Kisah Pramugari Cantik Lolos Dari Gempa & Tsunami Palu, Mencekam!

Jum'at, 05 Oktober 2018 18:31 Penulis: Sanjaya Ferryanto
Kisah Pramugari Cantik Lolos Dari Gempa & Tsunami Palu, Mencekam!
Tria Aditia Utari © Instagram


Kapanlagi Plus - Ada banyak cerita menegangkan saat gempa dan tsunami datang menerjang kota Palu dan Donggala. Gempa dan tsunami tersebut setidaknya telah menelan 1.000 lebih korban jiwa.

Kisah menegangkan sekaligus mengharukan datang dari seorang pramugari bernama Tria Aditia Utari. Dirinya menjadi saksi hidup bagaimana gempa dan tsunami meluluhlantakkan kta Palu, termasuk hotel tempatnya menginap.

Sebelumnya, Tria memang sudah diberitahu jika di Palu telah terjadi 4 kali gempa sebelum kedatangannya. Dirinya pun tak ambil pusing dan beraktivitas bersama kawannya dikamar hotel.

1. Kamar Hotel Bergetar Hebat

Hingga akhirnya kamar hotelnya pun bergetar hebat. Dirinya yang saat itu panik hanya bisa berpelukan dengan kawannya di dalam kamar sambil menangis. Setelah gempa berhenti, barulah dirinya sadar bahwa atap lorong hotel telah rubuh.

Dirinya pun berusaha keluar dari hotel. Dibantu oleh tamu hotel lainnya, Tria sempat naik ke rooftop dan berniat untuk turun. Namun niatnya tersebut gagal karena tiba-tiba tsunami datang dan menghantam hotel tersebut.

 

Kisah Tria sendiri dicapture dan disebarkan di Twitter oleh akun @msfachrochi. Silakan kamu baca dan bayangkan seperti apa kengerian yang dialaminya saat gempa dan tsunami tersebut terjadi.

2. Ada Yang Masih Mencari Keluarganya

Bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah menyisakan banyak cerita sedih. Dalam bencana ini, ada banyak orang yang kehilangan anggota keluarganya maupun teman dan sahabat.

Salah satunya adalah pria bernama Anjas Firmansyah. Akibat gempa yang berkekuatan 7,4 SR tersebut, dirinya hingga kini belum menemukan istri dan anak keduanya.

Anjas memiliki keyakinan jika keduanya selamat. Namun karena chaos pasca gempa, dirinya berusaha keras untuk mendapatkan info mengenai kondisi istri dan anak keduanya tersebut.

3. Sempat Diperingatkan Istri

Untuk menarik perhatian orang, Anjas pun menuliskan nama anak dan istrinya pada sebuah kardus yang ia ikatkan di tubuhnya. Dirinya pun berjalan kaki beberapa kilometer mendatangi posko bencana dan juga rumah sakit di sekitar Palu.

Dirinya terakhir kali bertemu dengan sang istri sesaat sebelum gempa. Kala itu istrinya yang bernama Atri sempat memberitahukan jika ada gempa, namun Anjas tak menghiraukannya.

Hingga akhirnya gempa besar terjadi, dan dirinya pun keluar rumah hanya menggunakan handuk. Dari situlah dirinya tak bisa menemukan sang istri. Untungnya Anjas bertemu dengan anak pertamanya yang langsung digandengnya untuk lari menjauh dari rumah.

4. Perumahan Tempatnya Tinggal 100% Rata Dengan Tanah

Sayangnya, anak kedua yang bernama Fajar juga tak bisa ditemukan olehnya. Tempat Anjas dan keluarganya tinggal, perumnas Balaroa memang menjadi salah satu tempat yang mendapatkan dampak luar biasa karena gempa.

Perumahan tersebut mengalami kerusakan hingga 100 persen, yang artinya tak ada satupun dari rumah di perumahan tersebut yang masih selamat dan berdiri tegak. Semuanya runtuh akibat gempa.

Diceritakan pula olehnya jika kondisi saat terjadi gempa sangat mengerikan. Tanah di perumnas seakan amblas dan aspal-aspal tebal terangkat ke atas dan posisinya terlipat-lipat.

5. Doa Untuk Anjas

Dirinya pun sempat mendapatkan pertolongan karena tertimpa reruntuhan kayu saat berusaha untuk melarikan diri. Kaki Anjas mendapatkan 5 jahitan karena luka tertimpa kayu.

Dirinya pun masih berusaha untuk mencari istri dan anaknya yang masih menghilang. Mari kita sejenak berdoa semoga Anjas bisa dipertemukan kembali dengan keluarga kecilnya.

(kpl/frs)



MORE STORIES




REKOMENDASI