Diperbarui: Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Ada beberapa orang yang memilih untuk melihat resensi terlebih dahulu, sebelum menikmati sebuah karya. Pasalnya, resensi adalah jenis teks yang berisi ulasan sebuah karya seperti buku, film, album musik, dan sebagainya. Alhasil, lewat membaca resensi, seseorang bisa menilai kelebihan dan kekurangan suatu karya.
Dewasa kini, resensi juga sering disebut ulasan atau review. Kita bisa menemukan resensi dengan sangat mudah, sebab sekarang banyak orang yang mempublikasikan ulasan suatu karya di blog atau media sosial. Namun untuk membuat ulasan atau resensi yang baik ternyata tak bisa asal-asalan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Apa sajakah itu?
Daripada penasaran, langsung saja simak penjelasan resensi adalah teks yang mengulas suatu karya berikut ini.
Advertisement
Pengertian resensi (credit: unsplash)
Seperti yang telah disinggung di awal, secara umum, resensi sering diartikan sebagai teks ulasan. Hal ini sejalan dengan pengertian resensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dalam KBBI, arti resensi adalah pendapat, pembicaraan, atau ulasan tentang buku. Resensi juga dikaitkan dengan pendapat dan penilaian mengenai suatu hasil karya.
Sementara itu, seorang ahli linguistik bernama Gorys Keraf mendefinisikan resensi sebagai jenis teks berisi ulasan yang disusun berdasarkan penilaian atas sebuah karya atau buku. Tak jauh beda dengan Gorys Keraf, Panuti Sudjiman menyebut resensi adalah teks yang memberikan pembahasan dan penilaian pendek tentang suatu karya tulis, dilengkapi dengan pengungkapan secara sekilas, pembahasan, bahkan kritik.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Berdasarkan penjelasan singkat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa resensi adalah teks berisi ulasan suatu karya. Rata-rata seseorang menulis resensi bukan untuk dirinya sendiri. Penulisan teks resensi dilakukan dengan beberapa tujuan. Berikut tujuan dari penulisan teks resensi.
1. Teks resensi dibuat dengan tujuan memberikan gambaran pada calon pembaca atau penonton terkait isi atau jalan cerita dari suatu karya.
2. Teks resensi dibuat dengan tujuan memberikan pertimbangan untuk pembaca, apakah suatu karya tersebut akan cocok untuk dinikmati atau tidak.
3. Teks resensi dibuat dengan tujuan menyajikan informasi yang komprehensif pada publik mengenai suatu karya, termasuk penilaian akan kekurangan dan kelebihan suatu karya secara objektif.
4. Teks resensi dibuat dengan tujuan memberi pertimbangan pembaca sebelum memilih, membeli, dan menikmati suatu karya.
5. Teks resensi dibuat dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan karya yang diresensi dengan karya lain yang sejenis.
6. Teks resensi dibuat dengan tujuan memudahkan pembaca untuk memahami hubungan suatu karya dengan karya lain yang serupa.
Advertisement
Unsur pada teks resensi (credit: unsplash)
Teks resensi adalah teks ulasan yang dibuat berdasarkan pengalaman seseorang ketika menikmati sebuah karya. Kendati berasal dari pengalaman pribadi penulisnya, teks resensi tidak bisa dibuat asal-asalan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat teks resensi yang baik.
Nah, agar informasi yang disampaikan lengkap, teks resensi harus memuat beberapa unsur penting. Berikut unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah teks resensi.
1. Judul Teks Resensi
Sebuah teks resensi wajib mempunyai judul. Tak jauh beda dengan teks pada umumnya, judul resensi harus dibuat unik agar bisa menarik pembaca. Namun tak boleh sembarang asal unik, judul teks resensi juga harus bisa mewakili isi dari ulasan dalam teks resensi. Maka dari itu, pemilihan judul resensi dianjurkan dilakukan setelah teks resensi sudah benar-benar selesai dibuat.
2. Identitas Karya
Unsur kedua dalam resensi adalah identitas karya. Sebuah teks resensi harus memuat identitas dari karya yang akan diulas. Sebagai contoh, saat akan meresensi buku maka beberapa identitas buku yang harus dicantumkan di antaranya: judul buku, pengarang, penerbit, tahun terbit beserta tahun cetak, jumlah halaman.
3. Isi Resensi
Unsur teks resensi selanjutnya adalah isi. Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, isi atau inti teks resensi adalah ulasan karya. Isi dalam resensi sebisa mungkin harus ditulis secara lengkap dalam penyampaian yang singkat dan padat. Dalam ulasan sebaiknya memuat unsur penting dalam karya yang diulas, seperti kelebihan, kelemahan, gaya bahasa dan sebagainya.
4. Penutup
Unsur keempat sekaligus terakhir dalam teks resensi adalah penutup. Pada bagian penutup ini, penulis bisa menyampaikan simpulan berisi penilaian terhadap kelayakan karya yang diulas.
Contoh teks resensi (credit: unsplash)
Untuk lebih memahami pengertian resensi adalah teks ulasan beserta unsur-unsurnya, simak contoh teks resensi buku berikut ini.
"Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990", Kisah Romansa Remaja Santai yang Jadi Romantis Karena Penuh Teka-teki
Judul Buku: "Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990"
Penulis: Pidi Baiq
Penerbit: Pastel Books
Tebal: 328 halaman
Novel "Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990" karya penulis Pidi Baiq mengisahkan kisah cinta dua remaja SMA di Bandung pada tahun 1990-an. Sepasang remaja itu adalah Dilan dan Milea.
Dilan merupakan siswa baru yang dikenal sebagai anak geng motor berperilaku berandal. Tak disangka, dengan personanya itu Dilan berhasil meluluhkan hati Milea siswi cantik dan pintar di sekolahnya.
Namun, hubungan Dilan dan Milea tak berjalan lancar. Ada banyak halangan, termasuk perbedaan latar belakang hingga sifat Dilan yang ternyata pencemburu.
Meski mengangkat latar tahun 1990-an, Pidi Baiq tetap menggunakan gaya bahasa yang cenderung santai dan mudah dipahami. Di lain sisi, gaya bahasa itu tetap mampu menggambarkan suasana pada masa itu.
Karakter Dilan yang misterius dan penuh teka-teki juga jadi daya tarik tersendiri di novel ini. Banyak momen yang membuat pembaca penasaran dengan kelanjutan kisah cinta Dilan yang penuh teka-teki.
Sayangnya, novel ini juga tak luput dari beberapa kekurangan. Salah satunya terkait alur cerita yang dibangun secara lambat. Hal ini membuat beberapa fase cerita terasa monoton. Di samping itu, penggambaran karakter Milea yang cenderung pasif juga membuat pembaca merasa agak kecewa karena ingin melihat karakter perempuan yang lebih kuat dan mandiri.
Secara keseluruhan, "Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990" menjadi novel yang akan cocok bagi kalian, pecinta kisah cinta remaja yang ringan tapi tetap romantis. Meski memiliki beberapa kekurangan, buku ini tetap berhasil menarik perhatian pembaca dengan karakter Dilan yang misterius dan gaya bahasa yang mudah dipahami.
Tak hanya untuk buku, sekarang juga banyak orang yang menulis resensi untuk karya film. Malahan, belakangan dengan semakin banyaknya bioskop dan film-film menarik, membuat banyak orang yang mencari teks resensi film. Berikut contoh teks resensi untuk karya berupa film.
Judul Film: PARASITE
Sutradara: Bong Joon-ho
Pemain: Song Kang-ho, Lee Sun-kyun, Cho Yeo-jeong, Choi Woo-shik, Park So-dam
Durasi: 2 jam 12 menit
PARASITE menjadi film Asia pertama yang berhasil menyabet empat penghargaan Oscar, termasuk Best Picture dan Best Director. Film ini disutradarai sutradara bertangan dingin, Bong Joon-ho. PARASITE menceritakan tentang keluarga Kim yang hidup dalam kemiskinan dan mencoba untuk memanfaatkan keluarga Park yang hidup dalam kemewahan.
Salah satu kelebihan dari film ini adalah penampilan para aktornya yang sangat mengesankan. Setiap karakter yang dimainkan secara apik. Para aktor mampu menunjukkan sisi unik dan pesona mereka. Selain itu, keunggulan lain terletak pada alur cerita yang kompleks dan penuh kejutan. Alur ini sukses bikin penonton susah menebak dan terus penasaran.
Di sisi lain, PARASITE juga memiliki beberapa kelemahan. Salah satunya, ada bagian cerita yang terasa sedikit bertele-tele sehingga terkesan membosankan. Pada beberapa bagian,penonton juga harus berkonsentrasi ekstra dan tetap fokus agar paham pada alur cerita. Di samping itu, terdapat beberapa adegan yang mungkin dapat membuat penonton merasa tidak nyaman saat menonton.
Secara keseluruhan, PARASITE adalah film yang sangat layak untuk ditonton. Bahkan bisa dibilang sayang jika dilewatkan. Apalagi film ini telah berhasil membuktikan predikatnya sebagai salah satu film terbaik dalam beberapa tahun terakhir lewat kemenangannya di berbagai ajang penghargaan termasuk Oscar.
Itulah di antaranya penjelasan teks resensi adalah teks berisi ulasan karya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kalian.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/gen/psp)
Advertisement
Musisi Indonesia yang Ngetop di 1 Lagu, Kini Tak Terdengar Lagi Kabarnya
Sama-Sama Cantik, Ini 7 Perbedaan Makeup Tiara Andini saat Manggung dan Sehari-Hari
Gaya Anggun Song Hye Kyo Pakai Busana Semi Formal, Tetap Menawan dan Stylish
Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Jantung pada Urine? Yuk Waspada, Ini Penjelasannya
Aktor Hollywood Val Kilmer, Rekan Main Tom Cruise dalam Film 'TOP GUN' Meninggal Dunia