Sensasi Menginap di Homestay Bakkara, Tawarkan Pengalaman Traveling Lebih Seru

Rabu, 24 Juli 2019 15:43 Penulis: Wuri Anggarini
Sensasi Menginap di Homestay Bakkara, Tawarkan Pengalaman Traveling Lebih Seru
┬ęShutterstock

Kapanlagi Plus - Traveling lagi hits banget nih di kalangan milenial. Tapi, apa sih sebenarnya yang dicari selama perjalanan tersebut? Nggak hanya suguhan tempat Instagramable yang bisa mempercantik feed media sosial. Pengalaman traveling yang berkesan juga penting banget untuk mendorong wisatawan lainnya buat berkunjung ke spot tersebut.

Pengalaman berbeda inilah yang lagi digodok oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dalam mengelola wisata di sekitar Danau Toba. Inovasi baru diperlihatkan lewat program live in di homestay sekitar area tersebut. Skenario ini dijalankan untuk memikat mahasiswa Universiti Teknologi Mara, Melaka, Malaysia.

Dalam durasi berkunjung mulai dari 24-28 Juli 2019, bakal ada sederet agenda seru yang akan dihadirkan. Spot yang dipilih adalah homestay yang ada di sekitar Bakkara, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Di kawasan Lembah Bakkara ini punya salah satu atraksi menarik, yaitu Istana Sisingamangaraja yang menjadi bagian budaya. Ada juga arung jeram yang baru-baru ini dihadirkan dan menarik buat dijajal.

Budayanya? Super keren. Bakkara dulunya adalah pusat peradaban. Itu tercermin dari adanya Istana Raja Sisingamangaraja yang sudah menjadi objek wisata. Selain itu, juga terdapat budaya pertanian tradisional Masiripa dan sanggar seni Batak.

Dari segi alam, Lembah Bakkara juga memiliki beberapa keunggulan. Wilayahnya dikelilingi perbukitan. Ada batu vulkanik yang bertebaran di tengah sawah. Dan semuanya itu, berbatasan langsung dengan Danau Toba. Kawasan wisatanya juga memiliki pantai, serta memiliki beberapa air terjun.

"Yang paling penting  desanya punya potensi 153 unit rumah yang terdata untuk dijadikan homestay. Ini yang mau kita kenalkan ke mahasiswa-mahasiswa Malaysia," tutur Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman, Rabu (24/7).

Semua tamu tadi diajak melihat dan merasakan sensasi menginap di homestay. Diajak melihat dari dekat interaksi dengan masyarakat lokal. Meraskan kehangatan hospitality ala Bakara.

"Pokoknya Kita tidak boleh lelet. Peta persaingan ke depan adalah yang cepat menyalip yang lelet, bukan yang besar menginjak yang kecil. Muaranya harus bergerak cepat, agresif, terus bergerak, menciptakan quick wins, dengan cara-cara cerdas. Itu yang kami kerjakan di Bakara,” timpal Asdep Pengembangan Destinasi Regional I Wilayah Barat Lokot Ahmad.

Semua hal langsung disiapkan matang. Dari mulai aktivitas selama menginap, makan, interaksi dengan masyarakat lokal, semua disiapkan dengan mengedepankan selera pasar milenial Malaysian.

Dijamin nggak bikin boring. Apalagi ingin cepat pulang. Karena atraksi yang siap menyapa sangat pas dengan selera anak muda Malaysia. "Sekarang sudah ada arung jeram. Sebelum ini kami sudah mengundang kawan-kawan di Malang untuk melatih masyarakat Bakkara. Dari mulai pengelolaan bisnis, safety, kebersihan, guiding, semua sudah dilatih. Ini makin melengkapi beragam atraksi lain yang sudah ada di Bakara," timpal Kasubid Pengembangan Destinasi Area I B, Andhy Marpaung.

Menpar Arief Yahya langsung memberikan emoji tiga jempol. Menurutnya, Bakkara tempat yang wajib dikunjungi. "Destinasinya unik, kaya cerita, dan sangat berbeda,” kata Menpar Arief Yahya.

Mimpi besar Menpar, Wonderful Indonesia di Bakkara makin dikenal publik Malaysia. Lebih nge-hits. Dan yang paling penting, destinasinya menjadi top of mind traveler Malaysia saat Plesiran di Danau Toba. 'Ketika mereka sudah merasakan, mereka bisa menceritakan lebih gamblang kepada kerabat dan relasinya. Mereka sangat berpotensi menjadi repeater tourist," kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

(*/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI