Sejarah Terciptanya 'Viking Row', Chant Fans Norwegia yang Jadi Fenomena Viral di Piala Dunia 2026!

Sejarah Terciptanya 'Viking Row', Chant Fans Norwegia yang Jadi Fenomena Viral di Piala Dunia 2026!
Erling Haaland pimpin chant Viking Row usai kalahkan Brazil (Credit: AP)

Kapanlagi.com - Kalau ada satu aksi suporter yang paling mencuri perhatian di Piala Dunia 2026 selain pertandingan di lapangan, jawabannya mungkin adalah Viking Row. Gerakan mendayung khas suporter Norwegia ini sukses menjadi fenomena global dan muncul di mana-mana, mulai dari stadion hingga jalanan kota-kota Amerika Serikat.

Video ribuan pendukung Norwegia yang kompak melakukan gerakan mendayung sambil meneriakkan "Row!" pun viral di media sosial. Tak sedikit penggemar sepak bola yang menyebutnya sebagai salah satu chant paling ikonik sejak 'Thunder Clap' milik Islandia menggemparkan Euro 2016.

Menariknya, di balik aksi yang terlihat megah tersebut, ternyata ada cerita sederhana tentang seorang guru sekolah dasar yang ingin membuat dunia mengingat negaranya.

1. Berawal dari Mimpi Seorang Guru di Oslo

Viking Row, chant fans Norwegia yang jadi fenomena global (Credit: AP)

Pencipta Viking Row adalah Ole Froystad, seorang guru sekolah dasar di pinggiran Oslo. Ide itu muncul kurang dari enam bulan sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.

Froystad menghabiskan waktu berminggu-minggu menyusun sekitar 10 hingga 15 chant untuk suporter Norwegia. Namun, ada satu yang menurutnya paling spesial: Viking Row.

Ia kemudian membawa daftar tersebut saat bertemu Torstein Hamran, koordinator museum yang juga menjadi salah satu pemimpin kelompok suporter Norwegia sekaligus penabuh drum saat chant itu dimainkan.

"Saya menunjukkan semuanya kepada mereka, tetapi saya bilang, 'Yang ini adalah yang paling spesial.' Membuat chant yang epik memang sudah menjadi impian saya. Saya ingin chant yang pendek, mudah diikuti, kuat, punya unsur budaya, dan bisa memberikan dampak besar."

Inspirasi Viking Row datang ketika Froystad mengingat atmosfer pertandingan klub Rosenborg bertahun-tahun lalu. Ia kemudian menggabungkan pengalaman itu dengan konsep 'Viking Clap' milik Islandia.

Saat terpikir menambahkan gerakan mendayung, semuanya terasa pas.

"Saya berpikir, bukankah memang itu yang dilakukan bangsa Viking? Mereka mendayung menuju pertempuran. Saat gerakan tubuh itu dilakukan bersama-sama, stadion akan terlihat seperti gelombang. Rasanya akan luar biasa."

2. Sempat Dikritik, Kini Jadi Fenomena Dunia

Viking Row, chant fans Norwegia yang jadi fenomena global (Credit: AP)

Viking Row pertama kali dicoba pada laga uji coba Norwegia melawan Swiss pada Maret 2026. Namun, hasilnya belum memuaskan.

"Lumayan berhasil, tapi ada juga yang mengkritik karena terlihat agak konyol," kata Hamran.

Froystad menyadari penyebabnya. Menurutnya, para suporter belum melakukan gerakan mendayung dengan benar. Menjelang laga berikutnya melawan Swedia, kelompok suporter pun membuat video tutorial yang mengajarkan teknik mendayung yang tepat. Video tersebut bahkan sempat ditayangkan oleh media lokal.

"Kami benar-benar menjelaskan, 'Dorong tangan ke depan, badan ikut membungkuk. Kalau tidak memakai punggung saat mendayung, gerakannya tidak akan terlihat jelas.'"

Usaha itu membuahkan hasil. Setelah pertandingan, Froystad mengunggah video Viking Row ke akun Instagram pribadinya.

Tak disangka, video tersebut langsung meledak hingga meraih sekitar 38 juta penayangan dan hampir 3 juta likes, bahkan sebelum Piala Dunia dimulai.

"Saat itulah saya sadar, ini akan jadi sesuatu yang luar biasa ketika kami berangkat ke Piala Dunia."

3. Jadi Simbol Semangat Norwegia di Piala Dunia

Erling Haaland pimpin chant Viking Row usai kalahkan Brazil (Credit: AP)

Popularitas Viking Row semakin meningkat seiring performa apik Norwegia di Piala Dunia 2026. Setelah memastikan lolos ke fase gugur usai menang dramatis 3-2 atas Senegal, para pemain bahkan ikut melakukan Viking Row bersama para suporter.

Kapten Martin Odegaard memimpin aksi tersebut sambil menabuh drum, sedangkan Erling Haaland mengaku gerakan itu terus bermunculan di linimasa media sosialnya.

Dan terbaru, gantian Erling Haaland yang memimpin aksi Viking Row di hadapan para fans usai menyingkirkan Brazil dengan skor 2-1 di stadion New Jersey Stadium, New York, Senin (6/7).

Bagi sebagian masyarakat Norwegia, Viking Row memang memanfaatkan citra bangsa Viking yang sudah melekat pada negara mereka. Meski sempat menuai kritik karena sejarah bangsa Viking juga identik dengan penaklukan dan peperangan, sejumlah ahli sejarah menilai chant tersebut lebih tepat dipahami sebagai simbol keberanian meninggalkan kampung halaman demi meraih kejayaan.

Namun, pelatih Norwegia Stale Solbakken menganggap Viking Row hanya akan menjadi bagian dari kemeriahan Piala Dunia.

"Ini menyenangkan untuk para suporter. Kami tidak akan mendayung lagi setelah Piala Dunia selesai, tetapi selama turnamen ini berlangsung, saya rasa ini bisa menjadi gimmick yang menyenangkan."

Meski begitu, Ole Froystad mengaku tidak khawatir jika Viking Row suatu hari nanti berakhir. Ia masih menyimpan belasan ide chant lain di buku catatannya yang mungkin suatu saat akan kembali mengguncang dunia sepak bola.

(Rizky Billar polisikan enam akun sosial media terkait hoaks cerai dan perselingkuhan.)

Rekomendasi

Trending