Kreatif Di Tengah Pandemi, Perusahaan Ini Ubah Bis Menjadi Kafe Berjalan

Kamis, 30 Juli 2020 18:31 Penulis: Sanjaya Ferryanto
Kreatif Di Tengah Pandemi, Perusahaan Ini Ubah Bis Menjadi Kafe Berjalan
Kapanlagi/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Perusahaan Otobus (PO) di Kota Malang memanfaatkan armadanya untuk 'cafe berjalan' keliling kota. Armada bus yang didesain sedemikian rupa membawa para penumpang menikmati kopi dan snack, sekaligus keindahan kota.

Sepanjang rute perjalanan, para pengunjung mendapatkan penjelasan dari seorang guide seputar sejarah bangunan ikonik. Rute ditempuh sekitar 2,5 jam perjalanan melalui sejumlah bangunan bersejarah di Kota Malang.

Romy Yudha, Manager PO Pandawa 87 mengungkapkan, armada bus transportasi wisatanya berhenti beroperasi sejak 4 bulan lalu, sejak wabah Covid-19. Namun sekitar sebulan terakhir, bus cafe yang diberi nama NgopiUklam87 itu mulai beroperasi.

"Transportasi wisata tidak ada pendapatan sama sekali ya, akhirnya kita mencoba mengelola ide ini sebagai pancingan atau stimulan agar wisata bisa kembali di tengah masa pandemik ini," ungkap Romy Yudha, Senin (20/7).

1. Beroperasi Setiap Hari

Bus cafe beroperasi setiap hari sejak awal Juni lalu dengan keberangkatan dari Realizm Store, Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang. Penumpang dipatok tarif Rp50 Ribu dengan fasilitas kopi dan snack.

Kecuali Jumat, trip sebanyak 4 kali yakni pukul 10.00 WIB, 13.00 WIB, 16.00 WIB dan 19.00 WIB dan khusus Jumat hanya 3 trip yakni pukul 13.30 WIB, 16.00 WIB dan 19.00 WIB.

Rute yang ditempuh meliputi Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Borobudur, Jalan Ahmad Yani, Jalan Raden Intan, Jalan Panji Suroso, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Jalan Tumengung Suryo, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Patimura, Jalan Trunojoyo, Jalan Kertanegara dan Alun-Alun Balaikota Malang.

Setelah sesaat di Alun-Alun Balaikota Malang, perjalanan dilanjutkan ke Jalan Kahuripan, Jalan Semeru, Jalan Idjen Boulevard, Jalan Veteran, Jalan MT Haryono dan kembali ke Jalan Soekarno-Hatta.

2. Gunakan Prosedur Kesehatan

Pengunjung mendapat kesempatan menikmati Alun-Alun Balikota Malang, yang menjadi ikon kota. Mereka mendapat kesempatan sejenak berswafoto di pertengahan rute perjalanan tersebut.

"Kita mencoba membuat konsep baru, yang biasa ngopi di restauran atau cafe biasa, kita alihkan ke bus, sambil melihat kondisi Kota Malang. Kita mendukung pariwisata di Kota Malang kembali pulih," jelasnya.

Yudha menegaskan program bus cafenya sengaja syarat edukasi sejarah bagi masyarakat. Tidak sekadar minum kopi tetapi sekaligus mendapatkan pengetahuan seputar tempat-tempat bersejarah di Malang.

"Meskipun warga Malang, kadang tidak tahu sejarah tempat itu, contohnya stasiun Malang misalnya, setiap hari hanya lewat saja," katanya.

Sementara itu tempat duduk dalam bus didesain lega dengan saling berhadapan dipisahkan sebuah meja. Sementara bus dengan suspensi tinggi membuat penumpang dapat leluasa melihat keluar lewat jendela yang lebar.

"Rindu ya kita berwisata. Seru, bisa keliling kota dari atas bus, jalan-jalan santai banget," aku Raisa, salah satu penumpang.

Fasilitas kenyamanan dapat ditemukan dalam bus bermesin Mercedes tersebut, termasuk karaoke. Selain itu juga cocok untuk kegiatan bermedia sosial.

Seluruh penumpang harus melalui prosedur kesehatan dengan mencuci tangan dan diukur suhu tubuh, sebelum diizinkan masuk ke dalam bus. Penumpang juga diwajibkan mengenakan masker, selain posisi duduk tetap menjaga physical distancing.

(kpl/dar/frs)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI