#KartiniDalamLelaki: Semangat, Harapan dan Perjuangan Pria di Ranah Perempuan

Rabu, 25 April 2018 07:30 Penulis: Natanael Sepaya
#KartiniDalamLelaki: Semangat, Harapan dan Perjuangan Pria di Ranah Perempuan
Sean O'Pry © instagram.com/seanopry55

Kapanlagi Plus - Sekarang ini, anda sudah melihat ada banyak pria yang melakoni pekerjaan yang dulunya lazim dilakukan oleh kaum perempuan. Saya rasa kalimat ini cukup untuk mematahkan pretensi tentang pria yang hanya bisa melakukan pekerjaan kasar. Juga, para pria yang melakoni sederet pekerjaan itu pun tidak merasa malu, bahkan tidak sampai repot untuk menuntut perubahan cara pandang sosial atas apa yang mereka lakukan.

Awalnya Kartini sendiri membuat sebuah keputusan besar untuk menunjukkan adanya harapan, semangat dan perjuangan bagi para kaum perempuan. Semua hal itu lalu berkembang dalam ranah yang lebih luas, dengan permasalahan hari ini yang cukup kompleks, tentu saja. Bagus, karena ekspos besar atas gerakan Kartini itu pun berhasil memancing keresahan sebagian besar kaum pria yang tak ingin menjadikan perempuan sebagai golongan masyarakat lapis kedua.

Namun secara tidak langsung, perjuangan Kartini yang sekarang ini masih dilanjutkan para kaum perempuan itu juga menyadarkan kaum pria akan sebuah kesetaraan. Batasan akan pekerjaan -bahkan hobi- yang biasa dilakukan para perempuan dulu pun kini didobrak. Meski tanpa gerakan massive seperti yang dilakukan perempuan, secara perlahan para pria mulai melakukan hal-hal yang dilakukan lawan jenis.

Urusan fashion? Coba tanya Ivan Gunawan! © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaUrusan fashion? Coba tanya Ivan Gunawan! © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Mari mulai dari hal yang paling simpel. Sekarang banyak pria yang membutuhkan waktu lama hanya untuk menilai apakah penampilannya hari ini sudah cukup membuatnya merasa nyaman dan percaya diri atau tidak, termasuk saya. Ketertarikan dan kepedulian terhadap dunia fashion, pastinya. Dari ketertarikan dan sikap peduli ini, tidak heran jika hari ini kita melihat ada banyak nama fashion designer pria.

Begitu pula dengan urusan dapur dan asapnya yang mengebul. Entah apakah hasil makanannya memang enak atau tidak, tapi chef Gordon Ramsay jadi salah satu figur besar di dunia kuliner internasional. Bagaimana dengan lokal? Bara Pattiradjawane adalah juru masak favorit saya, di mana ia selalu berhasil menggugah selera ketika membuat cake atau dessert dengan warna-warna yang cantik.

Oke, ada terlalu banyak sosok pria yang melakoni pekerjaan perempuan dan -Saya juga perlu menghirup udara di luar ruangan kubikal ini- akan terlalu panjang jika dibahas di sini. Saya cukup yakin jika para pria dengan profesi yang biasanya dilakukan perempuan ini tentu memiliki harapan tersendiri atas apa yang mereka kerjakan. Semangat? Sudah pasti, tanpa semangat dan gairah, tidak mungkin semua orang bisa konsisten mengerjakan apa yang mereka senangi, termasuk para pria.

Untuk urusan kue, hasil kreasi Chef Bara belum pernah gagal menggugah selera © instagram.com/barasupercookUntuk urusan kue, hasil kreasi Chef Bara belum pernah gagal menggugah selera © instagram.com/barasupercook

Juga alasan setiap pria hingga mereka mau melakoni hal yang lazim dilakukan oleh para perempuan. Berangkat dengan harapan, semangat dan alasan, mereka berjuang untuk meraih apa yang mereka anggap baik tanpa perlu keluar dari batasan-batasan seperti agama, norma maupun hukum-hukum lain yang berlaku di sini. Sadar atau tidak, para pria pun kini memiliki jiwa seorang Kartini.

Sedangkan ketika mereka berjalan dalam koridor yang sama dengan perempuan, sekarang ini para pria sudah menjadikan hal itu sebagai sesuatu yang biasa. Misal saja dalam pekerjaan korporat, meski atasan mereka adalah perempuan, para pria tetap melakukan tanggung jawab pekerjaan mereka dan menghormati posisi orang yang ada di atas mereka.

Memang tidak ada patokan pasti apakah para pria yang memiliki atasan perempuan benar-benar menghormatinya atau tidak. Namun saat ini kualitas dan hasil pekerjaan seseorang sudah cukup untuk menjadi penilaian apakah perempuan memang kompeten untuk membawahi para pekerja pria atau tidak, begitu pula sebaliknya. Bukan dengan cara berpikir yang konservatif, di mana perempuan cukup melakukan pekerjaan di rumah dan memperhatikan anak.

David Gandy bisa jadi salah satu figur dengan gelar #KartiniDalamLelaki © instagram.com/davidgandy_officialDavid Gandy bisa jadi salah satu figur dengan gelar #KartiniDalamLelaki © instagram.com/davidgandy_official

Salah satu batasan sosial kini runtuh, para pria pun berani untuk memilih dan meraih apa yang mereka anggap baik untuk kehidupan mereka, termasuk melakukan hal yang biasa dilakukan perempuan. Secara pribadi, rasanya menyenangkan jika gerakan massive para perempuan yang menyuarakan emansipasi tak perlu lagi muncul di linimasa social media yang saya punya.

Walau begitu tidak bisa dipungkiri kalau sampai sekarang masih ada sebagian pria yang masih memperlakukan perempuan sebagai kaum lapis kedua dalam masyarakat. Kalau terus berlanjut, hal ini akan menjadi cacat bagi para pria yang sudah bisa memaknai perjuangan Kartini, memandang dan menghargai kaum perempuan dengan setara. Sangat disayangkan, tentu saja, kalau perempuan yang notabene memiliki kualitas serta kapasitas seperti kaum pria masih harus terus memperjuangkan sampai hak-hak mereka benar-benar diakui.

(kpl/ntn)

Editor:

Natanael Sepaya



MORE STORIES




REKOMENDASI