Menjawab Milenial Indonesia: Alasan Grab Jadi Decacorn Asia Tenggara

Selasa, 12 Maret 2019 07:53 Penulis: Iwan Tantomi
Menjawab Milenial Indonesia: Alasan Grab Jadi Decacorn Asia Tenggara
© Shutterstock

Kapanlagi Plus - Istilah decacorn semakin bergema belakangan. Bahkan, tak sedikit orang yang ramai membahasnya. Hal ini tak lepas dari pencapaian Grab sebagai startup level decacorn pertama yang meraihnya di Asia Tenggara. Apa yang diterima Grab ini tentu bukan sebuah kebetulan, tetapi bukti pencapaian dari proses yang panjang.

Gara-gara level decacorn yang ramai jadi obrolan ini pula, beberapa milenial pun turut penasaran. Lantas, kenapa Grab sampai jadi startup decacorn pertama di Asia Tenggara? Berikut ini beberapa alasannya.

Berhasil Mencapai Valuasi Hingg 10 Miliar Dolar AS

Jika unicorn diberikan untuk perusahaan yang berhasil mencapai valuasi hingga 1 miliar dolar AS, maka decacorn ini boleh dibilang 10 kali lipatnya unicorn. Sebab, sebuah perusahaan baru bisa dinamakan decacorn bila valuasinya mencapai 10 miliar dolar AS. Grab pun berhak menyandang level decacorn, setelah berhasil mencatatkan valuasi perusahaan sebesar 11 miliar dolar AS.

Belum Ada Decacorn di Level Regional

Grab yang merupakan startup asal Malaysia, berhasil mencatatkan diri sebagai decacorn pertama di negaranya. Menariknya, di level regional Asia Tenggara, belum ada startup level decacorn. Otomatis, predikat decacorn yang diterima Grab pun mentasbihkannya sebagai startup pertama decacorn pertama di Asia Tenggara.

Grab Terus Menghadirkan Banyak Layanan Baru

Pencapaian Grab sebagai level decacorn ini ternyata sejalan dengan inovasi yang terus dilakukannya. Sejak kali pertama dirintis pada 2012 silam, Grab terus mengembangkan layanan yang tak lagi sekadar ride-hailing, seperti GrabTaxi, GrabCar, juga GrabBike.

Grab sebagai super app terkemuka di Asia Tenggara, menawarkan solusi sehari-hari dengan ragam layanan lain, termasuk fintech seperti GrabRewards dan pembayaran mobile. Grab juga menghadirkan layanan marketplace, macam GrabFood, GrabFresh, juga GrabDelivery. Bahkan, demi memanjakan penggunanya, Grab juga menghadirkan layanan hiburan, seperti fitur video on-demand hasil kerjasama dengan HOOQ.

Dengan filosofi platform terbuka yang diusungnya, tak salah jika Grab kini sukses melebarkan ekspansi bisnisnya. Grab menyatukan para mitra untu membuat hidup lebih baik bagi masyarakat 336 kota di 8 negara. Dari Malaysia, Singapura, Indonesia, Kamboja, Myanmar, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

 

(kly/tmi)

Reporter:

Iwan Tantomi



MORE STORIES




REKOMENDASI