Keren! Galon Bebas Senyawa Berbahaya BPA Bakal Diluncurkan di Indonesia
(c) Shutterstock
Kapanlagi.com - Peta bisnis air minum dalam kemasan (AMDK) bakal berubah drastis bila rencana pengenalan galon guna ulang berbahan Polietilena Tereftalat (PET) diterapkan ke jutaan konsumen di Indonesia. Seperti diketahui, bahan PET termasuk jenis kemasan plastik yang aman bagi kesehatan. Bahan satu ini sudah sukses dikenalkan di Manado dan Bali.
Eko Susilo selaku Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Air Minum Kemasan Nasional (Asparminas) memberikan tanggapannya mengenai hal ini. "Kami mendengar jika industri AMDK telah meminta sejumlah suplier untuk menyiapkan instalasi mesin produksi galon yang bisa mendukung rencana shifting dari galon polikarbonat yang berisiko BPA ke galon PET yang lebih aman, sehat dan bebas senyawa kimia berbahaya tersebut," katanya.
Menurutnya, jika hal tersebut benar-benar diwujudkan, maka dapat mengubah peta industri AMDK di Indonesia. "Kami belum tahu bagaimana perkembangan terakhirnya, namun bila hal tersebut mewujud, tentunya akan banyak mengubah peta industri mengingat mayoritas peredaran galon guna ulang polikarbonat ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya," imbuhnya.
Advertisement
BPA Termasuk Senyawa Kimia Berbahaya
Sebagai informasi, Bisfenol A atau BPA adalah senyawa kimia yang dapat memicu kanker, gangguan hormonal dan kesuburan pada pria dan wanita, serta gangguan tumbuh kembang janin dan anak. Jamak digunakan sebagai bahan baku produksi galon guna ulang, senyawa tersebut diketahui mudah luruh dari kemasan galon dan rawan terminum oleh konsumen hingga ke level yang melebihi ambang batas aman.
Risiko itulah yang kemudian mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan, belakangan, menyiapkan sebuah regulasi pelabelan risiko BPA untuk mengantisipasi dampak kesehatan publik di masa datang.
Galon PET Sudah Dikenalkan di Manado dan Bali
Menurut Eko, industri AMDK awalnya memperkenalkan galon guna ulang berbahan PET di Manado sekitar empat-lima tahun yang lalu. Kehadiran produk tersebut di Manado, mudah dikenali dari fisik galon yang terlihat lebih bening dan segar, berbarengan dengan penarikan (recall) diam-diam galon berbahan polikarbonat yang merajai pasar setempat.
Kemasan galon polikarbonat mudah dikenali dari tampilan fisiknya yang terlihat keruh dan buram. "Saat ini, sekitar 80% galon yang beredar di area Manado adalah galon dengan kemasan PET," katanya. Sementara itu, Eko menyebutkan jika penggantian galon polikarbonat di wilayah Bali, mulai berlangsung sekitar tahun 2018. Saat ini, peredaran galon guna ulang berbahan PET di wilayah Bali telah mencapai lebih dari 80%.
Lebih lanjut, Eko menambahkan jika penarikan galon PC di Manado dan Bali berlangsung mulus. Toko, jaringan distributor dan konsumen di dua wilayah tersebut praktis tak mengetahui adanya penggantian produk tersebut lantaran pihak produsen tak pernah memberikan edukasi.
Beberapa Fakta Produk Pengganti Galon PET
Keberhasilan penggantian produk PC di Manado dan Bali juga didukung fakta produk pengganti galon PET, di mana tampilannya mirip dengan galon lama, serta distribusinya masih dengan model isi ulang dengan harga jual yang sama. Tak heran, jika Eko menyebutkan bahwa konsumen praktis tak menyadari ada perubahan signifikan pada kemasan galon kecuali fisik galon yang terlihat lebih menawan karena lebih bersih dan bening.
50 Juta Orang Indonesia Pilih Galon PET
Data BPOM menyebutkan sekitar 50 juta orang Indonesia rutin mengkonsumsi galon guna ulang dari kemasan polikarbonat. Sementara bocoran data lembaga riset konsumen, AC Nielsen, menunjukkan volume penjualan galon bermerek mencapai 10,7 miliar liter pada 2022, atau naik 3,4% dari setahun sebelumnya, dengan total penjualan Rp 9,7 triliun.
Diketahui, penjualan galon polikarbonat mencakup 92% dari pangsa pasar galon bermerek. Pasar galon PET diperkirakan bakal bertumbuh seiring upaya sejumlah produsen memperkenalkan produk 'baby galon', galon ukuran mini dengan desain menarik dan kemasan yang bebas BPA. Menurut Eko, galon mini hadir untuk menjawab permintaan masyarakat atas air galon yang pas untuk acara atau kegiatan tertentu di luar rumah. Sementara dari sisi lingkungan, galon PET dalam beragam ukuran tersebut lebih ramah lingkungan karena plastik PET lebih mudah didaur ulang dan bernilai ekonomis tinggi.
(*)
(Gisela Cindy resmi menikah dengan Sian di Kanada!)
(kpl/wri)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Lesti Kejora Rawat Karier Sejak Kecil, Ungkap Kunci Bertahan
-
Selebritis Pacaran Zahra DA7 dan Eby Rizta Bawakan Ulang 'Saat Bahagia' Versi Dangdut
-
Dangdut Indonesia Fahri Labuan Batu Tersenggol dari Top 31 Group 5, Tetap Tegar
