Lawan Kata Sarak dalam Bahasa Indonesia Beserta Penjelasannya
Ilustrasi (credit: Pexels)
Kapanlagi.com - Kata sarak merupakan salah satu kata yang mungkin jarang KLovers dengar dalam percakapan sehari-hari. Namun, kata sarak sendiri nyatanya ada loh dalam bahasa Indonesia. Lawan kata sarak adalah rujuk atau berujuk. Kata sarak ini biasanya digunakan oleh masyarakat Minang.
Nah, apa sih arti kata sarak itu? Ya, secara umum kata sarak memiliki arti pisah atau cerai. Sehingga tidak heran bila lawa kata sarak adalah rujuk atau merujuk. Selain mengetahui arti kata sarak, KLovers juga bisa mengetahui syarat cerai atau jatuh talak dalam Islam.
Untuk itu dilansir dari berbagai sumber, inilah penjelasan mengenai lawan kata sarak dalam bahasa Indonesia. Beserta dengan syarat jatuhnya talak atau cerai dalam Islam. Yuk, langsung saja dicek KLovers.
Advertisement
1. Arti Kata Sarak
Seperti yang dijelaskan di atas bahwa, kata sarak ini merupakan sebuah kata yang banyak digunakan oleh masyarakat Minang. Arti kata sarak sendiri adalah pisah atau cerai. Mengutip dari laman KBBI Online, kata sarak memiliki arti pisah atau cerah.
Sedangkan kata turunannya adalah bersarak yang artinya berpisah yang maksudnya di sini yaitu, perpisahan antara suami istri atau perceraian. Adapun persamaan kata sarak dalam bahasa Indonesia adalah cerai, pisah, talak, belah, pecah, putus, bercerai, dan berpisah.
Diketahui bahwa, kata sarak ini sering dijumpai dalam bahasa Minang. Dalam falsafah budaya Minang, dikenal filosofi hidup yang disebut dengan Sarak Basandi Kitabullah. Filosofi tersebut hingga sekarang ini masih dipegang oleh masyarakat Minangkabau.
Filosofi hidup yang disebut dengan Sarak Basandi Kitabullah memiliki arti kerangka kehidupan sosial, baik itu secara vertikal maupun horizontal. Filosofi ini juga lebih pada perpaduan antara norma dan etika masyarakat dalam masuknya agama Islam di sana.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
2. Lawan Kata Sarak
Nah, bagaimana dengan lawan kata sarak? Ya, lawan kata sarak sendiri adalah rujuk dan berujuk. Dalam bahasa Indonesia sendiri, kata rujuk adalah bersatunya kembali sepasang suami dan istri dalam ikatan pernikahan jika seorang suami memutuskan untuk rujuk dengan istrinya.
Selain itu, kata merujuk juga memiliki arti yaitu, bersatunya kembali seorang suami kepada istri yang telah dicerai sebelum habis masa menunggu. Merujuk hanya boleh dilakukan di dalam masa ketika suami boleh rujuk kembali kepada istrinya, yakni di antara talak satu atau dua.
Rujuk dalam pandangan fiqh adalah tindakan sepihak dari suami. Tindakan sepihak itu didasarkan kepada pandangan ulama fiqh rujuk yang merupakan hak khusus seorang suami. Adanya hak khusus itu dipahami dari firman Allah SWT dalam Al-Quran surat al-Baqarah ayat 228.
3. Syarat Jatuhnya Talak dalam Islam
Nah, bagi KLovers seorang muslim, maka ada syarat jatuhnya talak atau cerai dalam Islam. Ya, ada 3 syarat yang perlu diketahui KLovers. Dan berikut ini syarat jatuhnya talak dalam Islam yang dilansir dari nu.or.id:
1. Syarat pertama yaitu, menjatuhkan talak adalah suami yang sah, baligh, berakal sehat, dan menjatuhkan talak atas kemauannya sendiri. Artinya, tidak sah seorang laki-laki yang menalak perempuan yang belum dinikahinya, seperti mengatakan, "Jika aku menikahinya, maka ia tertalak". Demikian pula anak kecil dan orang yang hilang kesadaran akalnya, seperti karena tidur, sakit, tunagrahita, dan mabuk.
2. Kemudian syarat yang kedua adalah istri yang ditalak harus dalam keadaan suci dan tidak dicampuri, yang kemudian talaknya dikenal dengan "talak sunnah" dalam arti talak yang diperbolehkan. Sedangkan istri yang ditalak dalam keadaan haid atau dalam keadaan suci setelah dicampuri, dikenal dengan "talak bid'ah" dalam arti talak yang diharamkan. Kedua jenis talak ini berlaku bagi istri yang masih haid.
Sedangkan bagi istri yang tidak haid atau istri yang belum haid, istri yang sedang hamil, istri yang sudah menopause, atau istri yang ditalak khuluk dan belum dicampuri, maka hukum ini tidak berlaku. Hal ini karena, saat istri sedang suci agar ia langsung menjalani masa iddah, sehingga masa iddah tersebut menjadi lebih singkat.
Berbeda halnya, jika talak dijatuhkan saat istri sedang haid, meskipun tetap sah talaknya, maka masa iddahnya menjadi lebih lama karena dihitung sejak dimulainya masa suci setelah haid. Demikian pula jika istri ditalak dalam masa suci tetapi setelah dicampuri, maka kemungkinan untuk hamil akan terbuka. Jika itu terjadi, maka masa mengandung hingga melahirkan akan menjadi masa iddahnya.
3. Dan syarat yang terakhir yaitu, redaksi talak yang dipergunakan bisa berupa ungkapan yang jelas, bisa juga berupa ungkapan sindiran. Maksud ungkapan jelas di sini, tidak ada makna lain selain makna talak. Sehingga meskipun seseorang tidak memiliki niat untuk menjatuhkan talak dalam hati, jika yang dipergunakan adalah ungkapan yang jelas maka talaknya tetap akan jatuh. Contohnya, "Saya talak kamu" atau "Saya ceraikan kamu" atau "Saya lepaskan kamu".
Berbeda halnya dengan ungkapan sindiran. Ya, ungkapan sindiran ini mungkin bermakna talak, mungkin pula bermakna lain. Sehingga talaknya akan jatuh manakala ada niat talak dalam hati yang mengucapkannya. Artinya, jika tidak ada niat maka talaknya tidak jatuh. Contohnya, "Sekarang kamu bebas" atau "Sekarang kamu lepas" atau "Pergilah kamu ke keluargamu".
Namun, kembali lagi ya KLovers bila kalian belum yakin apakah talak tersebut sah atau tidak, maka bisa mendiskusikannya dengan ahli ulama. Tetapi, sebaik-baiknya umat muslim adalah, yang bisa mempertahankan keluarganya dengan baik. Tidak memutuskan semua hanya karena ego hingga nafsu amarah semata.
Itulah arti kata sarak serta lawan kata sarak yang bisa KLovers ketahui dan pahami. Namun, bukan hanya itu saja, tetapi juga KLovers bisa mengetahui syarat jatuhnya talak menurut Islam.
Yuk, simak juga
7 Anime Romance Drama Terbaru dan Lawas, dari Kisah Cinta Komedi hingga Supernatural
12 Rekomendasi Drama Korea Song Hye Kyo Paling Memorable dan Bikin Baper
Mengenal Buku Tafsir Ibnu Katsir, Bisa Jadi Referensi Pahami Al Quran dan Hadits
Memahami Kerangka Cerpen: Tujuan Pembuatan dan Bagian-bagiannya, Ketahui Juga Contohnya
Arti Kata Baku Adalah Ejaan yang Disesuaikan dengan Kaidah Bahasa Indonesia, Ketahui Ciri-Ciri dan Contohnya
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
Berita Foto
(kpl/gen/dhm)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
