Metode dan Strategi Para Ahli Bioinformatika untuk Atasi Pandemi Virus Corona
Ilustrasi penelitian antivirus COVID-19. ©2020 AFP Photo/STR/China Out
Kapanlagi.com - Di awal 2020 ini, sebuah bencana serius melanda seluruh muka bumi dalam bentuk wabah virus mematikan bernama Covid-19 atau virus corona. Per hari Senin (6/4) kemarin, di Indonesia saja jumlah pasien yang positif terpapar virus ini sudah mencapai angka 2 ribu lebih, di mana 164 di antaranya dinyatakan sembuh, sementara 198 meninggal dunia.
Berdasarkan fakta itu, pihak pemerintah pun kini tengah bekerja dengan sangat serius untuk mencari jalan keluar dari pandemi global ini. Sementara itu, para pakar kesehatan juga terus melakukan pengkajian dan penelitian untuk menemukan obat yang tepat bagi penanganan Covid-19. Tak terkecuali para ahli di bidang bioinformatika.
Dr.rer.nat, Arli Aditya Parikesit selaku Kepala Jurusan Bioinformatika Indonesia International Institute for Life Sciences (i3l) menjelaskan jika penyebab COVID-19 bisa dianalisis menggunakan ilmu bioinformatika. Tujuannya untuk mencari solusi diagnostik, pengobatan dan pencegahan dalam bentuk vaksin.
"Dalam konteks diagnostik, yang dilakukan adalah navigasi ke basis data genome SARS-CoV-2 untuk mencari conserve region yang dapat dikembangkan sebagai marker untuk diagnosis molekuler. Kemudian, dalam konteks pengobatan, ada dua strategi yang dikembangkan oleh bioinformatisi," jelasnya, seperti rilis yang diterima KapanLagi.com.
Advertisement
1. Kemungkinan Berhasil Selalu Ada
Strategi pertama adalah menggunakan basis data obat yang sudah ada. Kemudian kedua menggunakan basis data herbal yang sudah banyak dikembangkan di Tiongkok. Setelah itu masuk ke tahap pengembangan vaksin menggunaknan metode immunoinformatika untuk mendesain vaksin generasi baru yang lebih aman, mengingat materi genetikanya tidak diikutsertakan.
Arli menambahkan saat ini sudah ada konsorsium keilmuan bioinformatika, yakni MABBI (Masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas Indonesia) yang kini tengah bekerja keras untuk menemukan metode diagnostic, pengobatan dan pencegahan untuk COVID-19. Dan i3l terlibat penuh di konsorsium tersebut.
"Tantangan terbesar semua ini adalah materi genetik SARS-CoV-2 yang berupa RNA, sehingga sangat mudah bermutasi. Ini yang menyebabkan pengembangan vaksin sangat menantang, walaupun jika menggunakan ilmu bioinformatika dan instrument biomedis molekuler termutakhir, kemungkinan berhasil selalu ada," tutupnya.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
2. Ikuti Imbauan Pemerintah
Untuk saat ini, masyarakat diharapkan bisa menuruti imbauan pemerintah untuk karantina di rumah masing-masing dan menerapkan sistem physical distancing. Mematuhi aturan itu sama artinya dengan membantu para ahli dan pemerintah untuk segera mengatasi pandemi ini.
"Secara umum, ikuti guidelines dari pemerintah yang dibenchmark ke SOP WHO, seperti physical distancing, rajin cuci tangan, pakai masker dan lainnya. Jangan pergi ke rumah sakit jika tidak sakit berat dan terutama ikuti petunjuk dari RT/RW terkait pengamanan wilayah masing-masin," tutupnya.
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/gtr)
Advertisement
