Sekolah Banyu Bening Kelola Air Hujan untuk Dikonsumsi, Cegah Musibah Ubah Jadi Berkah

Sekolah Banyu Bening Kelola Air Hujan untuk Dikonsumsi, Cegah Musibah Ubah Jadi Berkah
Sekolah Banyu Bening (credit: instagram/rezzawxy)

Kapanlagi.com -

Krisis air bersih ternyata bukan hanya menjadi potret kelam di kota-kota besar saja. Bahkan wilayah hulu seperti Sleman, Yogyakarta, pun pernah mengalami kekeringan hebat serta kontaminasi sumber air yang cukup parah. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat akan keberlangsungan akses air bersih di masa depan.

Berawal dari keresahan tersebut, hadirlah inisiatif unik bernama Sekolah Banyu Bening yang didirikan oleh Sri Wahyuningsih, atau yang akrab disapa Bu Ning. Sejak dirintis pada tahun 2012, sekolah ini telah bertransformasi menjadi pusat edukasi bagi masyarakat untuk belajar cara hidup berdampingan dengan hujan, bukan malah menganggapnya sebagai musibah.

Langsung saja simak ulasan lengkap cerita Bu Ning dan Sekolah Banyu Bening dalam mengolah air hujan jadi siap dikonsumsi berikut ini!

Baca ulasan menarik lainya di liputan6.com.

1. Menerapkan Konsep 5M demi Kemandirian Air

Sekolah Banyu Bening (credit: instagram/rezzawxy)

Di Sekolah Banyu Bening, setiap orang diajak untuk mencapai kemandirian air melalui konsep yang sangat sederhana namun berdampak besar, yakni 5M. Langkah pertama dimulai dengan Menampung air yang jatuh dari langit, lalu dilanjutkan dengan Mengolahnya agar aman untuk masuk ke dalam tubuh.

Setelah diolah, masyarakat bisa langsung Minum air bersih tersebut tanpa rasa khawatir. Konsep ini juga menekankan pentingnya Menabung cadangan air untuk persiapan menghadapi musim kemarau panjang. Dengan cara ini, masyarakat bisa menjadi Mandiri tanpa perlu terus-menerus menyedot air tanah yang ketersediaannya kian menipis.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Metode Pengolahan Air Hujan Tradisional dan Modern

Sekolah Banyu Bening (credit: instagram/rezzawxy)

Bagi banyak orang, minum air hujan mungkin terdengar tabu. Ternyata, faktanya air ini sangat aman jika diproses dengan benar. Kunci utamanya adalah dengan membuang atau melakukan skip pada curahan air hujan pertama karena biasanya masih membawa polutan dari udara. Air hujan selanjutnya barulah disaring, diendapkan, dan disimpan rapat di wadah tertutup.

Proses pengolahannya pun sangat fleksibel dan bisa menyesuaikan kebutuhan. Secara teknologi, masyarakat bisa menggunakan alat seperti Gamma Rain Filter yang mampu mengolah 1000 hingga 1500 liter air sekaligus hingga layak minum. Namun bagi yang ingin hemat, metode manual menggunakan ember, corong, kain penyaring, dan galon tetap efektif dilakukan di rumah.

3. Pentingnya Peran Perempuan dalam Perubahan Isu Air

Sekolah Banyu Bening (credit: instagram/rezzawxy)

Bu Ning senantiasa menekankan bahwa perempuan memiliki peran sentral sebagai agen perubahan dalam isu ketersediaan air. Hal ini dikarenakan pengelolaan air dimulai dari lingkup terkecil, yaitu dapur dan rumah tangga. Setiap keputusan kecil yang diambil oleh perempuan di rumah ternyata sangat menentukan masa depan kualitas air bagi generasi mendatang.

Prinsip utama yang diajarkan adalah mengubah cara pandang terhadap hujan. Alih-alih menganggapnya sebagai penyebab banjir atau musibah, hujan harus dilihat sebagai solusi alami yang selama ini terbuang percuma. Dengan sedikit kesadaran untuk menampungnya, kita telah berkontribusi besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.

4. Frequently Asked Questions (FAQ)

Apakah air hujan benar-benar aman untuk langsung diminum?

Ya, sangat aman asalkan tahu caranya. Syarat utamanya adalah membuang air hujan pertama yang turun, kemudian menyaring dan mengendapkan air hujan selanjutnya di tempat yang bersih dan tertutup.

Apa saja langkah-langkah dalam konsep 5M?

Konsep 5M meliputi Menampung, Mengolah, Minum, Menabung, dan Mandiri. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak lagi bergantung pada pemakaian air tanah secara berlebihan.

Alat apa saja yang dibutuhkan untuk mengolah air hujan secara manual?

Anda hanya membutuhkan alat-alat sederhana yang ada di rumah seperti ember, corong, kain bersih sebagai filter, serta galon atau wadah tertutup lainnya.

Di mana lokasi Sekolah Banyu Bening dan siapa pendirinya?

Sekolah Banyu Bening berlokasi di Sleman, Yogyakarta, dan didirikan oleh Sri Wahyuningsih (Bu Ning).

Temukan berbagai ulasan menarik tentang aksi pelestarian lingkungan lainnya di kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

Rekomendasi
Trending