Latihan ke Luar Negeri, Begini Persiapan Atlet Dayung Jelang Asian Games 2018
© merdeka
Kapanlagi.com - Demi meningkatkan kualitas latihan akan diadakan try out di beberapa negara, di antaranya Thailand, Cheko, dan Jerman. Nantinya pelatih-pelatih berpengalaman disiapkan dan akan selalu mendampingi, serta ditambah dua pelatih asing Cristian Veref dari Hungaria dan Jaroslav Radon dari Cheko.
Menurut Manajer TBR Young Mardinal mengatakan bahwa andalan tim dayung Indonesia terdapat pada kecepatannya.
"Sekarang ini kita menuju latihan khusus, andalan kita dikecepatan, maka jarak dekat menjadi prioritas dan di nomor 200M ditargetkan dapat emas," jelasnya.
Pelatih Dayung Muhammad Suryadi menyampaikan harapannya pada Asian Games nanti melalui nomor baru Canoeing C2 500M putri. Menurutnya, hasil positif pada Kejuaraan Kano Sprint Asia 15-18 Oktober 2017 lalu nomor baru Canoeing C2 500M putri itu berhasil menyabet emas mengalahkan Usbezkistan. Sementara pada nomor C2 200M putra mendapat perak kalah dari kazakhstan, dan putri mendapat perunggu.
"Hasil menggembirakan di kejuaraan Asia Oktober 2017 yang lalu menjadi dasar optimisme target memperoleh emas. Negara lain pasti berbenah melihat lompatan kita tersebut, tetapi setidaknya bila tren positif tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan, target akan tercapai," jelas Suryadi.
Selain nomor baru yang berpeluang emas, optimisme juga dirasakan atlet Dayumin asal Sulawesi Tenggara dan Nurmeni asal Jawa Barat yang kini sedang berkonsentrasi di Pelatnas.
"Semua atlet pasti bercita-cita dapat emas, hasil kejuaraan kemarin semakin memotivasi. Sekarang tergantung ini latihan kita, semoga tetap konsisten dan performa meningkat. Dari segi fasilitas latihan sudah bagus, perlu ditingkatkan untuk gym-nya," kata Dayumin.
Nurmeni turut menambahkan bahwa lawan-lawan berat adalah negara-negara pecahan Uni Soviet di antaranya Kazakhstan, Kirgyztan, dan Usbezkistan, juga negara-negara Asia yaitu Iran, China, dan Jepang. Bahkan kata dia, untuk Traditional Boat Race (TBR) harus tetap mewasdai sesama Asia Tenggara yaitu Thailand dan Myanmar.
Dalam kesempatan itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meninjau Pemusatan Latihan Nasional (pelatnas) untuk Asian Games 2018 cabang olahraga Dayung di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Senin (15/1) lalu.
Tak hanya bediri dan melihat para atlet berlatih, Menpora pun ikut naik perahu dan mengayuh dayung bersama atlet karena ingin merasakan langsung bagaimana para atlet memeras keringat saat berlatih.
"Indonesia adalah negara maritim, merangkai kebhinekaan dengan air, oleh karenanya olahraga air harus jaya termasuk dayung di dalamnya," kata Menpora menyemangati para atlet sebelum turun mendayung.
Ia menambahkan bahwa tidak hanya sukses penyelenggaraan, ekonomi dan administrasi, tetapi juga sukses pretasi. Imam percaya cabor dayung dapat memberikan prestasi karena ia sudah melihat rekam jejaknya. Selanjutnya pemerintah akan terus mendukung segala yang dibutuhkan atlet, official, pelatih, hingga masa depan atlet terus dipikirkan.
Advertisement
(Gisela Cindy resmi menikah dengan Sian di Kanada!)
(kln/tmi)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Mila Nurwanti Sebut April Sebagai Pesaing Terberat di D'Academy
