Pemilik Sekolah SPI Batu Dilaporkan Atas Dugaan Pelecehan Seksual, Kekerasan dan Eksploitasi

Minggu, 30 Mei 2021 16:52
Pemilik Sekolah SPI Batu Dilaporkan Atas Dugaan Pelecehan Seksual, Kekerasan dan Eksploitasi
Arist Merdeka Sirait / Credit Foto: Liputan6.com


Kapanlagi Plus - Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) belum lama ini melaporkan pemilik dari sekolah Selamat Pagi Indonesia Batu, Malang, Jawa Timur. Sang pelaku yang disebut berinisial JE itu dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual, eksploitasi ekonomi dan kekerasan.

Laporan tersebut dibuat sendiri oleh Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka. Ia datang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu, M.D Furqon bersama 3 korban.

"Ternyata Sekolah SPI di Kota Batu menjadi sumber malapetaka peserta didik," buka Arist saat ditemui di Mapolda Jatim, seperti dilansir dari portal Jawapos.com.

1. Korban Lebih Dari 15?

Arist mendapati laporan tersebut dari salah satu murid SPI yang mengaku jadi korban. Pasalnya, sang korban sampai mengalami tekanan psikologis usai dilecehkan oleh pelaku.

"Dilaporkan ke KPAI satu minggu lalu, kemudian kami investigasi," jelas Arist.

Sampai saat ini proses penyelidikan masih terus berlanjut, namun dari situ, Arist bisa memperkirakan berapa jumlah korbannya.

"Kemungkinan lebih dari 15. Mungkin-mungkin saja karena tidak pernah terbuka. Korban ini juga bisa jadi baru terjadi. Bisa jadi bukan hanya JE tapi ada pelaku lain," tambahnya.

2. 3 Kejahatan yang Dilaporkan

Dari beberapa korban yang sudah mengaku, mereka mengalami kekerasan seksual secara fisik maupun verbal. Kejadian ini bahkan sudah berlangsung sejak tahun 2009 silam.

"Ada tiga yang kami laporkan, yaitu kejahatan seksual berulang-ulang, eksploitasi ekonomi memanfaatkan anak untuk diperkerjakan. Kami juga laporkan terjadi kekerasan fisik yang dilakukan pengelola," urai Arist.

Arist berharap agar Polda Jatim segera melakukan penyelidikan kasus tersebut. Sebab perbuatan pelaku bisa masuk sebagai kejahatan yang luar biasa.

3. Pihak SPI Menyangkal

Uniknya, Kepala Sekolah SPI, Risna Amalia Ulfa malah menyangkal laporan tersebut. Dia bahkan mengaku kaget dan merasa ada yang janggal dengan pemberitaan tersebut.

"Kami tidak tahu siapa yang memasukkan bahan pelaporan, dengan tujuan apa, dan memiliki motif apa membuat laporan itu. Karena sesungguhnya yang diberitakan sama sekali tidak benar. Saya di sini sejak sekolah ini berdiri 2007," tutur Risna ketika dihubungi pada Sabtu (29/5) malam.

Merasa nama baik sekolah telah tercemar, saat ini pihaknya juga tengah mendalami kasus dan laporan tersebut. Menurutnya, ada oknum tertentu yang ingin menjatuhkan nama baik SPI.

"Saat ini kami juga mencoba mencari tahu lebih dalam tentang hal ini. Sepertinya ada yang memiliki tujuan tidak baik kepada SPI," tuntasnya.

(kpl/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI