Kanker Ginjal - Kenali Penyebab, Gejala, Faktor Risiko dan Penanganannya

Kanker Ginjal - Kenali Penyebab, Gejala, Faktor Risiko dan Penanganannya
Begini proses terjadinya kanker ginjal (credit:unsplash.com/@averey)

Kapanlagi.com - Kabar meninggalnya penyanyi Indonesia Vidi Aldiano pada 7 Maret 2026, akibat kanker ginjal kembali mengingatkan publik akan bahaya penyakit ini. Kanker ginjal merupakan penyakit yang terjadi ketika sel-sel pada organ ginjal tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Kondisi ini dapat membentuk tumor yang berpotensi menyebar ke jaringan atau organ tubuh lainnya.

Ginjal sendiri memiliki peran penting dalam tubuh manusia. Organ ini berfungsi menyaring sisa metabolisme dari darah dan mengeluarkannya melalui urine, sekaligus menghasilkan hormon penting seperti renin untuk mengontrol tekanan darah dan eritropoietin untuk pembentukan sel darah merah.

Deteksi dini menjadi faktor penting dalam penanganan kanker ginjal. Jika penyakit ini teridentifikasi sejak awal dan segera mendapatkan terapi yang tepat, peluang kesembuhan pasien dapat meningkat meskipun keberhasilan pengobatan juga dipengaruhi jenis kanker, usia, dan kondisi kesehatan pasien.

1. Mengenal Kanker Ginjal dan Jenis-Jenisnya

organ ginjal yang menunjukkan lokasi munculnya tumor akibat pertumbuhan sel abnormal (credit:unsplash.com/@averey)

Kanker ginjal terjadi ketika sel-sel abnormal berkembang pada jaringan ginjal dan membentuk tumor. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi ginjal yang berperan penting dalam menyaring limbah dari darah.

Berdasarkan karakteristiknya, kanker ginjal terbagi dalam beberapa jenis yang memiliki asal sel berbeda. Jenis tersebut dapat muncul pada orang dewasa maupun anak-anak.

Jenis kanker ginjal meliputi:

  • Renal cell carcinoma : Jenis kanker ginjal yang paling sering terjadi pada orang dewasa. Kanker ini berasal dari lapisan tubulus ginjal yang berfungsi mengangkut cairan tubuh menuju ginjal.
  • Urothelial carcinoma : Kanker ini bermula dari pelvis ginjal dan berasal dari sel yang sama seperti kanker kandung kemih. Penanganannya sering menggunakan metode yang serupa dengan kanker kandung kemih.
  • Sarcoma ginjal : Jenis kanker yang sangat jarang terjadi dan berasal dari jaringan ikat di sekitar ginjal. Perkembangannya dapat memengaruhi jaringan penunjang organ tersebut.
  • Tumor Wilms : Merupakan kanker ginjal yang paling sering terjadi pada anak-anak. Umumnya terdiagnosis pada anak usia di bawah 10 tahun.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

2. Penyebab Kanker Ginjal Berawal dari Mutasi Gen

Perubahan gen pada sel ginjal dapat memicu pertumbuhan sel (credit:unsplash.com/@averey)

Kanker ginjal terjadi akibat mutasi atau perubahan gen pada sel ginjal. Mutasi ini membuat sel tumbuh tidak normal dan berkembang tanpa kontrol. Sel-sel abnormal tersebut kemudian membentuk tumor yang dapat membesar di ginjal. Dalam kondisi tertentu, tumor dapat menyebar ke organ lain di tubuh.

Faktor yang diduga memicu mutasi sel antara lain:

  • kebiasaan merokok
  • hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • obesitas atau kelebihan berat badan
  • riwayat kanker ginjal dalam keluarga
  • usia di atas 50 tahun
  • menjalani perawatan gagal ginjal jangka panjang seperti cuci darah
  • paparan bahan kimia tertentu seperti trikloroetilen
  • penyakit genetik seperti sindrom Von Hippel-Lindau
  • jenis kelamin laki-laki memiliki risiko lebih tinggi

3. Gejala Kanker Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal perkembangan penyakit, kanker ginjal sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Gejala biasanya baru muncul ketika tumor mulai membesar atau penyakit memasuki stadium lanjut.

Kondisi tersebut membuat banyak penderita baru menyadari penyakitnya setelah keluhan mulai muncul. Oleh karena itu, mengenali gejala menjadi hal yang penting.

Beberapa gejala kanker ginjal yang dapat muncul antara lain:

  • urine berdarah atau hematuria
  • nyeri di bagian punggung bawah atau pinggang
  • benjolan di sekitar perut atau pinggang
  • demam yang tidak kunjung mereda
  • keringat berlebih terutama pada malam hari
  • penurunan berat badan tanpa sebab jelas
  • hilang nafsu makan
  • tubuh terasa lemas dan mudah lelah
  • anemia atau kekurangan sel darah merah

4. Tahapan Diagnosis Kanker Ginjal

Pemeriksaan medis dilakukan untuk memastikan adanya tumor pada ginjal (credit:unsplash.com/@julientromeur)

Jika seseorang mengalami gejala yang mencurigakan, dokter akan melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi ginjal. Pemeriksaan dimulai dengan wawancara mengenai keluhan, riwayat kesehatan, dan pemeriksaan fisik.

Untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan ini membantu melihat kondisi ginjal serta memastikan adanya sel kanker.

Beberapa metode diagnosis kanker ginjal meliputi:

  • Tes urine : Dilakukan untuk mendeteksi adanya darah atau infeksi dalam urine.
  • Tes darah : Digunakan untuk mengukur jumlah sel darah merah serta mengevaluasi fungsi ginjal.
  • USG ginjal : Pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk melihat adanya massa atau tumor pada ginjal.
  • CT scan atau MRI : Digunakan untuk melihat kondisi ginjal secara lebih detail dan menilai kemungkinan penyebaran kanker.
  • Biopsi ginjal : Sampel jaringan ginjal diambil untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan adanya sel kanker.

5. Pilihan Penanganan Kanker Ginjal

Metode pengobatan kanker ginjal disesuaikan dengan stadium penyakit, ukuran tumor, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Penanganan juga bertujuan untuk mengendalikan perkembangan sel kanker.

Terdapat beberapa metode terapi yang dapat digunakan oleh dokter untuk menangani kanker ginjal.

Pilihan pengobatan kanker ginjal meliputi:

  • Operasi : Tindakan ini menjadi metode yang paling sering dilakukan, terutama pada stadium awal. Operasi dapat berupa nefrektomi parsial untuk mengangkat sebagian ginjal atau nefrektomi radikal untuk mengangkat seluruh ginjal yang terkena kanker.
  • Terapi ablasi : Dilakukan dengan cara menghancurkan sel kanker menggunakan nitrogen cair atau gelombang radiofrekuensi.
  • Embolisasi : Prosedur ini bertujuan mengurangi pasokan darah ke sel kanker sehingga pertumbuhan tumor dapat terhambat.
  • Radioterapi : Terapi menggunakan sinar X berkekuatan tinggi untuk membantu mengendalikan pertumbuhan sel kanker.
  • Terapi target : Pengobatan menggunakan obat-obatan khusus seperti sunitinib, pazopanib, sorafenib, everolimus, atau temsirolimus yang bekerja menghambat pertumbuhan sel kanker.

6. Q&A Populer Seputar Kanker Ginjal

Q: Apa penyebab utama kanker ginjal?
A: Kanker ginjal terjadi akibat mutasi gen pada sel-sel ginjal yang menyebabkan pertumbuhan sel abnormal dan tidak terkendali sehingga membentuk tumor.

Q: Apakah kanker ginjal memiliki gejala pada tahap awal?
A: Pada tahap awal, kanker ginjal biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala baru muncul ketika tumor mulai membesar atau penyakit memasuki stadium lanjut.

Q: Siapa yang berisiko terkena kanker ginjal?
A: Risiko kanker ginjal meningkat pada perokok, penderita hipertensi, obesitas, orang dengan riwayat keluarga kanker ginjal, serta individu yang terpapar bahan kimia tertentu.

Q: Bagaimana cara mendeteksi kanker ginjal?
A: Diagnosis kanker ginjal dilakukan melalui pemeriksaan medis seperti tes darah, tes urine, USG, CT scan, MRI, dan biopsi jaringan ginjal.

Q: Apa saja pengobatan kanker ginjal?
A: Beberapa metode pengobatan kanker ginjal meliputi operasi pengangkatan tumor atau ginjal, terapi ablasi, embolisasi, radioterapi, serta terapi target menggunakan obat khusus.

Yuk, baca artikel seputar kesehatan lainnya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

Rekomendasi
Trending