Menakar Seberapa Jauh Pemahaman Milenial Tentang Decacorn

Menakar Seberapa Jauh Pemahaman Milenial Tentang Decacorn ©Shutterstock

Kapanlagi.com - Milenial adalah generasi yang bakal menjadi pemegang kunci masa depan. Yang menarik, masyarakat yang lahir antara tahun 1980 hingga 1987 ini memiliki pandangan yang beda dengan generasi-generasi sebelumnya tentang kemapanan.

Sebagian besar generasi ayah dan ibu menganggap seseorang itu mapan kalau bekerja di kantor, punya penghasilan tetap, lebih-lebih mampu meraih karir yang lebih tinggi. Karena itu, mereka bakal kecewa ketika anak-anaknya sampai putus sekolah atau drop out, yang kemudian dianggap sebagai madesu, alias masa depan suram.

Pemikiran yang berbeda tentang masa depan dimiliki oleh milenial. Mereka sadar bahwa dunia kerja di balik meja kantor nggak bisa lagi diandalkan. Teknologi semakin hari, makin menggerus peran manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Peran digital sangat kerasa di berbagai sendi kehidupan dan inilah ‘ruang kerja’ yang harus diterjuni. Karena itu, nggak heran juga kalau makin banyak anak muda yang pede bikin startup. Daripada kejar karir di kantor, mending buka lapangan kerja buat diri sendiri dan orang lain.

Startup pun sebenarnya nggak jauh beda dengan karir di kantor. Diperlukan usaha yang keras untuk menjadikan perusahaan rintisan dari nol menjadi raksasa. Semuanya juga butuh proses. Ada kesuksesan, ada juga kegagalan dan penolakan. Tapi bila kualitas produk yang kamu tawarkan kepada masyarakat memberi kepuasan, cepat atau lambat, kesuksesan itu akan datang.

Kamu, sebagai milenial, juga harus tahu bahwa nggak selamanya startup itu tentang kerja keras dari tim yang cuma berisi segelintir orang. Itu hanya cerita di awal perjuangan mendirikan perusahaan saja. Ketika kesuksesan mulai datang, kamu pun juga wajib merekrut lebih banyak orang. Begitu juga dengan para ‘penanam saham,’ akan mulai tertarik untuk berinvestasi di perusahaanmu.

Dengan strategi yang baik, makin hari perusahaanmu bakal makin berkembang. Begitu juga dengan nilai perusahaan. Dimulai dari modal dengan tabungan sendiri, sebuah startup bisa mencapai valuasi hingga triliunan rupiah.

Di dunia startup ada beberapa tingkatan status yang disematkan untuk perusahaan yang mampu mencapai level-level valuasi tertentu. Yang lagi rame dibahas di Indonesia adalah unicorn. Diambil dari kata yang artinya adalah kuda bertanduk, unicorn merupakan startup dengan valuasi mencapai USD 1 miliar, atau sekitar 1,4 triliun rupiah.

Lanjut lagi, bila perusahaan mampu berkembang pesat dengan dukungan investor yang nggak sungkan-sungkan menggelontorkan dana demi peningkatan layanan dan kualitas, bukan mustahil level decacorn bakal diraih. Decacorn sendiri adalah sebutan buat startup yang sukses menembus valuasi USD 10 miliar, atau 14 triliun Rupiah, yang berarti 10 kali lebih besar dibandingkan unicorn.

Decacorn itu seperti mustahil untuk diraih, tapi faktanya ada kok startup yang mampu mendapatkannya. Bagaimana cara untuk sampai ke decacorn? Kamu bisa berkaca ke Grab. Berawal dari percakapan sekelompok teman saat minum teh yang mengeluhkan susahnya dapat taksi, lahirlah Grab. Sejak 2012, Grab terus berupaya memberikan layanan terbaik untuk penggunanya. Kepuasan pelanggan yang tinggi membawa mereka ke level decacorn, yang mana belum banyak berhasil dicapai startup lain.

Grab nggak mau terlena dengan situasi. Kualitas pun terus digenjot dengan memberikan banyak layanan baru dan dibutuhkan masyarakat, seperti GrabTaxi, GrabBike, GrabCar, GrabShare, GrabExpress, GrabFood, GrabWheels dan GrabFresh. Mereka pun juga terjun ke ranah fintech lewat GrabFinancial dan GrabReward. Ekspansi usaha juga dilakukan dengan mengakuisisi Uber untuk layanan Asia Tenggara hingga akhirnya Grab mampu beroperasi di delapan negara.

Luasnya cakupan layanan, ditambah dengan tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi, serta para investor yang memberi kepercayaan penuh pada layanan taksi online yang bermarkas di Singapura ini akhirnya menjadikan Grab sebagai decacorn pertama di Asia Tenggara.

Grab adalah decacorn (super unicorn) yang memiliki layanan terbaik, dengan harga terjangkau, dan menawarkan efisiensi untuk para penggunanya. Hingga saat ini, Grab sudah didownload lebih dari 136 juta pengguna yang tersebar di 336 kota di 8 negara.

Grab adalah Super App terkemuka di Asia Tenggara yang menawarkan solusi sehari-hari dengan layanan transportasi, pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile dan hiburan digital. Dengan filosofi platform terbuka yang diusung, Grab menyatukan para mitra untuk membuat hidup lebih baik.

Memang nggak mudah untuk mewujudkannya. Bukan cuma layanan dan cara meyakinkan investor, kejelian dalam melihat peluang untuk menjadi lebih besar pun juga harus dilakukan. Mulai terinspirasi dari kisah kesuksesan Grab meraih tahta decacorn untuk membangun startup kamu sendiri, KLovers?

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/xap)

Rekomendasi
Trending