Jadi Generasi TOSS TBC di Era 4.0, Apa Sih Aksi Nyata yang Bisa Dilakukan?

Senin, 18 Januari 2021 07:00 Penulis: Iwan Tantomi
Jadi Generasi TOSS TBC di Era 4.0, Apa Sih Aksi Nyata yang Bisa Dilakukan?
credit via Shutterstock

Kapanlagi Plus - Katanya generasi kekinian adalah mereka yang selalu mengikuti perkembangan informasi terbaru. Apalagi dengan hadirnya beragam gawai canggih, berbagai informasi kini bisa diakses semudah menjentikkan jari. Namun, seberapa sadar kamu dengan risiko penyakit Tuberkulosis (TBC) yang punya tingkat penularan tinggi, bahkan mengancam nyawa?

Hal itulah yang perlu disadari bersama. Sebab, generasi kekinian yang melek teknologi kadang belum memahami beragam informasi penting, termasuk ancaman penyakit TBC. Makanya, jangan lagi berpaling diri. Yuk, jadi bagian dari generasi TOSS TBC di era 4.0 lewat aksi nyata berikut ini.

Pelajari gejala TBC agar bisa melakukan deteksi dini

Credit via ShutterstockCredit via Shutterstock

Kebanyakan orang yang tertular TBC justru tidak menyadari dirinya sudah terinfeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pasalnya, gejala penyakit yang menyerang paru-paru ini tak mudah dikenali dan dimulai bertahap dalam jangka waktu berminggu-minggu.

Kenali gejala khas dari penyakit TBC, salah satunya batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu disertai dahak, bahkan terkadang ada yang bercampur darah. Selain itu, pasien TBC juga akan merasakan beberapa kondisi seperti demam meriang, berat badan turun drastis, nafsu makan berkurang, sesak nafas, berkeringat pada malam hari tanpa melakukan aktivitas, hingga mudah lemas dan lelah.

Cegah penyakit TBC dengan perilaku hidup bersih dan sehat

Credit via ShutterstockCredit via Shutterstock

Salah satu kunci untuk mencegah TBC adalah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara tepat dan benar. PHBS ini sendiri mencakup beragam aspek, seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk sayuran dan buah-buahan. Kemudian, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta menerapkan etika batuk. Begitu juga dengan lingkungan rumah, pastikan ventilasi udara dan pencahayaan matahari ke dalam rumah berfungsi dengan baik, agar kesehatan para penghuninya benar-benar terjaga.

Edukasi anak muda lainnya tentang risiko TBC lewat video kreatif di media sosial

Credit via ShutterstockCredit via Shutterstock

Punya akun media sosial, apalagi punya follower yang cukup banyak jangan disia-siakan. Daripada mengunggah konten yang asal-asalan, gunakan kesempatan untuk menyebarkan inspirasi sehat, salah satunya berbagi informasi mengenai risiko dan cara pencegahan penyakit TBC. Caranya, bikin video kreatif yang menarik banyak anak muda, misalnya lewat lagu, joget yang mengajak tubuh bergerak aktif, maupun cerita yang memaparkan penyakit TBC, namun dikemas unik dan tidak menimbulkan rasa takut berlebihan. Kamu bisa memanfaatkan beragam platform media sosial yang lagi diminati, seperti TikTok dan YouTube.

Lebih peka dengan kondisi orang di sekitar. Ajak berobat jika ada yang menunjukkan gejala TBC

Credit via ShutterstockCredit via Shutterstock

Walau mengancam nyawa dan mudah menular, penyakit TBC bisa disembuhkan. Saatnya buka mata pada kondisi di sekitarmu. Jika melihat orang-orang yang menunjukkan gejala pasien TBC, ajak mereka untuk segera memeriksakan diri ke dokter atau puskesmas terdekat, sehingga bisa mendapatkan pengobatan yang tepat. Obat TBC disediakan oleh pemerintah secara gratis di seluruh puskesmas.

Ingatkan mereka untuk mengenakan masker dan meminum obat secara teratur dan lengkap selama enam hingga delapan bulan. Beri semangat dan motivasi bagi pasien TBC untuk sembuh dengan menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran dokter dan dorong untuk memiliki perilaku hidup bersih dan sehat.

Lewat aksi nyata TOSS TBC (Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh), kamu tidak hanya membantu mencegah penularan TBC, tapi juga berperan menurunkan tingkat kematian akibat penyakit tersebut. Yuk, saatnya ambil aksi untuk mencegah dan menanggulangi penyakit TBC! Temukan gejala TBC pada orang di sekitarmu dan obati sampai sembuh!

(kly/tmi)

Reporter:

Iwan Tantomi



MORE STORIES




REKOMENDASI