Jangan Marah Kalau Ditelepon Sales Bank, Bisa Jadi Dia Tunanetra Yang Sabar Ini!

Senin, 28 Januari 2019 07:10 Penulis: Rahmi Safitri
Jangan Marah Kalau Ditelepon Sales Bank, Bisa Jadi Dia Tunanetra Yang Sabar Ini!
© Istimewa


Kapanlagi Plus - Pernah nggak ketika sedang kerja, di tengah meeting, atau malah istirahat tapi malah dapat telepon dari bank yang menawarkan produk mereka, seperti kartu kredit misalnya. Pasti banyak bahkan sehari bisa beberapa kali sehingga bikin sebal sendiri. Kalau sudah kesal, kita bisa-bisa berkata kasar pada telemarketer atau telesales yang menelepon kita.

Sebuah video yang diunggah oleh pengguna Twitter dengan username @nanang_grande ini bisa membuat kita lebih berhati-hati dalam menjawab pesan dari telesales atau telemarketer bank yang menelepon kita. Jadi @nanang_grande ini merekam pembicaraannya dengan penyandang disabilitas (tunanetra) di sebuah halte busway. Ternyata penyandang disabilitas ini adalah seorang telesales di sebuah bank.

Berawal dari rasa penasaran tiap melihat beberapa penyandang tunanetra yang saling berjalan berurutan sambil memegang pundak teman di depannya saat akan melaksanakan salat Jumat. Sampai akhirnya ia berkesempatan berbicara langsung dengan salah satu dari mereka dan tahu kerjanya.

1. Kerjanya Berat

Setelah video itu viral, rekan kerja dan teman satu komunitas dari sang telesales ini pun memberikan sedikit informasi. Ternyata sosok penuh inspirasi itu bernama Abdul Karim. Dia selama ini aktif di Komunitas Fency (Fellowship of Netra Community).

Para pengguna Twitter lainnya yang bekerja di bank, menjelaskan kalau di tempat kerjanya juga memperkerjakan penyandang disabilitas dengan target yang sama beratnya dengan karyawan lainnya. Beberapa juga kagum karena karyawan disabilitas ini tak mengeluh dengan pekerjaan mereka. Tak sedikit juga netizens yang terharu dan berjanji tak akan marah-marah pada telemarketer lagi.

2. Ayo Kita Berubah

Dari video ini sang telesales ternyata sudah biasa disumpahin bahkan dituduh penipu oleh nasabah bank yang ia hubungi. Walau begitu dirinya tetap sabar. Hal inilah yang membuat banyak orang jadi merasa bersalah karena pernah marah-marah saat dihubungi pihak telesales dari bank, asuransi, dan lain-lain. Karena sebelumnya tidak banyak yang tahu kalau di balik telepon itu bisa jadi adalah penyandang disabilitas yang tengah berusaha memenuhi target dan mengais rezeki.

So dari sini kita bisa mengambil pelajaran. Kalau misal dihubungi pihak sales baik itu dari bank, asuransi atau lainnya, baiknya kita menolak dengan sopan jika tidak berminat. Semangat buat semuanya.

(kpl/pit)

Editor:

Rahmi Safitri



MORE STORIES




REKOMENDASI