Rekaman CCTV Ruang Operasi RS Korea Selatan Bocor dan Beredar di Situs Ilegal, Polisi Selidiki

Rekaman CCTV Ruang Operasi RS Korea Selatan Bocor dan Beredar di Situs Ilegal, Polisi Selidiki
Ilustrasi rekaman CCTV ruang operasi RS Korea Selatan bocor. (AI generated)

Kapanlagi.com - Kepolisian Korea Selatan membuka penyelidikan usai muncul dugaan rekaman CCTV di ruang operasi sejumlah rumah sakit dalam negeri, termasuk departemen kandungan, beredar di situs ilegal luar negeri. Badan Kepolisian Nasional Korea mengungkap hal ini pada 6 Oktober 2026, setelah menerima permintaan penyelidikan dari anggota parlemen Partai Demokrat Korea, Huh Jong-sik, pada 29 September, dilansir dari SBS News.

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Badan Kepolisian Provinsi Chungbuk untuk ditangani lebih lanjut. Sebagian besar rekaman yang bocor diduga diambil menggunakan kamera berbasis protokol internet atau IP camera, perangkat yang meski tergolong jenis CCTV, terhubung ke jaringan internet kabel maupun nirkabel sehingga mampu mengirimkan hasil rekaman secara real-time ke perangkat lain.

1. Empat Tersangka Awal Sudah Ditangkap, Konten Kembali Diunggah

Polisi sebelumnya telah menangkap empat tersangka yang diduga menjadi pihak pertama yang meretas serta menyebarkan atau menjual rekaman tersebut di situs ilegal pada tahun lalu. Saat itu, polisi turut meminta pemblokiran akses ke sejumlah situs tempat video hasil rekaman ilegal tersebut diunggah, sekaligus mengambil langkah perlindungan bagi para korban.

Namun, karena rekaman kembali diunggah ulang di situs lain usai penangkapan penyebar awal, polisi kini berencana menyelidiki pihak-pihak yang menyebarkan ulang konten tersebut. Kerentanan keamanan pada IP camera pun kembali menjadi sorotan, mengingat perangkat jenis ini memang dikenal lebih rentan terhadap peretasan dibandingkan CCTV konvensional.

2. 80 Video dari Berbagai Klinik Ditemukan Beredar

Berdasarkan penyelidikan kantor anggota parlemen Huh Jong-sik, ditemukan 80 video yang menampilkan momen pemeriksaan medis maupun ruang ganti di berbagai fasilitas kesehatan Korea Selatan, mulai dari klinik kandungan, klinik bedah plastik, klinik pengobatan tradisional Korea, hingga departemen rehabilitasi medis, yang beredar di situs dewasa luar negeri. Dari jumlah tersebut, rekaman yang berasal dari satu klinik kandungan di Seoul saja tercatat mencapai 21 kasus.

Huh Jong-sik mendesak penyelidikan menyeluruh melalui kerja sama internasional. Ia mempertanyakan rasa aman masyarakat untuk berobat ke rumah sakit di tengah beredarnya rekaman pasien saat menjalani perawatan medis maupun saat berganti pakaian.

3. Pemasangan CCTV di Ruang Operasi Sempat Jadi Kewajiban

Kasus ini muncul di tengah kebijakan yang sebelumnya diberlakukan di Korea Selatan, yakni amendemen Undang-Undang Layanan Medis pada September 2023, yang mewajibkan pemasangan dan pengoperasian CCTV di ruang operasi fasilitas medis yang menangani pasien dalam kondisi tidak sadar akibat anestesi. Kebijakan ini awalnya dirancang untuk melindungi pasien dari malapraktik, namun kasus kebocoran ini justru memunculkan pertanyaan baru soal keamanan data rekaman tersebut.

Hingga saat ini, penyelidikan oleh Badan Kepolisian Provinsi Chungbuk masih berlangsung untuk mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam penyebaran ulang rekaman tersebut.

(kpl/jje)

Rekomendasi

Trending