Kapten Tentara Jebol Tembok Toilet Setelah Mabuk dan Dikurung 6 Jam Oleh Anak Buahnya

Kamis, 09 Agustus 2018 14:50 Penulis: Natanael Sepaya
Kapten Tentara Jebol Tembok Toilet Setelah Mabuk dan Dikurung 6 Jam Oleh Anak Buahnya
English Army Captain © Oddity Central/Daily Mail


Kapanlagi Plus - Baru-baru ini seorang Kapten tentara di Inggris menjebol tembok toilet di barak karena mabuk setelah dirinya dikurung tanpa baju oleh anak buahnya yang melakukan prank. Bukan cuma itu saja, sekarang ini sang Kapten pun sedang diinvestigasi dan akan diminta ganti rugi atas kerusakan yang ia buat.

Dilansir dari Daily Mail via Oddity Central, kejadian terjadi pada minggu lalu di sebuah barak unit penjinak bom di Carver Barracks, Essex, Inggris. Kapten yang namanya tak disebutkan itu pun mulai minum-minum bersama para tentara lainnya hari Selasa yang lalu, tepat setelah ia menghadiri upacara perayaan untuk memperingati reformasi 49 Field Squadron.

Seorang tentara yang namanya tak mau disebutkan mengatakan kalau pada satu titik, sang Kapten tertidur dan para prajurit mulai bercanda dengan melepas bajunya dan mengurungnya di toilet yang rusak. Setelah sekitar 6 jam, sang Kapten bangun dan meminta agar para prajurit membiarkannya keluar. Sayangnya para prajurit hanya tertawa dan berkata kalau mereka akan membuka pintu asal ada kenaikan gaji.

1. Minta Kenaikan Gaji

"Saat dia bangun, dia mulai menggedor-gedor pintu, berteriak dan meminta agar para prajurit membiarkannya keluar. Mereka menjawab kalau mereka hanya akan membiarkannya keluar asal dia memberi kenaikan gaji. Dia lalu mulai mengamuk, menghancurkan toilet dan berulang kali menghancurkan pagar di salah satu dinding. Dia membuat penyok yang cukup besar sampai dia bisa menjebol gips dan memanjat keluar sementara orang-orang menganggapnya lucu. Dia dalam masalah dibandingkan prajurit lainnya karena seharusnya dia tidak mabuk di kamar mereka," ujar sumber dari satuan tentara itu.

Seperti yang kamu lihat pada gambar di atas tadi, sang Kapten benar-benar membuat kerusakan yang serius di dinding toilet barak. Keesokan harinya kejadian itu pun dilaporkan pada Polisi Militer. "Semoga saja dia bisa melihat sisi lucunya. Setidaknya itu adalah bentuk dari inisiatif yang mengesankan, bagaimana dia menggunakan alat seadanya untuk menyelesaikan tugas yang sulit dan dalam keadaan mabuk," tambah sumber tadi.

Media Inggris juga melaporkan kalau selama Kapten itu bertanggung jawab atas kerusakan yang dibuatnya di toilet barak, ia tidak harus berhadapan dengan masalah serius dan bisa tetap mempertahankan posnya. Kalau melihat kerusakan yang besar seperti itu, bisa kebayang nggak seperti apa kekuatan Kapten tentara ini?

2. Pasukan Tentara Elit Wanita Pertama di Dunia

Mengingat kondisi medan perang yang keras dan cenderung kejam, tak heran bila angkatan bersenjata tiap negara didominasi oleh kaum pria. Meski demikian kemampuan para wanita di era modern ini juga tak bisa diragukan lagi. Bahkan wanita bisa jadi senjata yang lebih mematikan di medan perang daripada pria lho!

Adanya peraturan signifikan di daerah tertentu yang harus dilindungi, seperti Afghanistan yang melarang tentara pria berkomunikasi dengan warga berjenis kelamin wanita. Adanya perlakuan khusus ini membuat kebutuhan akan tentara wanita yang terampil semakin meningkat.

Oleh sebab itu Norwegia menjadi negara NATO pertama yang memiliki pasukan elit sekelas Kopassus atau SWAT yang beranggotakan kaum Hawa. Ketika Amerika Serikat baru mencabut peraturan batasan jenis kelamin lebih dari satu tahun lalu, Norwegia telah melakukannya sejak tahun 1980.

3. Dibentuk Pada Tahun 2014 Lalu

Jegertroppen atau Pasukan Pemburu dibentuk pada tahun 2014 lalu. Unit ini berisi sejumlah tentara wanita dengan keterampilan mumpuni. "Ketika Norwegia ditugaskan ke Afghanistan, kami menyadari bahwa tentara wanita dibutuhkan. Para tentara wanita ini nantinya akan menyelamatkan Ibu dan anak-anak," ujar Kolonel Frode Kristofferson dilansir dari NBC News.

Para anggota unit Jegertroppen dapat melakukan semua hal yang dilakukan oleh para tentara pria bahkan sama baiknya. "Kami memanggul beban yang sama dengan yang dipanggul para pria. Kami juga melakukan tugas yang sama," ujar Tonje, salah seorang anggota pasukan spesial tersebut.

Untuk menjadi seorang pasukan Jegertroppen, para pendaftar harus bisa berlari sembari memanggul tas berisi peralatan militer seberat 27 Kilogram selama 52 menit, lebih 3 menit dari rekor para pria. Bila tak mampu maka tak akan lolos seleksi pasukan militer elit Norwegia tersebut. Tertarik untuk mencoba?

(odd/ntn)

Editor:

Natanael Sepaya



MORE STORIES




REKOMENDASI