Mencari Pasangan dari Bebet Bibit Bobot di Era Modern? Masih Relevan Ngga Ya?

Mencari Pasangan dari Bebet Bibit Bobot di Era Modern? Masih Relevan Ngga Ya? (c) Shutterstock

Kapanlagi.com - Banyak anggapan yang mengatakan jika mencari jodoh berdasarkan bibit bebet bobot is too yesterday. Terutama di era modern urban yang kini bisa mencari kriteria idaman melalui media sosial, hingga dating apps.

Meski begitu, selektif dalam mencari pasangan tetap wajib banget untuk dilakukan, dan tanpa disadari banyak diantara kita yang secara tersirat menerapkan prinsip bibit bebet bobot dalam menentukan pasangan. Apa saja sih?

Good Personality

(c) Shutterstock

Nggak bisa dipungkiri, personality yang dimiliki seseorang menjadi gerbang awal dalam munculnya ketertarikan. Mulai dari body language, gaya berpakaian, hingga keselarasan dalam perbedaan menjadi poin utama yang semakin membuat tertarik.

Tanpa disadari, hal ini sesuai dengan kriteria bibit yang dulu sering banget dijadikan pedoman seseorang dalam menentukan pasangan. Jika semua personality yang dimiliki seseorang sangat sesuai dengan apa yang kita inginkan, maka bukan nggak mungkin tahapan hubungannya bisa berlanjut.

Fresh Habit

(c) Shutterstock

Personality-nya sih cocok, tapi yakin kamu bisa menerima kebiasaan-kebiasaannya? Pertanyaan ini sering muncul ketika kepo memperhatikan setiap gerak-gerik doi baik ketika bertemu di suatu momen hingga saat stalking di media sosial.

Benar banget, kebiasaan yang dimiliki bisa mencerminkan kriteria bebet untuk dijadikan pedoman dalam mencari pasangan. Kebiasaan seseorang pastinya bisa berbeda-beda, dan bisa diklasifikasikan melalui beberapa perspektif baik secara psikologis maupun sosiologis atas pengaruh orang-orang di sekitarnya.

Saling memahami kebiasaan satu sama lain akan membuat hubungan menjadi lebih bermakna sebab masing-masing pasangan bisa saling mengetahui kelebihan sekaligus kekurangan, dan menemukan kebiasaan bersama yang membuat hubungan jadi lebih fresh!

Great Mind

(c) Shutterstock

Kira-kira doi memiliki critical thinking atau actual thinking ya? Jika kamu memiliki pertanyaan ini, maka secara nggak langsung kamu telah menerapkan kriteria bobot dalam menyeleksi pasangan idealmu.

Kriteria bobot ini sendiri memiliki istilah keren di dunia modern ini yaitu open minded. Segala hal yang berkaitan dengan pendidikan, pola pikir, problem solving, serta masih banyak lainnya menjadi yang paling krusial dalam menjalin sebuah relationship.

Meski muncul dengan istilah yang lain, nyatanya penerapan 3B alias bibit bebet bobot juga masih relevan banget buat saat ini lho. Ini menjadi bukti bahwa relationship bukanlah main-main dan perlu dilakukan filtrasi yang mendalam sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan.

Dinamika cinta yang mirip rollercoaster ini menginspirasi Closeup untuk menghadirkan sebuah web series bertajuk #SpeakUpForLove. Web Series ini sangat direkomendasikan buat kamu yang merasa tertarik dengan masalah relationship dan berbagai tantangannya.

Web series keren ini dibintangi oleh sederet bintang papan atas Tanah Air, seperti Bayu Skak, Abibayu, dan Lawrence Anzela. #SpeakUpForLove juga bisa jadi bahan refleksi buat kisah cintamu juga, terutama yang sedang galau menjalani kisah cinta beda usia, latar belakang seperti ras/suku, dan berbagai perbedaan lainnya.

Tungguin terus informasi paling update tentang webseries ini dengan follow Instagram @closeupID biar nggak ketinggalan jadwal tayangnya. Jadi, sudah siap untuk berani #SpeakUpForLove dengan pakai pasta gigi Closeup?

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/jef)

Rekomendasi
Trending