Jenny Jusuf Menguak Tingkah Para Influencer Abal-Abal Pengincar Gratisan!

Jum'at, 19 Juli 2019 15:38 Penulis: Rezka Aulia
Jenny Jusuf Menguak Tingkah Para Influencer Abal-Abal Pengincar Gratisan!
Jenny Jusuf bongkar tingkah memalukan para influencer aba-abal. © KapanLagi/Bayu Herdianto


Kapanlagi Plus - Istilah influencer rasanya tak jauh dari kehidupan masa kini. Terutama bagi KLovers yang sering mengakses sosial media instagram. Beberapa menyebut mereka sebagai selebgram dan kerap menebar 'racun' terkini soal produk atau tren gaya hidup masa kini.

Para selebgram alias influencer ini memberikan review atau promo mengenai barang dan jasa tertentu pada followers mereka. Review yang diberikan bisa jadi kerja sama dengan penjual atau review asli dari pengalaman mereka sendiri. Namun seiring menjamurnya para influencer saat ini, semakin banyak influencer abal-abal.

Hal ini dituturkan oleh influencer sekaligus penulis skenario, Jenny Jusuf. Peraih Piala Citra untuk Penulis Skenario Adaptasi Terbaik di film FILOSOFI KOPI ini membagikan sisi lain para influencer.

1. Influencer ? Peminta Gratisan

Idealnya para penyedia jasa yang menawarkan kerja sama pada influencer. Benefit yang diberikan beragam, tergantung jumlah follower yang dimiliki dan pengaruh yang mereka miliki. Namun ternyata beberapa influencer ini malah menawarkan diri ke pihak seller loh.

"Temenku yang admin pernah cerita ada selebgram artis yang tiba-tiba nge-email kasih list kebutuhannya apa aja, tapi maunya gratisan dan ngasihnya rutin. Padahal yang punya produk gak pernah ngajuin endorsement," terang seorang follower Jenny.

2. Pengen? Beli Dong!

Harus diakui keberadaan social media influencer saat ini cukup efektif dalam memasarkan produk atau jasa. Telah cukup banyak produsen besar yang menggaet para influencer untuk memasarkan produk mereka. Namun drama influencer abal-abal satu ini bakal bikin KLovers mengelus dada deh!

Follower Jenny Jusuf yang bekerja sebagai brand manager sebuah fashion line punya cerita menarik. Menurut penuturannya, seorang influencer abal-abal ini meminta produknya dengan iming-iming imbalan unggahan ke akun instagramnya.

"Suka ada influencer yang lagi naik daun dan suka sama produk brand di tempatku kerja. Tiap mau beli bilang 'Aku suka sama produk baju ini-itu, bisa gak dikirim gratis nanti aku fotoin di snapgram sama feed. Segera dikirim ya mau buat acara gathering buka puasa," tutur followers Jenny.

Pihak produsen sudah mengirim barang sesuai keinginan sang influencer secara tepat waktu. Namun sayang hingga saat ini belum ada satu pun foto atau video yang diunggah. "Sungguh ku malu kalau jadi dia cuma minta gratisan, udah gitu omong doang janjinya," pungkas sang pemilik cerita.

3. Endorse Make Up Dibalas Segelas Air

Peluang menjadi influencer memang cukup menggiurkan dari sisi ekonomi. Jumlah uang yang fantastis bisa didapatkan dengan mengulas produk barang atau jasa ke sosial media mereka. Dari sisi penyedia jasa pun memang mencari media promosi yang efektif dan sesuai dengan target pasar mereka.

Hal serupa dirasakan oleh seorang make up artis yang coba mempromosikan jasanya dengan bekerja sama bareng influencer. Bukannya promosi yang didapat, malah kejadian yang bikin kesel!

"Aku pernah dihubungin sama influencer buat makeup-in dia untuk pemotretan produk. Dia bilang ini unpaid (tidak berbayar) dan gantinya dia promote di instagram dan kasih produk," cerita follower Jenny.

Di awal perjanjian, sang influencer menjanjikan kompensasi 3 foto yang dipajang di feeds instagram. Namun kenyataan yang harus diterima sang make up artis sungguh berbeda. "Pas hari H kelakuannya pongah banget, telat dateng ke lokasi 1,5 jam dan judes amit-amit. Selesai makeup, boro-boro dikasih produk. Promote instagram cuma 1 post instastory boomerang," kenangnya.

"Aku disuruh standby 3 jam untuk touch up, cuma dikasih air segelas. Intinya makeup photoshoot plus standby 3 jam dibarter pake air segelas dan 1 boomerang di instastory. Aku rapopo~," curhatnya.

4. Nginep Gratis Bikin Malu!

Tak ada rumus pasti dalam menentukan besaran fee dari para influencer ini. Namun yang jelas jumlah followers, besarnya engagement per post dan timbal balik ke produsen atau penyedia jasa amat menentukan angka ini. Pastikan influencer yang KLovers pilih sesuai dengan target pasar atau bakal berakhir dengan kejadian seperti ini.

"Gue hotelier yang kerja di salah satu hotel bintang 5, banyak influencer yang minta nginep gratis bukan cuma sehari tapi sampai seminggu dengan balasan ngasih review bagus. Pas kita cek sosmed-nya, semua foto berbikini, followernya juga ga banyak, ih pede!" tulis salah satu pegawai hotel bintang lima ini.

Ulah para influencer abal-abal ini jelas merugikan dan memberi citra buruk pada influencer yang sebenarnya. Nampaknya KLovers harus lebih bijak dalam menjalin kerja sama dengan influencer ya!

 

(kpl/rna)

Editor:

Rezka Aulia



MORE STORIES




REKOMENDASI