Makna Isra Miraj, Sejarah dan Relevansinya di Zaman Sekarang

Makna Isra Miraj, Sejarah dan Relevansinya di Zaman Sekarang
Makna dan sejarah Isra Mi'raj (Credit: Istimewa)

Kapanlagi.com - Isra Mi'raj adalah salah satu peristiwa monumental dalam sejarah Islam yang menyimpan makna spiritual yang mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia. Dalam sebuah malam yang penuh berkah, Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam diperjalankan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem, sebelum melanjutkan perjalanan ke langit hingga Sidratul Muntaha. Di sanalah, beliau menerima perintah agung untuk melaksanakan salat lima waktu.

Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga sebuah perjalanan spiritual yang menunjukkan kebesaran dan kasih sayang Allah kepada Rasul-Nya. Isra Mi'raj menjadi simbol kedekatan antara manusia dan Tuhannya melalui ibadah salat. Dalam momen yang penuh makna ini, umat Islam diajarkan tentang arti ketaatan, keimanan, dan kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Lebih dari itu, Isra Mi'raj juga menegaskan bahwa setelah masa-masa sulit, Allah akan senantiasa memberikan penghiburan dan kekuatan kepada hamba-Nya yang beriman. Oleh karena itu, tak heran jika peringatan Isra Mi'raj setiap tahun menjadi momentum penting untuk merenungkan kembali spiritualitas dan memperkuat keimanan kita. Mari kita sambut peristiwa agung ini dengan penuh rasa syukur dan keikhlasan!

1. Makna Isra dan Mi'raj dalam Islam

Isra Mi'raj adalah sebuah perjalanan luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW dalam satu malam, di mana beliau melintasi dua tempat suci: dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sebelum melanjutkan perjalanan menembus langit tertinggi hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa agung ini, yang diabadikan dalam surat Al-Isra ayat 1, menjadi bukti nyata akan kebesaran Allah SWT, yang menyatakan, "Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari."

Melalui perjalanan ini, Allah tidak hanya menegaskan keistimewaan Rasulullah sebagai utusan-Nya yang terakhir, tetapi juga menekankan pentingnya salat sebagai jembatan komunikasi langsung antara manusia dan Sang Pencipta. Mukjizat ini mengajak kita untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran-Nya dan mendalami makna salat dalam kehidupan kita sehari-hari.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Sejarah Singkat Terjadinya Isra Miraj

Peristiwa Isra Mi'raj, yang terjadi sekitar tahun ke-10 kenabian, merupakan momen penuh makna di tengah kesedihan mendalam yang dialami Nabi Muhammad SAW, pasca wafatnya Khadijah RA, istri tercintanya, dan Abu Thalib, paman yang menjadi pelindungnya. Tahun tersebut dikenal sebagai 'Aam al-Huzn, atau Tahun Kesedihan.

Namun, di tengah duka yang menyelimuti, Allah memberikan penghiburan luar biasa melalui perjalanan magis. Dalam perjalanan ini, Rasulullah SAW diangkut oleh Buraq, hewan putih bersayap yang melesat cepat, dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Di sana, beliau memimpin salat bersama para nabi yang telah berlalu, sebelum melanjutkan perjalanan ke langit bersama Malaikat Jibril.

Dalam penjelajahan menakjubkan ini, beliau melewati tujuh lapisan langit dan bertemu dengan para nabi agung seperti Nabi Adam AS, Nabi Musa AS, dan Nabi Ibrahim AS, hingga akhirnya mencapai Sidratul Muntaha, tempat di mana beliau menerima perintah langsung untuk melaksanakan salat lima waktu.

3. Tujuan dan Hikmah Isra Miraj

Isra Mi'raj bukan sekadar perjalanan luar biasa, melainkan sebuah peristiwa monumental yang sarat dengan makna spiritual dan moral bagi umat Islam. Salah satu hikmah yang paling mendalam adalah penetapan salat lima waktu, yang menjadi tiang penyangga ibadah dalam Islam. Salat bukan hanya sekadar kewajiban ritual; ia merupakan latihan disiplin, pembersihan hati, dan pengingat akan kehadiran Allah dalam setiap langkah kehidupan kita.

Selain itu, peristiwa ini menegaskan pentingnya keimanan terhadap hal-hal ghaib, mengajak umat untuk mempercayai kebesaran Allah yang melampaui batas akal manusia. Seperti sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq yang tanpa ragu menerima kisah Isra Mi'raj, peristiwa ini menjadi ujian iman bagi umat Islam untuk tidak hanya percaya pada yang terlihat, tetapi juga pada kekuatan Allah yang tak terjangkau oleh pandangan mata.

4. Makna Salat dalam Kehidupan

Salat lima waktu bukan sekadar kewajiban, melainkan sebuah warisan agung dari peristiwa Isra Mi'raj yang menegaskan betapa pentingnya hubungan spiritual antara manusia dan Allah SWT. Dalam pandangan Imam al-Munawi, salat diibaratkan sebagai mi'raj bagi setiap orang beriman, di mana mereka dapat secara langsung mengungkapkan segala keluh kesah kepada Sang Pencipta tanpa ada penghalang.

Setiap gerakan rukuk dan sujud bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga simbol kerendahan hati dan ketundukan total di hadapan-Nya. Lebih dari itu, salat mengajarkan kita untuk menjaga kebersihan diri, mengatur waktu dengan bijak, dan menumbuhkan ketenangan dalam menjalani liku-liku kehidupan sehari-hari.

5. Relevansi Isra Miraj di Era Modern

Meskipun peristiwa Isra Mi'raj terjadi lebih dari 14 abad yang lalu, pesan-pesan yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan relevan di tengah kesibukan dunia modern saat ini. Salat lima waktu, misalnya, mengajarkan umat Islam tentang pentingnya disiplin waktu, memberikan jeda di tengah hiruk-pikuk kehidupan.

Selain itu, nilai-nilai spiritual yang diajarkan mengingatkan kita untuk menjaga keseimbangan antara urusan duniawi dan akhirat. Praktik wudhu pun menekankan pentingnya kebersihan fisik dan spiritual, yang sangat dibutuhkan di era yang penuh tekanan ini.

Dalam kesibukan sehari-hari, salat menjadi momen berharga untuk introspeksi dan refleksi diri, membantu menenangkan pikiran, meredakan stres, dan mengarahkan kembali fokus hidup kita pada hal-hal yang bermakna serta diridhai oleh Allah SWT.

6. Pelajaran dan Nilai Moral dari Isra Miraj

Dari momen agung Isra Mi'raj, umat Islam diingatkan akan pelajaran berharga yang bisa diambil. Pertama, keimanan yang kokoh adalah kunci untuk menghadapi berbagai ujian hidup, seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW yang tetap tegar dalam dakwah meski di tengah kesulitan. Kedua, peristiwa ini mengajarkan bahwa setiap tantangan pasti diiringi dengan pertolongan Allah SWT.

Selain itu, makna "mi'raj" yang berarti "naik" melambangkan perjalanan spiritual manusia menuju puncak kedewasaan. Dalam liku-liku kehidupan, setiap individu pasti mengalami pasang surut, namun dengan iman dan keteguhan hati, kita bisa mencapai tingkat spiritual yang lebih tinggi. Isra Mi'raj menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus belajar, beribadah, dan memperbaiki diri demi meraih ridha Allah SWT.

7. Kapan Isra Miraj 2026 Diperingati?

Tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah diperingati sebagai Isra Mi'raj, yang pada tahun ini jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026, menurut Kalender Hijriah Indonesia dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Momen istimewa ini menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperdalam kualitas ibadah dan menguatkan spiritualitas mereka.

Peringatan Isra Mi'raj biasanya dimeriahkan dengan beragam kegiatan keagamaan, mulai dari pengajian, ceramah, hingga doa bersama. Selain mengenang peristiwa agung ini, tujuan utamanya adalah untuk menghidupkan kembali semangat beribadah dan menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Rasulullah SAW.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

Rekomendasi
Trending