Pasangan Jogja Ini Nikah Dengan Mahar Sepeda, Filosofinya Dalam!

Agista Rully | Sabtu, 18 Maret 2017 12:18
Pasangan Jogja Ini Nikah Dengan Mahar Sepeda, Filosofinya Dalam!
© Facebook.com/Komunitas Pitnik Jogja

Kapanlagi.com - Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa lebih baik menjalin cinta dengan seseorang yang memiliki hobi sama. Satu, dengan hobi sama maka pembicaraan akan berlangsung natural dan nyaman bagi satu sama lain. Dua, bila menjalin hubungan yang lebih serius, pernikahan contohnya, maka hobi masing-masing tak akan dikesampingkan namun malah bisa dilakukan bersama-sama.

Namun bila memiliki hobi yang tak sama juga tak mengapa sebab perbedaan minat dapat mengisi pembicaraan satu sama lain. Ada kemungkinan juga untuk saling mencoba hobi yang berbeda tersebut. Namun kisah cinta satu ini timbul karena persamaan hobi. Dan bisa dibilang kisah cintanya cukup manis juga.

Nurhadi dan Wiwien, pasangan Yogyakarta yang berjodoh karena memiliki hobi sama yakni bersepeda © Facebook.com/Komunitas Pitnik JogjaNurhadi dan Wiwien, pasangan Yogyakarta yang berjodoh karena memiliki hobi sama yakni bersepeda © Facebook.com/Komunitas Pitnik Jogja

Melalui sebuah grup Facebook bernama Komunitas Pitnik Jogja, dua orang insan dipersatukan dalam mahligai pernikahan. Pasangan ini adalah Nurhadi Susanto dan Wiwien Mulyono, keduanya merupakan warga Yogyakarta. Pasangan ini bertemu melalui sebuah komunitas pecinta sepeda karena menggeluti hobi yang sama.

Uniknya saat memutuskan untuk menikah Selasa (14/03) lalu, Nurhadi membelikan satu unit sepeda sebagai mas kawin pernikahan untuk wanita asal Ponorogo tersebut. Ternyata mas kawin sepeda ini tak hanya menjadi simbol pemersatu cinta mereka yang bersemi dari komunitas sepeda tapi juga memiliki makna lain. Duh dalam banget kan?

Mahar Pernikahan kedua pasangan ini adalah satu unit sepeda dengan makna filosofis yang cukup dalam © Facebook.com/Komunitas Pitnik JogjaMahar Pernikahan kedua pasangan ini adalah satu unit sepeda dengan makna filosofis yang cukup dalam © Facebook.com/Komunitas Pitnik Jogja

"Hidup harus tetap bergerak dengan seimbang untuk mencapai tujuan. Seperti sepeda yang harus dikayuh dan roda terus berputar. Diharapkan sepeda ini dapat menjadi lambang menjalani kehidupan yang terus bergerak dan tidak mudah tergoyang angin atau roboh terhambat jalanan yang tidak mulus." begitu harapan mempelai yang melangsungkan pernikahan secara sederhana ini.

Well, masalah jodoh itu memang misterius. Kadang jodoh dapat dengan mudah ditemukan di tempat terdekat namun kadang jodoh malah bertemu di tempat yang jauh. Yang jelas jodoh itu selalu datang tepat pada waktunya dengan cara yang paling indah. Setuju? (kpl/agt)




Kinoy galau gaes... - KapanLagi #LUPAINMANTAN

PLUS TERKAIT

LATEST UPDATE




REKOMENDASI