serta pemanfaatan Sumber Daya Manusia lokal, agar masing-masing tempat mempunyai keunikan dan diferensiasi tersendiri.

“Ini sejalan dengan tren pariwisata masa depan, yakni ecotourism yang kian diminati wisatawan, ‘from quantity tourism to quality tourism'.  Bagaimana soal infrastruktur, sampah, air, ‘carrying capacity' dan pemanfaatan SDM lokal, harus menjadi perhatian serius,” katanya.



Menparekraf Wishnutama juga sempat menjajal trekking ke Pulau Padar, melihat satwa komodo (Varanus komodoensis) di habitatnya yaitu Pulau Rinca dan Pulau Komodo.

“Komodo itu memang jadi daya tarik kuat bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia untuk datang. Namun kita harus mengemas dan mengatur arus wisatawan yang datang agar ekosistem Komodo tetap terjaga,” katanya.

Ia juga ingin suatu saat nanti para pengrajin dan penjual suvenir dapat dilatih untuk membuat diversifikasi produk-produk kerajinan agar lebih unik, variatif, dan diminati wisatawan.

“Kami berharap masyarakat setempat terlibat dan menerima dampak positif dari pembangunan, sehingga perekonomian masyarakat akan semakin membaik karena pariwisata dan industri kreatifnya,” ujarnya.

 

(*/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI