Saham Facebook Merosot - Pemilik WhatssApp Serukan #DeleteFacebook, Apa Sebabnya?

Rabu, 21 Maret 2018 13:11 Penulis: Editor KapanLagi.com
Saham Facebook Merosot - Pemilik WhatssApp Serukan #DeleteFacebook, Apa Sebabnya?
kapanlagi

Kapanlagi Plus - Facebook Inc. tersandung masalah. Badan Pengawas Privasi Amerika Serikat menduga Facebook terlibat dengan Chambridge Analytica terkait kebocoran 50 juta data pengguna Facebook. Data tersebut disinyalir membantu terpilihnya Donald Trump sebagai presiden di pemilu 2016 lalu.

Sementara itu Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat menyelidiki pelanggaran Facebook pada peraturan keputusan persetujuan 2011 tentang keamanan data pengguna. Menurut sebuah sumber, data pribadi pengguna Facebook diserahkan kepada Cambridge Analytica tanpa sepengetahuan user.

Kasus ini mendapatkan respon yang masif dari netizen. Banyak pihak menggaungkan tagar #deletefacebook karena khawatir data pribadi mereka yang jadi korban berikutnya. Selain itu, dilansir dari Market Watch, Brian Acton yang merupakan pendiri WhatsApp juga ngetweet “it is time #deletefacebook”. Cukup mengejutkan, karena sebelumnya Acton dan rekannya, Jan Koum, menjual WhatsApp kepada Facebook di tahun 2014 senilai US$ 22 miliar (setara dengan Rp 302 triliun). Market Watch melaporkan bahwa akun Facebook Acton nonaktif pada Selasa malam waktu Amerika Serikat.

Karena kasus ini Mark Zuckerberg yang merupakan orang terkaya nomer 4 sekarang turun ke posisi 6.Karena kasus ini Mark Zuckerberg yang merupakan orang terkaya nomer 4 sekarang turun ke posisi 6.


Sementara itu, pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg bungkam soal kasus ini. Bahkan setelah perusahaannya dipanggil untuk investigasi pun Zuckerberg nggak beri komentar apapun. Anggota parlemen AS telah meminta orang nomor 1 di facebook ini untuk memberikan kesaksian detail hingga 13 April.

"Ini saatnya Mark Zuckerberg berhenti bersembunyi di balik page Facebook-nya," kata Perwakilan Senat, Damian Collins. Ia juga mencuit, "Investigasi ini perlu dilakukan oleh pihak berwenang”. Pertanggungjawaban dari Mark Zuckerberg juga terus dikejar netizen dengan meramaikan hastag #WheresZuck dan #WhereIsZuck.

(kpl/mag)



MORE STORIES




REKOMENDASI