Pengacara Julianto Ekaputra Beberkan Spanduk Tanda Tangan Sebagai Pembelaan

Kamis, 04 Agustus 2022 16:13
Pengacara Julianto Ekaputra Beberkan Spanduk Tanda Tangan Sebagai Pembelaan
Julian To Ekaputra beberkan spanduk (credit: Kapanlagi.com/Darmadi Sasongko)


Kapanlagi Plus - Tim Pengacara motivator Julianto Ekaputra (JE) membeber spanduk berisi tanda tangan siswa dan alumni sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI). Tanda tangan tersebut sebagai bukti bahwa dakwaan kekerasan seksual terhadap JE, tidak pernah terjadi sebagaimana dilaporkan.

"Kami baru saja membacakan nota pembelaan. Jadi ini kami juga menunjukkan dukungan dari siswa-siswa maupun alumni SPI yang saat ini masih ada. Mereka meminta keadilan agar pengadilan ini dapat membebaskan klien kami. Karena secara sah dan meyakinkan sudah terbukti bahwa klien kami tidak melakukan seluruh apa yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum," jelas Dito Sitompul, Tim Pengacara JE di Pengadilan Negeri Malang, Rabu (3/8).

Kata Dito, tuduhan yang dilontarkan oleh sejumlah pihak tentang kekerasan seksual oleh pendiri SPI tersebut tidak terbukti. Saksi dianggap berbohong, karena isu itu tidak pernah terdengar dan terjadi sebagaimana yang disampaikan oleh saksi pelapor.

"Ini sekarang siswa-siswa yang di sana pun masih tetap menyatakan tidak pernah ada isu terkait pelecehan seksual," tegasnya.

1. Sampaikan 100 Lebih Tanda Tangan

Sementara Hotma Sitompul menyampaikan sebanyak 100 lebih tanda tangan dari siswa dan alumni. Mereka disebutkan oleh Hotma, semua kesaksiannya berbohong.

"Mereka menyampaikan semua omongan pelapor itu tidak benar. 100 orang bilang bahwa itu tidak benar, tidak pernah ada isu itu. Itu baru keluar kemarin ini setelah adanya konspirasi di Bali," terang Hotma.

2. Jaksa Tak Berhasil Buktikan Tuduhannya

Hotma juga menyatakan Jaksa tidak berhasil membuktikan tuduhannya. Karena semuanya berhasil dibantah oleh Tim Pengacara.

"Bayangkan 100 orang lebih menyatakan tidak pernah ada isu itu, bisa meledak tiba-tiba, dan bersyukurlah dalam persidangan tidak terbukti sama sekali dakwaan dan tuntutan saudara JPU," tambahnya.

3. Pengakuan Saksi 12 Tahun Tertekan

Hotma juga mempertanyakan pengakuan saksi yang 12 tahun tertekan. Tetapi dari bukti yang dimilikinya korban jalan-jalan ke luar kota dan menginap di hotel bersama-sama temannya.

"Dua orang ini berniat menghancurkan SPI nanti kita minta tangungjawabnya," tegas Hotma menunjuk saksi seseorang yang disebutnya pacar korban.

4. Beberkan Spanduk

Tim Penasihat Hukum terdakwa terdiri dari Hotma Sitompul, Philip Sitepu, Jefry Simatupang, Geofany, SH dan Dito Sitompul. Mereka sempat membeberkan spanduk berisi tanda tangan tersebut dalam sidang.

Terdakwa dihadirkan secara online melalui layar monitor dari Lapas Klas 1 Lowokwaru Malang. Terdakwa sempat diminta membaca pembelaan sebelum kemudian dilanjutkan oleh tim pengacara.

5. Berlangsung Pagi Sampai Sore

Sidang pembacaan pembelaan berlangsung pukul 09.40 WIB – 15.00 WIB di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Malang. Sidang dipimpin Herlina Reyes, SH.MH (Ketua Majelis), Guntur Kurniawan, SH. (Hakim Anggota) dan Syafrudin, SH. (Hakim Anggota).

Bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Batu, Yogi Sudharsono (Kasi Pidana Umum Kejari Batu), Edi Sutomo (Kasi Intelijen Kejari Batu), Maharani Indrianingtyas (Jaksa Fungsional Pidana Umum Kejari Batu) dan Muh. Fahmi Barata.

6. Ungkapkan Keyakinannya

Sementara JPU, saat dimintai tanggapan mengungkapkan keyakinannya bahwa terdakwa telah melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan yang sudah dibacakan pada sidang tuntutan sebelumnya. Tuntutan itu secara materi sudah disusun disertai dengan berbagai bukti pendukung.

"Itu silakan bagian dari pembelaan. Tetapi semua sudah kami tuangkan dalam sidang tuntutan kemarin berikut bukti-buktinya," ungkap Edi Sutomo.

Sidang selanjutnya akan kembali digelar Rabu, 10 Agustus 2022 dengan agenda pembacaan replik oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batu.

(kpl/dar/nda)



MORE STORIES




REKOMENDASI