Ketika Padel Naik Kelas Jadi Gaya Hidup dan Ajang Prestasi

Ketika Padel Naik Kelas Jadi Gaya Hidup dan Ajang Prestasi
Credit: Istimewa

Kapanlagi.com - Olahraga padel di Indonesia kini semakin populer. Tak lagi sekadar menjadi aktivitas olahraga favorit masyarakat urban dan komunitas, padel perlahan berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus cabang olahraga yang memiliki jalur kompetisi dan prestasi.

Semangat itulah yang coba dihadirkan melalui Fearless Padel Festival 2026. Digelar pada 14-16 Agustus 2026 di Athletiqs Airdome, Jakarta, ajang ini menggabungkan kompetisi olahraga, hiburan, komunitas, dan lifestyle dalam satu festival.

Fearless Padel Festival 2026 menyediakan total hadiah mencapai Rp600 juta. Beragam kategori pertandingan juga disiapkan untuk memberikan kesempatan kepada pemain dari berbagai level untuk merasakan langsung atmosfer kompetisi.

Untuk kategori putra, tersedia kelas Open, Silver, dan Bronze. Sementara kategori putri terdiri dari Open, Bronze, Lower Bronze, dan Celebrity. Ada pula Mixed Upper Beginner serta kategori youth U14 dan U16 boys.

Menariknya, pemain yang baru mulai mengenal dunia turnamen juga mendapat ruang khusus. Fearless menghadirkan Women's Beginner, Men's Upper Beginner, dan Fixed Mixed Upper Beginner yang bersifat invitation only.

Konsep tersebut dibuat agar para pemain pemula bisa mendapatkan pengalaman bertanding dalam suasana kompetitif, tetapi tetap nyaman dan menyenangkan.

Direktur Utama PT Elang Kreasi Indonesia, Lita Novita, mengungkapkan rasa syukurnya karena penyelenggaraan Fearless Padel Festival 2026 dapat berjalan dengan baik.

"Kami berharap kegiatan sampai hari Minggu nanti bisa memfasilitasi semua atlet dan pemain, mulai dari beginner sampai open tournament, bisa menjadi lebih baik dan memberikan inspirasi untuk banyak orang," ujar Lita

1. Dorong Padel Jadi Olahraga Prestasi

Perkembangan padel yang semakin pesat juga mendapat perhatian dari pemerintah. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Dr. Surono, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kompetisi padel seperti Fearless Padel Festival.

Menurutnya, kompetisi memiliki peran penting dalam membangun ekosistem olahraga. Pertandingan bukan hanya tentang mencari siapa yang menang dan kalah, tetapi juga menjadi sarana untuk menemukan talenta, mengukur perkembangan kemampuan atlet, serta memetakan potensi prestasi secara berkelanjutan.

Surono juga menilai pendataan atlet menjadi salah satu hal penting yang perlu diperkuat. Data tersebut dapat mencakup tempat latihan, pelatih, perkembangan prestasi hingga rekam jejak pertandingan para atlet.

Tak hanya dari sisi prestasi, pertumbuhan padel juga dinilai membuka peluang besar di sektor sport tourism dan sport industry.

Semakin besar komunitas padel, semakin besar pula kebutuhan terhadap lapangan dan fasilitas olahraga, perlengkapan, pelatih, penyelenggara event, sponsorship, media, hingga berbagai jasa pendukung lainnya.

2. PBPI Siapkan Atlet Menuju Level Internasional

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI), Mochtar Sarman, menilai padel memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi olahraga prestasi di Indonesia.

PBPI sendiri telah mencatatkan prestasi dengan meraih peringkat ketiga untuk tim putri pada tahun sebelumnya. Dalam waktu dekat, tim Indonesia juga akan menghadapi Asian Games yang menjadi salah satu momentum penting bagi perkembangan padel nasional.

Persiapan pun dilakukan secara serius. Para atlet dikirim untuk menjalani latihan di Spanyol. Selain itu, PBPI juga menghadirkan pelatih kepala asal Spanyol untuk membantu meningkatkan kualitas tim nasional.

Mochtar berharap persiapan tersebut dapat membawa hasil positif dan membuat para atlet Indonesia mampu meraih medali.

"Bertandinglah penuh dengan sportivitas, dengan fair play, tapi yang paling penting harus have fun," kata Mochtar.

3. Tak Cuma Bertanding, Ada Hiburan Juga

Sesuai konsep festival yang diusung, Fearless Padel Festival 2026 tak hanya menghadirkan pertandingan. Pengunjung juga bisa menikmati berbagai hiburan sekaligus merasakan atmosfer komunitas padel yang semakin berkembang.

Puncak kemeriahan akan berlangsung dalam Closing Ceremony pada Minggu, 16 Agustus 2026. Penyanyi Mollucan dijadwalkan tampil mulai pukul 19.30 WIB.

Bukan hanya menjadi tempat para pemain bertanding, tetapi juga ruang bagi komunitas untuk berkembang, masyarakat menikmati olahraga, dan talenta-talenta baru mulai menunjukkan kemampuan mereka.

Dengan begitu, padel di Indonesia bukan lagi sekadar olahraga yang sedang tren. Lebih jauh, padel mulai membentuk ekosistemnya sendiri dan membuka jalan menuju industri serta prestasi olahraga yang lebih besar.

(kpl/bus/ums)

Rekomendasi

Trending