Potret Atlet yang Kisahnya Membakar Semangat di Asian Para Games 2018

Rabu, 10 Oktober 2018 14:34 Penulis: Ayu Miranti
Potret Atlet yang Kisahnya Membakar Semangat di Asian Para Games 2018
┬ęBola.com/Muhammad Ivan Rida

Kapanlagi Plus - Keterbatasan ternyata bukanlah halangan bagi seseorang untuk meraih impiannya, setinggi apapun mimpi itu. Hal ini dibuktikan dengan perjuangan para atlet Asian Para Games 2018 yang energinya seakan bisa dirasakan oleh siapa saja. Di balik penyelenggaraan ajang bergengsi ini, terdapat kisah-kisah para atlet Indonesia yang begitu membakar semangat. Siapa saja mereka, berikut potretnya.

Zaki Zulkarnaen dan 7 Tahun Penantian

©Bola.com/M Iqbal Ichsan©Bola.com/M Iqbal Ichsan

Mulai ikut para swimming pada tahun 2011, Zaki baru dipanggil pelatnas pada tahun 2018. Asian Para Games 2018 ini bisa dibilang event pertama dan terbesar yang pernah diikutinya. Menjadi yang pertama kali nggak membuat Zaki gentar, biarpun banyak melewati jalan berliku.

Atlet usia 23 tahun ini berhasil menyabet perunggu setelah finis dengan catatan waktu 1 menit 19,95 detik. Dia hanya kalah 0,60 detik dari seniornya di tim Indonesia, Guntur yang membawa medali perak. Kisah penantian Zaki selama 7 tahun ini akhirnya terbayar. Ia berhasil meraih perunggu di event pertamanya.

Dian Kristianingsih Raih Prestasi dengan Tembus Keterbatasan

©Bola.com/Muhammad Ivan Rida©Bola.com/Muhammad Ivan Rida

Di balik sosoknya yang sederhana, Dian Kristianingsih punya mental baja yang mengagumkan. Mengalami masalah kesehatan sehingga sulit melihat dengan sempurna tidak membuatnya putus asa. Justru sebaliknya, Dian tetap punya mimpi-mimpi besar yang ingin diwujudkannya. Tekad-nya yang kuat membuatnya berhasil meraih medali perak dalam cabang olahraga lawn bowls nomor B3 open single's pada (8/10/2018). 

Ia mengaku sungguh tidak menyangka dengan prestasi yang diraihnya. Pasalnya, Dian tidak terlalu berekspektasi tinggi. Menurutnya, prestasi ini adalah rejeki dari Allah dan akan terus dipertahankan. Dian juga berpesan pada para penyandang disabilitas lainnya agar tetap semangat untuk meraih mimpinya. Karena setiap keterbatasan bisa ditembus dengan usaha, doa dan kerja keras. 

Iberamsyah Tetap Penuh Semangat Ikuti Asian Para Games 2018

©Liputan6.com/ Cakayuri Nuralam©Liputan6.com/ Cakayuri Nuralam

Iberamsyah dulunya terlahir sempurna, tanpa adanya masalah penglihatan. Pada tahun 1990, ia mengalami katarak yang harus segera dioperasi. Biaya kendala yang dialami membuatnya tidak bisa menjalani operasi dan harus kehilangan penglihatan. Namun, keadaannya tersebut tidak membuatnya menyerah begitu saja.

Ia bangkit setelah diajak menjadi atlet renang. Kejuaraan demi kejuaraan pun diikutinya hingga berkesempatan tampil di Asian Para games 2018. Biarpun belum berhasil meraih medali karena finis di posisi buncit dengan catatan waktu 1 menit 15,57 detik, ia tetap bersemangat. Iberamsyah  sama sekali tidak kecewa, justru makin terpacu untuk berlatih lebih baik lagi.

Dilarang Main, Ada Berkah Untuk Atlet Miftahul Jannah

©Merdeka.com/Imam Buhori©Merdeka.com/Imam Buhori

Miftahul Jannah, Atlet Judo Indonesia di Asian Para Games 2018 terpaksa didiskualifikasi dalam pertandingan karena mempertahankan jilbab yang dikenakannya.

Dalam judo, terdapat aturan "Kepala tidak boleh ditutup terkecuali untuk balutan yang bersifat medis, aturan yang satu ini harus dipatuhi." Hal ini tertuang di Artikel 4 Poin 4 aturan keselamatan dari Federasi Judo Internasional (IJF).

Keteguhan Miftahul mempertahankan kegigihannya ini mendapatkan apresiasi dari Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini berupa umrah gratis. Mendapatkan kabar ini, Miftahul begitu bahagia dan menyampaikan rasa terima kasihnya. Selain Jazuli, Miftahul juga mendapatkan dukungan dari masyarakat luas yang kagum dengan keteguhan hatinya menutup aurat meskipun dilarang bertanding.

Itulah deretan kisah yang membakar semangat di balik terselenggaranya Asian Para Games 2018. Dukungan dari para atlet terus mengalir, begitu juga dengan Grab Selaku Official Mobile Platform Partner Asian Para Games 2018. Mengusung slogan #KemenanganItuDekat, Grab menyediakan beragam layanan untuk para penyandang disabilitas.

Grab menyediakan 500 armada Grab Gerak dan 20 Golf Car. Grab juga telah menyediakan pengemudi yang sudah diberikan pelatihan dan sertifikat untuk membantu penumpang disabilitas menggunakan Grab Gerak.

20 Armada golf car ini tersebar di area Gelora Bung Karno, Bandara Soekarno-Hatta, dan beberapa tempat penginapan atlet. Grab menerapkan algoritma ganjil-genap untuk pergerakan golf car ini, sehingga mitra pengemudi bisa melewati jalan-jalan protokoler yang diperbolehkan.

Semoga dengan membaca kisah-kisah para atlet di Asian Para Games 2018 di atas bias membakar semangatmu juga ya, KLovers! 

(kpl/ayu)

Reporter:

Ayu Miranti



MORE STORIES




REKOMENDASI