Jejak Traveler Indonesia Dongkrak Pertumbuhan Pariwisata Singapura

Jum'at, 15 Februari 2019 14:13 Penulis: Wuri Anggarini
Jejak Traveler Indonesia Dongkrak Pertumbuhan Pariwisata Singapura
©STB

Kapanlagi Plus - Kalau milenial Indonesia ditanya destinasi liburan luar negeri yang jadi impian mereka, Singapura pasti masuk ke dalam list. Sederet destinasi traveling tersebar, mulai dari jalan-jalan menyusuri sudut kota yang Instagramable, seperti Haji Lane dan Chinatown. Ada juga keseruan yang ditawarkan beragam atraksi di Resorts World Sentosa.

Nggak heran kalau pada tahun 2018 lalu, Industri Pariwisata di Singapura mengalami pencapaian luar biasa dengan terciptanya rekor baru dalam jumlah devisa pariwisata. Kinerja positif ini terjadi pada sektor utama industri pariwisata, yaitu BTMICE, Perhotelan, dan Kapal Pesiar.

Pertumbuhan devisa pariwisata Singapura sebesar 1,0% menjadi S$27,1 miliar. Rekor ini juga nggak lepas dari pertumbuhan kunjungan wisatawan dari hampir 15 negara utama penyumbang traveler ke Singapura. Jumlah belanja yang dilakukan lima negara utama juga lebih tinggi.

Chief Executive Singapore Tourism Board (STB) Keith Tan mengatakan, “Kami sangat senang bahwa sektor pariwisata Singapura berkinerja baik meskipun ada sejumlah ketidakpastian ekonomi. Kami beruntung berkat dampak positif dari sejumlah faktor, seperti masih kuatnya kebutuhan perjalanan (travel demand) Asia Pasifik, meningkatnya konektivitas penerbangan ke Singapura, dan digelarnya berbagai ajang penting. Ikut menggembirakan kami juga, bahwa upaya pemasaran dan kolaborasi dengan mitra industri akhirnya membuahkan hasil.”

Traveler Indonesia Jadi Pasar Kedua

Raymond Lim,Area Director STB untuk Indonesia berbagi capaian pariwisata Singapura dan kontribusi wisatawan Indonesia terhadap devisa pariwisata Singapura dalam acara Year-In-Review Media & Trade Gathering di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada Kamis, 14 Februari 2019.Raymond Lim,Area Director STB untuk Indonesia berbagi capaian pariwisata Singapura dan kontribusi wisatawan Indonesia terhadap devisa pariwisata Singapura dalam acara Year-In-Review Media & Trade Gathering di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada Kamis, 14 Februari 2019.

Tingginya pertumbuhan industri pariwisata Singapura dari Januari hingga September 2018 juga dipengaruhi oleh angka pertumbuhan jumlah kunjungan traveler asal Indonesia ke Negara Singa tersebut. Bayangkan, angka pertumbuhan ini mencapai 2% dalam kurun waktu tersebut! Inilah yang membuat posisi Indonesia tetap bertahan sebagai penyumbang devisa pariwisata kedua setelah China.

Lebih dari 3 juta traveler Indonesia yang menikmati liburan di Singapura. Dari angka tersebut, jumlah pelancong yang berasal dari kota di luar Jakarta juga mengalami pertumbuhan lebih pesat kalau dibandingkan yang berasal dari Jakarta. Tren ini sesuai dengan pertumbuhan kelas menengah serta kenaikan jumlah perjalanan ke luar negeri dari seluruh wilayah Indonesia.

Hadirnya perjalanan dengan kapal pesiar juga ikut memberikan kontribusi signifikan, karena banyaknya traveler Indonesia yang menggunakan perjalanan dengan kapal pesiar. Semakin banyak kapal pesiar yang memberikan rencana perjalanan selama setahun penuh yang singgah di Singapura ikut menyumbang pertumbuhan penumpang sebanyak 69% dibandingkan tahun sebelumnya.

STB Indonesia juga sudah melakukan promosi Singapura sebagai tujuan wisata Moslem friendly. Bahkan, Singapura juga dinobatkan sebagai tujuan wisata paling ramah muslim di antara negara-negara non muslim lainnya oleh Mastercard-Crescent Rating Global Muslim Travel Index. Beberapa aspek yang diperhatikan antara lain lingkungan yang aman, pilihan makanan halal, dan kemudahan akses tempat ibadah yang bisa diperoleh dengan mudah di Singapura.

“Kami telah menghasilkan kemajuan yang baik melalui kemitraan pemasaran kreatif bersama merek Muslim seperti Zoya, dan tahun lalu mendukung program Hijab Hunt oleh Sunsilk bersama Detik.com. Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan jalinan komunikasi dan menjangkau secara lebih efektif kalangan pelancong Muslim dari Indonesia,” ungkap Raymond Liem, Direktur Area STB untuk Indonesia.

Meningkatnya pariwisata Singapura juga nggak lepas dari peran kemitraan strategis antara STB dan afiliasinya di Indonesia yang menjamin kesuksesan kampanye Passion Made Possible (PMP) Singapura. Mulai dari kemitraan dengan Urban Sneakers Society hingga merampungkan web series bersama Kumparan untuk memperkuat brand PMP.

Prediksi Pariwisata Singapura 2019

Food Blogger Eric Eko Santoso (@ericekos) berbagi pengalamannya saat menghadiri Michelin Guide Street Food Festival di Singapura dalam acara Year-In-Review Media & Trade Gathering di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada Kamis, 14 Februari 2019.Food Blogger Eric Eko Santoso (@ericekos) berbagi pengalamannya saat menghadiri Michelin Guide Street Food Festival di Singapura dalam acara Year-In-Review Media & Trade Gathering di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada Kamis, 14 Februari 2019.

Memasuki tahun 2019, STB tetap optimis dan berharap pertumbuhan sektor pariwisata dari negara-negara yang selama ini menjadi asal utama traveler. Nggak ketinggalan, STB juga akan memberikan konsep wisata inovatif untuk menjaga Singapura tetap jadi destinasi yang menarik bagi milenial.

Misalnya saja Jewel Changi Airport yang kini sedang dikembangkan sebagai bagian dari gaya hidup modern, mulai dari atraksi, belanja, kuliner, akomodasi dan fasilitas penerbangan. Traveler bakal bertemu dengan air terjun indoor terbesar di dunia dan Forest Valley, taman indoor setinggi lima tingkat. Ada juga Canopy Park yang bakal dibuka pada kuartal kedua 2019.

“Untuk pasar Indonesia, kami akan berupaya menjaga pertumbuhan yang kuat dari belanja wisatawan dengan pertumbuhan yang cukup dari sisi jumlah kunjungan wisatawan. Bandara Jewel Changi yang segera dibaru dan Design Orchard yang baru dibuka pada Januari 2019 berupa kawasan belanja yang menampilkan lebih dari 60 merek lokal merupakan modal bagi kami untuk semakin mendorong devisa dari belanja wisatawan. Memanfaatkan pertumbuhan olahraga Esport, mempromosikan beragam paket tur jalan kaki, dan kerja sama dengan pemain e-commerce merupakan fokus lain yang juga kami kejar demi tercapainya Wisata Berkualitas,” kata Raymond.

 

(kpl/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI