Saat Budaya Asli Indonesia Berkolaborasi dengan Budaya Asli Tionghoa

Jum'at, 16 Februari 2018 00:01 Penulis: Ayu Miranti
Saat Budaya Asli Indonesia Berkolaborasi dengan Budaya Asli Tionghoa
©KapanLagi.com

Kapanlagi Plus - Tahun Baru Imlek adalah perayaan tahun baru yang dihitung berdasarkan kalendar tahun Cina. Dalam budaya asli Tionghoa, ini adalah saat dimana biasanya seluruh keluarga berkumpul. Tahun Baru Imlek sudah menjadi tradisi turun-temurun dan identik dengan berbagai macam hal, sebut saja lampion, barongsai, warna merah, angpao, dan berbagai hal unik lainnya. Semua itu dapat anda temukan dalam rangkaian acara Tahun Baru Imlek 2018 Mal Taman Anggrek yang bertema “Kampoeng Imlek”, di Center Atrium mulai tanggal 8-25 Februari 2018.

Uniknya lagi, perayaan Imlek tahun ini menggabungkan dua budaya. Budaya Tionghoa dan juga budaya asli Indonesia. “Kampoeng Imlek” Mal Taman Anggrek bekerjasama dengan designer kebaya ternama Indonesia yaitu Anne Avantie. Anne Avantie melalui “Pasar Tiban” nya membawa berbagai macam tradisi khas Indonesia. Tersedia kedai-kedai yang berisi buah karya pencampuran budaya, seperti batik, kebaya, makanan ringan khas tradisional, hingga menghadirkan jamu tradisional, juga kelas membuat ilustrasi batik.

©KapanLagi.com©KapanLagi.com

Tidak cukup sampai disana, “Kampoeng Imlek” Mal Taman Anggrek akan menghadirkan Parade Show Anne Avantie “Pecinan Jaman Now” yang menghadirkan unsur pencampuran budaya yang dikemas dalam nuansa modern. Didukung oleh penampilan dari beberapa tokoh ternama, seperti Felicia Hwang, Debby Sahertian, Inggrid Wijanarko, Harry De Fretes, puluhan busana karya Anne Avantie akan dihadirkan.

Pada “Kampoeng Imlek”, anda dapat melihat pertunjukkan barongsai kolom spektakuler setinggi 5 meter yang hadir pertama kali di dalam mal. Barongsai yang merupakan kesenian tradisional Tionghoa dipercaya dapat mengusir aura buruk dan membawa keberuntungan. Tidak hanya barongsai kolom, namun “Kampoeng Imlek” juga akan dimeriahkan pula dengan penampilan barongsai tonggak dan barongsai lantai.

©KapanLagi.com©KapanLagi.com

Tidak hanya barongsai, namun berbagai acara lainnya juga dihadirkan untuk memperkuat pesan bahwa “Kampoeng Imlek” adalah perpaduan dari dua budaya, seperti permainan alat musik tradisional Cina yaitu Guzheng, seni kaligrafi Tionghoa, 48 kedai yang berisi makanan dan minuman khas Indonesia, serta aksesoris khas Imlek.

Selain itu ada juga kompetisi busana tjitji koko botjah, kelas membuat tahu, demo memasak mie goreng sincia atau yang lebih dikenal dengan Yu Sheng, kelas memasak bandeng pembawa rejeki dan berbagai kelas menarik lainnya. Untuk anda yang rindu permainan masa kecil anda, akan ada Kampoeng Hompimpa, dimana tersedia berbagai macam permainan tradisional seperti congklak, enggrang, permainan bakiak hingga gangsing yang dapat dinikmati seluruh keluarga.

Program belanja menarik juga akan dihadirkan, seperti Late Night Shopping yang akan berlangsung pada hari Sabtu tanggal 10 Februari 2018 dimana anda bisa mendapatkan diskon hingga 70% dan mengikuti program belanja berhadiah langsung berupa emas murni setiap harinya dengan total 90 orang pemenang .

Keanekaragaman budaya Indonesia dihadirkan di dalam “Kampoeng Imlek” dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan berbagai macam budaya. Dan saat budaya itu menjadi satu, akan memberikan warna serta pengalaman baru bagi Masyarakat.

 

(kpl/ayu)

Reporter:

Ayu Miranti



MORE STORIES




REKOMENDASI