Satu Penyelam Tim Pencarian Korban Lion Air Meninggal di Perairan Tanjung Karawang

Sabtu, 03 November 2018 10:38 Penulis: Rezka Aulia
Satu Penyelam Tim Pencarian Korban Lion Air Meninggal di Perairan Tanjung Karawang
Seorang penyelam menjadi korban. ©Merdeka.com/Imam Buhori


Kapanlagi Plus - Pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air masih berlanjut. Tragedi yang terjadi kurang lebih sepekan yang lalu ini memang memakan banyak korban. Namun beberapa korban belum ditemukan.

Untuk itu Tim SAR melakukan penyisiran di perairan Tanjung Karawang untuk mencari korban. Namun malang, salah satu tim penyelam SAR malah meninggal dalam pencarian korban. Tepatnya pada Jumat (2/11) seorang anggota tim SAR meninggal dunia.

Kejadian ini dibenarkan oleh Dansatgas SAR Kolonel Laut (P) Isswarto. Menurutnya, kecelakaan terjadi kurang lebih pada pukul 16.30 WIB.

1. Penyelaman Ditutup Karena Sudah Gelap

"Korban dari sipil, penyelam Basarnas, di bawah Basarnas, bukan kita," kata Isswarto dilansir merdeka.com, Sabtu (3/11).

Lebih lanjut, Kolonel Issarto mengaku proses penyelaman telah diakhiri pada sekitar pukul 16.00 WIB. Sehingga ia cukup heran dan terkejut mengetahui masih ada tim yang di bawah air. Tepatnya pada pukul 16.30 pencarian jenazah mendiang penyelam dari Basarnas ini dilakukan.

"Sore jam setengah lima (kecelakaan terjadi). Kita tutup (penyelaman) jam 4, karena cuaca gelap, saya close. Tapi kok masih ada yang menyelam," terang dia.

2. Black Box Ditemukan

Jenazah korban sendiri telah dievakuasi pada saat itu juga. Korban dari tim pencarian ini menambah panjang korban kecelakan pesawat Lion Air. Sebelumnya tercatat sebanyak 189 orang yang menjadi korban, kini korban menjadi 190.

Setelah lama mencari, black box pesawat Lion Air yang terjatuh di perairan Tanjung Karawang akhirnya ditemukan. Black box tersebut berhasil diangkat ke permukaan oleh tim penyelam.

Meski begitu, black box yang berhasil diangkat baru satu bagian saja. Seperti diketahui, ada 2 bagian dari black box, yaitu Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder.

"Black box ada dua, FDR (flight data recorder) sama CVR (cockpit voice recorder), satu merekam pembicaraan, satu merekam perjalanan dari pesawat. Satu sudah ditemukan, sehingga diharapkan satu lagi ditemukan," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kemenhub, Jakarta, Kamis (1/11) seperti dilansir Liputan 6.

(kpl/rna)

Editor:

Rezka Aulia



MORE STORIES




REKOMENDASI