Nggak Lagi Lelah Hayati, Kuliah di Universitas Malahayati Bikin Jadi No 1 di Hati

Jum'at, 23 Agustus 2019 11:00 Penulis: Dwi Ariyani
Nggak Lagi Lelah Hayati, Kuliah di Universitas Malahayati Bikin Jadi No 1 di Hati
© shutterstock

Kapanlagi Plus - Jadi milenial masa kini harus bisa membuktikan kualitas diri. Bukan cuma modal eksis di media sosial saja, kamu juga wajib memperhatikan pendidikan dan fokus mengejar impian. Jadi dokter mungkin salah satu cita-cita masa kecil yang sekarang sudah tergantikan oleh profesi lain, seperti Youtuber dan content creator di era digital. Tapi jangan salah, profesi dokter tetap mulia dan bikin kamu jadi milenial yang beda. Ssst, dokter juga tetap jadi profesi idaman para orangtua dan calon mertua.

Kuliah kedokteran memang butuh perjuangan panjang yang sering bikin ‘lelah hayati'. Tapi, bukan berarti nggak bisa diwujudkan. Kalau mau jadi calon dokter yang dibanggakan mertua, kuliah di Universitas Malahayati aja yang siap bikin kamu jadi nomor 1 di hati. Buktinya, calon dokter universitas Malahayati berhasil masuk jajaran nasional, lho!

Kompleks Universitas MalahayatiKompleks Universitas Malahayati

Calon Dokter Berprestasi yang Bikin Bangga

Bukan hoax, hal ini dibuktikan lewat prestasi Ade Rahardian yang tercatat sebagai lulusan terbaik tingkat nasional pada Uji Kompetensi Mahasiswa Computer Based Test (CBT) Program Profesi Dokter (UKMPPD) dengan nilai 91. Prestasi ini berhasil diraih pada bulan Mei 2019 lalu. 

Nggak cuma Ade, ada juga Putri Julianti yang berhasil meraih gelar terbaik dalam Diksar Dokter Perwira Akmil di Magelang pada Awal Agustus 2019. Kedua milenial ini berhasil jadi bukti kalau calon dokter Universitas Malahayati sukses bikin bangga dan jadi nomor 1 di hati!

Fasilitas Keren Pendukung Akademik

Soal peningkatan mutu akademik ini memang nggak terlepas dari peran kampus yang ingin mencetak lulusan berprestasi. sangat peduli soal peningkatan mutu akademik. "Kita melengkapi seluruh fasilitas kampus untuk menunjang seluruh kegiatan akademik," kata Dr. Kadafi.

Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H.Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H.

Fasilitas di Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati sangatlah lengkap. Kampus ini memiliki Laboratorium Kesehatan Terpadu, mulai dari laboratorium dasar, biomolekular, osce, hingga laboratorium Computer Basic Training (CBT). Dikuatkan dengan Perpustakaan Universitas Malahayati yang memiliki 35.000 koleksi buku dan dilengkapi dengan fasilitas internet.

Bahkan disediakan rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin, yang mendapat predikat level Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit. Rumah sakit bintang lima yang didirikan sejak 2006 ini merupakan salah satu faktor penunjang yang penting untuk Fakultas Kedokteran.

Kadafi juga mengontrol dengan ketat proses belajar mengajar. Tak hanya itu, seluruh mahasiswa kedokteran bertempat tinggal di pemukiman kampus yang bernama "Green Dormitory." Ini semacam asrama mahasiswa yang dirancang sangat nyaman seperti apartemen, bahkan tersedia laundry gratis. "Sehingga mahasiswa bisa fokus belajar," kata Kadafi.

Selain itu, Rektor Kadafi yang masih berusia 36 tahun ini mengembangkan manajemen terbuka, menerapkan terobosan seperti melelang jabatan di kampus. "Sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan karier dan berani memikul tanggung jawab. Ukurannya jelas pada kualitas pendidikan," kata rektor yang juga Ketua Kadin Lampung. Ia adalah ketua termuda di Indonesia.

Prestasi dan Kerjasama

Jadi salah satu lulusan berprestasi di Universitas Malahayati, Ade Rahardian mengaku kalau seluruh sistem terpadu yang ada membuatnya semakin mudah belajar.

"Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan menimba ilmu di universitas kebanggaan ini. Saya dapat meraih banyak ilmu dari para dosen dan staf pengajar yang membimbing dengan ikhlas dan sabar," kata mahasiswa kedokteran yang masuk pada 2013 dan tamat pada 2017.

Manfaat yang diperoleh Ade Rahardian adalah ketika ia mengikuti seluruh ujian yang dibutuhkan untuk seorang dokter. Ia tak mengalami kesulitan sama sekali. "Saya hanya memperkuat materi dasar dari bangku kuliah. Kalau dasarnya kuat, maka akan lebih mudah memahami materi yang diujikan," ungkapnya.

Kemudian, hasilnya sangat membanggakan kedua orangtuanya, Tukidi dan istrinya, Yelisda. "Saya sangat senang dan bersyukur," katanya. Maklum, ia telah membuat kedua orang tuanya tak tersia-siakan dalam mendukung seluruh upayanya menimba ilmu pendidikan kedokteran.

Prestasi yang diraih kampus hijau ini pun menarik minat Universitas Putra Malaysia (UPM) menjalin kerjasama. Setiap tahun kampus dari negeri jiran itu mengirimkan 18 mahasiswa keperawatannya untuk belajar di Universitas Malahayati. “Saya merasa berkesan dan sangat senang berada di Universitas Malahayati, bisa membandingkan ilmu yang berada di Malaysia dan Indonesia," kata Irfan, mahasiswa UPM di Universitas Malahayati.

Fakultas Kedokteran di Universitas Malahayati ini sendiri termasuk yang tertua di Lampung. Bahkan hingga saat ini, di Provinsi Lampung hanya ada dua Fakultas Kedokteran, selain di Universitas Malahayati ada di salah satu universitas negeri di Lampung. Di Indonesia hanya 74 Fakultas Kedokteran di berbagai universitas, setengahnya di Pulau Jawa.

Universitas Malahayati berdiri di tahun 1993 dan Fakultas Kedokteran termasuk salah satu fakultas pionir yang pertama kali ada. Kampus ini menempati areal 84 hektare di kawasan Kemiling, Bandar Lampung. Sembilan gedung terpadu kampus didirikan dalam areal tiga hektare di dalamnya.

Kekuatan Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati lainnya berada pada kiprah alumninya. Hingga kini Universitas Malahayati belum pernah menerima komplain dari masyarakat menyangkut pelayanan kesehatan yang ditangani anak didiknya. Alumni Fakultas Kedokteran terserap dengan baik, di antaranya sudah mendapatkan kepercayaan untuk memimpin.

Selain itu didukung persatuan alumni yang sangat memperhatikan para mahasiswa lulusan Universitas Malahayati. Begitu pernyataan Dokter Kriscandra Satria yang saat ini adalah anggota Tim Kedokteran Kepresidenan, dan Muhammad Yunus seorang dokter spesialis bedah saraf, sebagaimana tertulis dalam buku "Rusli Bintang & Universitas Malahayati, Jejak Sang Yatim Penakluk Badai."

Fakultas dan Prodi Universitas Malahayati

Fakultas Kedokteran

• Program Studi Kedokteran Umum
• Program Studi Ilmu Keperawatan (S1)
• Program D-3 Kebidanan
• Program Studi Diploma IV Bidan Pendidik
• Program Studi Farmasi (S1)
• Program Studi Psikologi (S1)

Fakultas Kesehatan Masyarakat

• Program Studi Kesehatan Masyarakat

Fakultas Ekonomi

• Program Studi Ekonomi Akuntansi
• Program Studi Ekonomi Manajemen

Fakultas Teknik

• Program Studi Teknik Sipil
• Program Studi Teknik Mesin
• Program Studi Teknik Industri
• Program Studi Teknik Lingkungan

Fakultas Hukum

• Program Pascasarjana
• Magister Kesehatan Masyarakat

Akademi Farmasi & Analisis Makanan

• Program Studi Diploma III Farmasi & Makanan

 

 

 

(adv/aik)

Editor:

Dwi Ariyani



MORE STORIES




REKOMENDASI