Prita Kemal Gani Rilis Sebuah Biografi Tentang Kisah Seorang Perempuan Multi Peran

Jum'at, 02 Desember 2022 00:51
Prita Kemal Gani Rilis Sebuah Biografi Tentang Kisah Seorang Perempuan Multi Peran
Credit Foto: Dokumentasi Pribadi


Kapanlagi Plus - Bertepatan dengan Dies Natalis London School of Public Relations (LSPR) yang ke-30 tahun, Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, meluncurkan sebuah biografi yang berjudul 'Prita Kemal Gani, 30 Tahun Sebagai Pendidik. Multi Peran Menjadi Pemimpin, Tokoh Humas, Istri, dan Ibu'.

Biografi tersebut ditulis oleh Asteria Elanda dan diterbitkan oleh Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Mulai tanggal 7 Desember 2022 lalu, buku ini bisa didapatkan di Toko Buku Gramedia, Gramedia Digital dan Google Book serta LSPR Plaza.

LSPR yang sudah mencapai usia 30 tahun, berkomitmen akan terus mengembangkan diri dengan perspektif global, di mana tidak ada lagi sekat antar negara.

"Kami siap masuk ke ruang lingkup dunia, menjadi masyarakat dunia yang saling terhubung dalam semua aspek kehidupan, baik dalam bidang ekonomi, politik, budaya, teknologi, maupun lingkungan," ungkap Prita saat peluncuran bukunya di Kampus LSPR, Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2022).

1. LSPR Selenggarakan 7 (tujuh) Program Studi

LSPR kini menyelenggarakan 7 (tujuh) Program Studi, yaitu Ilmu Komunikasi Program Magister, Ilmu Komunikasi Program Sarjana, Ilmu Komunikasi Program Sarjana Pendidikan Jarak Jauh yang diselenggarakan di Provinsi Bali, Desain Komunikasi Visual Program Sarjana, Manajemen Program Sarjana, Pariwisata Program Sarjana, dan Bisnis Jasa Program Sarjana.

Menyadari bahwa persaingan akan semakin ketat, Prita mengatakan harus berjuang untuk bisa 'melahirkan' tenaga kerja yang kualitasnya sejajar dengan tenaga kerja di negara maju.

"Di era global persaingan akan berasal dari negara-negara lain, maka saya siapkan tim pengajar dan mahasiswa LSPR untuk belajar dengan tekun, dan mengembangkan diri," sambung Prita.

Namun Prita juga berkomitmen pada kearifan lokal. "Nilai-nilai kebudayaan Indonesia tidak akan direduksi oleh globalisasi. Rasa kekeluargaan, empati, simpati, solidaritas, dan kebersamaan, akan selalu menjadi landasan kami," lanjutnya.

2. Dirikan London School Beyond Academy (LSBA)

Lewat buku setebal 184 halaman, Prita Kemal Gani membagikan pengalaman hidupnya dalam 10 episode. Antara lain bagaimana memulai membangun LSPR dari nol dengan dua pegawai dan puluhan murid saja, sampai akhirnya bisa meluluskan hampir seratus ribu tenaga terampil di bidang kehumasan, komunikasi, dan bisnis. LSPR juga membuka lapangan kerja yang luas di bidang pendidikan, sektor yang menentukan kualitas suatu bangsa.

"Sejak kecil saya mengagumi sosok seorang guru. Kehadirannya ditunggu, suaranya didengarkan, dan sosoknya dimuliakan. Seorang guru tampil hebat, karena memiliki jawaban dari semua pertanyaan murid-murid di hadapannya," ucap Prita Kemal Gani.

Maka ketika Prita sudah bekerja sebagai seorang profesional, di dalam dirinya tetap ingin mewujudkan keinginan menjadi seorang pendidik. Prita juga berbagi cerita sebagai seorang pemimpin. Prita menganggap pegawai serta pendidik di LSPR adalah keluarga.

"Sejak awal saya selalu yang terdepan memperjuangkan pegawai. Tak jarang saya menjual perhiasan untuk membayar gaji dosen. Semua kami lakukan bersama-sama, hasilnya kami nikmati bersama," lanjut Prita.

Prita Kemal Gani juga membagikan pengalaman hidupnya yang berharga, karena memiliki seorang anak bungsu dengan spektrum autisme.

"Raysha adalah permata kehidupan dan guru terbaik saya. Raysha mengajarkan pada saya bahasa komunikasi yang lebih tinggi, yaitu bahasa cinta," kata Prita yang terus aktif dalam komunitas ini.

Bahkan LSPR mengembangkan diri dengan mendirikan London School Beyond Academy (LSBA). Anak-anak berkebutuhan khusus dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) bisa berkembang di LSBA dengan bimbingan dari tenaga-tenaga profesional.

Sehingga anak-anak spesial ini akan bisa berkarya, hidup lebih mandiri, bermasyarakat, dan bahagia. 'Sebuah Website Kosong' adalah episode ke-7 dalam biografi ini, yang akan memberikan banyak manfaat untuk orang tua yang memiliki anugerah yang sama.

3. Tanggapan Para Publik Figur

Berbagai tanggapan muncul menyambut hadirnya biografi ini. Salah satunya dari Linda Agum Gumelar.

"Sebagai CEO dan Founder LSPR, mbak Prita berperan sebagai seorang tokoh Public Relations di tingkat nasional dan internasional, membuat LSPR terus melangkah maju. Semoga Mbak Prita tidak pernah berhenti dan jangan pernah lelah untuk memajukan pendidikan di Indonesia," kata Linda yang tampak hadir dalam peluncuran buku di LSPR Jakarta.

Seorang Youtuber terkenal, Edho Zell, juga memberikan tanggapan, "Di bawah pimpinan Ibu Prita, LSPR menjadi kampus yang relevan dengan zaman, praktis di dunia profesional, dan. menjadikan mahasiswanya siap berkarya dan memberikan dampak positif untuk Indonesia."

Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, salah satu yang ikut senang atas terbitnya biografi ini. "Saya yakin, dengan pengalaman dan kemampuan Ibu Prita Kemal Gani, LSPR akan semakin maju. LSPR juga menjadi kampus yang ramah bagi semua mahasiswanya, termasuk untuk penyandang disabilitas seperti saya. Tidak berlebihan kalau saya mengatakan bahwa LSPR adalah kampus yang menerapkan inklusifitas di dalam wilayah kampus," kata Angkie.

"Saya persembahkan buku ini untuk semua pembaca yang sepakat bahwa ilmu pengetahuan adalah investasi yang paling berharga," kata Prita, seperti yang tertulis di halaman awal biografi.

(kpl/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI